logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Ilmu Pasti    Pertanian dan Perkebunan

Pupuk Anorganik untuk Tanaman Jeruk


Ilustrasi pupuk anorganik

Seperti juga makhluk hidup lainnya, tanaman perlu asupan gizi yang cukup untuk bisa tumbuh dengan optimal, baik itu berupa pupuk organis maupun pupuk anorganik. Makanan yang cukup sebenarnya telah tersedia di dalam tanah, kemudian dengan bantuan sinar matahari, terjadi fotosintesis, mengolah senyawa yang ada di dalam alam tersebut menjadi zat-zat tertentu untuk menopang pertumbuhan akar, batang dan daun. Apabila mendapat asupan makanan yang baik, maka akar, batang dan daun tersebut mengalami pertumbuhan yang optimal, sehingga pada usia yang cukup akan mengeluarkan bunga. Demikian seterusnya.

Namun karena berbagai sebab, ada kalanya di dalam tanah itu sendiri tidak sepenuhnya makanan tersedia, sehingga perlu dibantu dengan tambahan makanan. Tambahan makanan yang berasal dari luar ini yang kemudian dikenal dengan istilah pupuk. Agar tanaman dapat tumbuh dengan baik, maka keberadaan pupuk amat diperlukan. Apalagi jika yang ditangani adalah tanaman jeruk yang terkenal amat rentan terhadap penyakit dan hama. Keberadaan pupuk organik dan pupuk anorganik selain memberi nutrisi kepada tanaman juga dapat memperbaiki struktur tanah (khusus untuk pupuk organik). Tentu saja bila semuanya berlangsung dengan baik, tanah akan kembali subur sehingga pada musim tanam berikutnya, sudah tersedia makanan yang cukup bagi tanaman yang sedang tumbuh. Demikian seterusnya siklus ini terjadi dan akan berlangsung secara normal ketika tidak terjadi gangguan. Gangguan itu bisa berasal dari manusia, hewan, maupun alam itu sendiri.

Seperti halnya tubuh makhluk hidup yang lainnya, di dalam tubuh tanaman itu sendiri terdapat satu sistem kekebalan. Jika kebutuhan akan nutrisi terpenuhi, maka tanaman akan kebal atau tidak mudah terserang penyakit dan hama. Ini semua terjadi karena sistem kekebalan tubuh bisa berjalan sebagaimana mestinya. Sebaliknya bila kebutuhan akan nutrisi tersebut kurang, maka makanan tidak akan bisa tumbuh dengan normal dan dengan sendirinya menjadi rentan terhadap serangan hawa penyakit.

Kembali kepada bagaimana pemberian pupuk terutama untuk tanaman jeruk misalnya. Sebenarnya, pemberian pupuk ini ternyata tidak semudah teorinya. Ada yang bilang pupuk yang didapat dari ampas kelapa dapat menyuburkan tanaman jeruk, bahkan akan membuatnya berbuah lebat. Tapi, benarkah informasi itu?

Dari beberapa referensi seputar penggunaan pupuk ini bisa disimpulkan bahwa jika Anda ingin memperoleh hasil yang baik dengan menggunakan pupuk organik maka gunakanlah pupuk dalam bentuk padat seperti pupuk kompos atau pupuk kandang asli. Karena pupuk organik dalam bentuk cair yang dijual di pasaran, pupuk daun, atau pupuk kandang pelet yang sering diiklankan ternyata tidak memiliki kemampuan memperbaiki struktur tanah yang amat penting bagi pertumbuhan tanaman. Jadi, sebelum menggunakan pupuk apakah yang organik atau anorganik, maka yang perlu diperhatikan adalah kebutuhan tanah dan tanaman itu sendiri. Dalam hal inilah kenapa pemberian pupuk tersebut tidak semudah teorinya. Tapi tentu bukan berarti Anda sendiri tidak bisa melakukannya. Dengan berbekal pengalaman merawat tanaman ditambah dengan bertanya kepada ahlinya baik langsung maupun tidak langsung, Anda akan memiliki kemampuan yang tak kalah dibanding denga para ahli tanaman.

Pupuk Anorganik Lebih Baik Dibanding Organik?

Pendapat ini masih kontroversi. Ada yang berpendapat bahwa pupuk organik lebih baik daripada pupuk anorganik disebabkan lebih ramah lingkungan, mampu menyuburkan tanah (kemampuan ini tidak dimiliki oleh pupuk anorganik), tidak berefek pada terbunuhnya musuh hama tanaman, dan lain-lain. Tapi apakah benar seperti itu ?

Akan tetapi, ada yang berpendapat bahwa jika menginginkan tanaman apapun -termasuk jeruk- berbuah lebat maka sebaiknya digunakan pupuk anorganik. Berbagai manfaat dapat diperoleh dari pupuk ini, yaitu antara lain harganya murah, pemberian pupuk mudah diatur dengan tepat (sesuai dosis yang diperlukan), kebutuhan tanaman akan unsur hara dapat dipenuhi dengan tepat, lebih mudah diserap tanaman, mudah diangkut karena jumlahnya relatif sedikit (lebih praktis), dan lain-lain.

