logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Hiburan    Cerita    Cerita Rakyat

Legenda Putri Duyung - Si Wanita Ikan yang Mendunia


 

Ilustrasi putri duyung 

Anda tentu pernah mendengar kisah tentang Ariel si Putri Duyung yang terkenal itu, bukan? Putri Duyung memang hanya ada dalam negeri dongeng. Ia digambarkan seperti sesosok perempuan cantik dengan rambut panjang terurai hingga ke pinggang, memiliki bagian atas tubuh yang mirip manusia dan bagian tubuh bawahnya mulai dari pinggang menyerupai ikan.

Dalam kehidupan nyata, ada ikan duyung atau ikan dugong. Ikan dugong bila diamati secara menyeluruh, fisik dan gerak geriknya memang seperti penggambaran putri duyung. Hanya yang berbeda adalah bagian mulutnya yang terlihat melebar dan melengkung. Nama ‘dugong’ sendiri diambil dari Bahasa Tagalog yang jika dalam Bahasa Melayu digunakan istilah ‘duyung’ untuk menyebutkan jenis ikan yang sama.

Ikan duyung adalah mamalia laut pemakan rumput laut yang banyak terdapat di Australia dan beberapa negara di wilayah Indo-Pasifik. Minyak dan dagingnya banyak dicari orang untuk berbagai keperluan. Inilah yang menjadi penyebab semakin berkurangnya populasi ikan duyung. Bila ikan duyung menjadi most wanted karena dagingnya maka putri duyung dikreasikan dalam berbagai versi cerita.

Ada yang meyakini  kalau putri duyung sesungguhnya adalah seorang putri dari kerajaan yang dikutuk karena suatu kesalahan yang diperbuatnya dan dibuang ke laut. Putri itu dikutuk menjadi setengah ikan dan setengah manusia.

Putri duyung di masing-masing negara memiliki versi yang berbeda-beda. Di Jepang, masyarakatnya yang sebagian besar menganut kepercayaan Shinto percaya jika seseorang memakan daging putri duyung maka ia akan hidup selamanya. Di Assyria, dekat Sungai Tigris, masyarakat percaya jika putri duyung suka menggoda para pelaut. Jika pelaut tersebut terjerat maka ia akan mengalami musibah atau bahkan mati.

Sementara itu, di Indonesia kisah tentang putri duyung datang dari Indonesia bagian timur, Maluku. Pernah ditemukan sosok putri duyung yang kemudian dipelihara di dalam akuarium besar. Tubuhnya mirip belut dengan panjang 150 cm. Masyarakat yang menemukannya memberi makan berupa udang, ikan-ikan kecil, dan teripang. Namun, ia tidak memakannya sama sekali. Setelah bertahan selama 5 hari, lalu putri duyung itu mati. 

Dongeng Putri Duyung

Kisah Putri Duyung yang melegenda, salah satunya adalah berikut ini.

Alkisah di sebuah kerajan bawah laut, tinggallah seorang raja yang bijaksana. Ia sedang dalam masa berkabung karena baru saja ditinggal mati oleh permaisuri tercintanya. “Oh, bagaimana aku harus mengurus kelima putri cantikku sekarang?” Beruntung ia memiliki seorang pengurus rumah tangga senior yang siap membantunya menjaga dan membesarkan kelima putri duyung yang cantik. 

Raja pun menyerahkan tugas mulia tersebut kepadanya. Kehadirannya bukan sebagai pengganti sang ibu melainkan sebagai nenek yang disegani. Nenek pengasuh membuat peraturan kepada kelima putri duyung. Mereka baru bisa muncul ke permukaan laut untuk melihat dunia manusia setelah berusia tujuh belas tahun. “Mengapa harus pada usia tujuh belas tahun, nek?” tanya seorang putri duyung. Nenek pun menjawab,”Karena pada saat itulah kalian sudah siap dilihat manusia dan pastinya tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik.”

Waktu pun berlalu. Satu persatu putri-putri duyung tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik dan anggun. Namun, ada satu putri yang kecantikannya melebihi siapapun. Dia adalah putri duyung bungsu. Menurut hukum alam laut, ombak akan menjadi tenang saat putri duyung muncul di permukaan laut.

Pada suatu hari yang cerah, putri duyung bungsu muncul di permukaan laut. Dari kejauhan ia dapat melihat sebuah perahu menuju ke arahnya. “Oh, betapa tampannya penumpang di atas perahu itu. Ah, tidak yang satu lebih tampan.” Ucapnya pada dirinya sendiri setelah perahu semakin mendekat. Ia terperangah karena yang dilihatnya paling tampan ternyata adalah putra seorang raja. 

Tiba-tiba cuaca berubah menjadi buruk. Petir menyambar-nyambar. Angin topan berhembus dengan kencangnya. Perahu itu pun tenggelam terbawa arus. Melihat kejadian tersebut, putri duyung merasa sangat kasihan kepada Putra Raja. Ia pun menolong pemuda tampan itu.

Dalam keadaan tak sadarkan diri, dibawanya Putra Raja ke tepi pantai, sedangkan ia kembali ke dasar laut. Sulit baginya melupakan wajah sang Putra Raja. Ia pun menceritakan kegalauannya kepada kakak-kakaknya dan bagaimana ia bertemu pemuda tampan tersebut. Akan tetapi, semua kakaknya malah tertawa memperoloknya. “Pantas saja kau terlihat murung begitu,” kata salah seorang kakak.

Saking rindunya ia ingin kembali lagi ke permukaan laut. Ingin berjumpa dengan pria tampan itu. Sebenarnya nenek melarang ia ke permukaan laut untuk menjumpai putra raja karena ekor putri duyung sangat buruk dan tidak disukai oleh manusia. Namun, putri duyung bungsu bersikeras untuk melakukannya.

Ia pun pergi ke rumah seorang penyihir. Ia meminta bantuannya untuk menghilangkan kakinya. “Baiklah, aku bisa membantumu mendapatkan kaki cantikmu asalkan suaramu boleh kuambil,” kata sang penyihir. “Baiklah.” Kata putri duyung bungsu. “Saat kau sampai di permukaan laut, minumlah obat ini.” Putri duyung mengangguk. 

Sesampainya ia di permukaan laut, ia langsung meminum obat itu. Dan dalam waktu sekejap ia pingsan. Saat ia mulai siuman, putri duyung melihat sosok Putra Raja duduk di sampingnya sambil tersenyum. Alangkah bahagianya ia. Tapi sayang, ketika Putra Raja yang tampan itu menanyakannya, ia tak dapat menjawab. Suaranya hilang diambil sang penyihir.

Putra Raja kemudian menjadi sangat kecewa karena ia berhadapan dengan wanita cantik tapi bisu. Maka dari itu, ia pun meninggalkan putri duyung. Menangislah putri duyung karena terlampau sedih ditinggal pemuda tampan pujaan hati. Lalu ia menceburkan diri ke dalam laut untuk kembali ke rumahnya. Ia putus asa dan sangat malu kepada manusia. Inilah alasan mengapa putri duyung selalu mengelak dari pandangan manusia. 

Putri Duyung di Layar Lebar

Putri duyung versi layar lebar dibuat oleh perusahaan animasi terkenal dunia, Walt Disney Feature Animation. Tokoh utamanya adalah Ariel, seorang putri duyung yang dalam legendanya begitu ingin tahu tentang keadaan di permukaan laut. Cerita yang dianagkat ke layar lebar tersebut sama persis dengan legenda yang mengitari keberadaan putri duyung.

Ia bersama Flounder, sahabat ikannya, pergi mengunjungi seekor burung camar bernama Scuttle untuk mengetahui informasi lebih banyak tentang dunia manusia. Tentu saja ini dilakukannya tanpa sepengetahuan sang ayah, Raja Triton. 

Ariel, sang putri duyung, jatuh cinta pada Pangeran Erik yang ditolongnya saat badai menghempaskan kapal mewah yang ditumpanginya. Pangeran Erick secara samar-samar mendengar suara indah seorang gadis yang menolongnya. Setelah selamat dari kecelakaan itu dan kembali ke kerajaannya ia bertekad untuk mencari gadis penyelamatnya. 

Hari berganti hari, sang putri duyung tidak sabar ingin bertemu lagi dengan Pangeran Erick. Ia pun menemui Ursula, penyihir yang bisa membantunya agar bisa memiliki sepasang kaki. Namun, syaratnya agak berat, yaitu ia harus kehilangan suara emasnya. Namun, demi bertemu pujaan hatinya, ia rela melakukan apa saja. 

Putri duyung Ariel pun sampai di permukaan laut dengan sepasang kaki indahnya setelah meminum ramuan dari Ursula. Namun, Pangeran Erik tidak bisa mengenalinya karena Ariel telah kehilangan suara yang menjadi satu-satunya bukti bahwa ia yang menolong Pangeran tampan itu. Erik akhirnya memutuskan untuk menikah dengan seorang gadis yang ternyata adalah jelmaan dari penyihir jahat Ursula. Erik menikahinya karena mengira ia adalah putri duyung yang menolongnya karena memiliki suara yang sama indahnya. 

Hingga kini, keberadaan putri duyung sudah menjadi legenda masyarakat, bukan hanya masyarakat luar negeri, tapi juga Indonesia. Konon, kecantikan yang dimiliki oleh putri duyung pun hingga kini masih membuat banyak masyarakat penasaran.

Beragam Versi Legenda Putri Duyung

Wanita cantik berambut panjang terurai dengan badan menyerupai ikan dari pinggang hingga ekor, bersuara merdu, suka berjemur di karang dan tepi pantai. Itulah gambaran umum tentang sosok putri duyung. Legenda dan kisah duyung ini tersebar ke mana-mana. Hampir setiap negara memiliki cerita tentang putri duyung dengan versi yang berbeda-beda.

1. Putri Duyung dari Assyria

Berdasarkan penelitian sejarah, cerita tentang putri duyung pertama kali ditemukan di Assyria, kerajaan yang berpusat di hulu sungai Tigris, Mesopotamia, Irak, wilayah peradaban tua Babilonia. Cerita itu berkisah tentang putri duyung yang selalu menggoda para pelaut. Bila para pelaut tersebut tergoda maka akan terkena musibah bahkan kematian.

Oleh karenanya, masyarakat Babilonia sangat menghormati putri duyung tersebut. Bahkan, mereka menyembahnya sebagai dewa laut yang dikenal sebagai Ea atau Oannes. Dalam legendanya, mereka mempercayai bahwa putri duyung berasal dari seorang Dewi Atargatis yang menceburkan diri ke dalam danau karena malu telah membunuh seorang pemuda gembala yang dicintainya.

2. Putri Duyung dari Yunani

Cerita ikan duyung dari Yunani ini begitu popular di masyarakat sehingga pernah menjadi gambar yang menghiasi koin suku Corinthian, Yunani kuno. Tahun  500 SM Anaximander, seorang filsuf dari Ioni