Hanya saja, pupuk anorganik ini tidak mampu menggemburkan tanah seperti pupuk organik. Tetapi, kebutuhan nutrisi pada tanaman jauh lebih dapat dipenuhi dengan pupuk ini. Menurut pendapat terakhir, pupuk organik seperti pupuk kompos dan pupuk kadang asli sulit dikontrol. Sebagai contoh, kualitas pupuk kandang susah diatur karena bergantung pada makanan ternak, jenis ternak serta komposisi unsur yang ada di dalamnya. Tentu saja semakin baik makanan ternaknya ditambah pengolahan kompos itu sendiri memenuhi standar, maka kecukupan unsur hara dalam kompos tersebut dinilai akan baik. Sebaliknya, bila pembuatan kompos tersebut tidak mengikuti prosedur dan standar kualitas, ditambah makanan ternaknya sendiri tidak mencukupi, bisa jadi banyak unsur hara yang tidak terdapat di dalamnya.

Hal ini membuat Anda kesulitan menentukan dosis nutrisi yang diperlukan tanaman (karena unsur-unsur penting penyusun pupuk tidak dapat dikontrol dan tidak terukur). Berbeda dengan pupuk anorganik seperti ureanya misalnya, yang prosentase nitrogennya 46%. Jumlah nitrogen ini akan tetap sama di belahan bumi manapun. Jadi Anda tidak perlu khawatir tanaman akan kekurangan unsur ini karena Anda dapat memberikan dosis yang tepat.

Namun mana yang baik dan mana yang tidak baik, sebenarnya kembali kepada tujuan pemberian pupuk itu sendiri. Sebagai makanan tambahan atau pelengkap unsur hara yang ada, maka pemberian pupuk organis dan anorganik, tidak ada bedanya. Namun bila Anda sekaligus juga selain memicu pertumbuhan tanaman juga agar tanah kembali subur, maka penggunaan pupuk organik disarankan. Tentu saja seperti telah disinggung sebelumnya, penggunaan pupuk organik lebih sulit terkontrol karena sulit menggunakan takaran yang pas sesuai dengan yang diperlukan.

Pupuk Anorganik untuk Tanaman Jeruk

Jika Anda ingin menanam jeruk, sebaiknya gunakan pupuk anorganik dan perhatikan dosisnya agar tidak mencemari lingkungan, dan menimbulkan masalah kesehatan. Berikut dosis pemupukan tanaman jeruk yang dianjurkan oleh Dinas Pertanian Tanaman Pangan Sumatera Barat.

Umur   Urea (gr/ph)   SP-36 (gr/ph)  ZK (gr/ph)  Pukan (kg/ph)

1          200                25                  100            20

2          400                50                  200            40

3          600                75                  300            60

4          800                100                400            80

5          1000              125                500            100

6          1200              150                600            120

7          1400              175                700            140

8          1600              200                800            160

>8        1800-2000      200                800            200

Dengan mengikuti daftar tabel di atas, diharapkan tanaman jeruk dapat tumbuh dengan baik, kebal terhadap penyakit dan hama, serta berbuah lebat. Namun untuk mendapat hasil yang optimal, sebaiknya selalu dikontrol pada setiap fase pertumbuhan tanaman itu sendiri. Dengan demikian apabila ada gejala-gejala yang tidak baik, seperti pertumbuhan daun yang tidak sesuai, akan cepat bisa ditanggulangi sebelum terlambat. Pertumbuhan daun yang tidak optimal, merupakan salah satu indikasi ada yang tidak beres dengan asupan makanan maupun dengan kesuburan tanah itu sendiri. Tapi bila tanaman yang lain justru subur, pertumbuhan daun optimal, maka hal ini mengindikasikan bahwa yang bermasalah hanya tanaman tertentu saja.

 

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Manfaat Tumbuhan Hijau bagi Manusia - ANNEAHIRA.COM
  • Pohon Gaharu Adalah Investasi Hijau Menggiurkan
  • Mengenal Jenis Tanaman Hias
  • Mengenal Jenis Respirasi Tanaman
  • Membudidaya Pohon Duren
  • Teknik Hidroponik untuk Budidaya Tanaman
  • Buah Naga Merah - Kaktus yang Bermanfaat
  • Mengenal Pupuk Urea Lebih Dekat
  • Buah Durian Enak dan Bermanfaat
  • Cangkok Tanaman: Keunggulan, Cara, dan Tips
  • Pohon Ganitri: Paru-Paru Kota, Peluruh Lemak
  • Metode Pemangkasan Tanaman
  • Teknik Stek Tanaman
  • Macam-Macam Tanaman Hias: Begonia, Anggrek, dan Sansavieria
  • Si Manis Asam Buah Mangga
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA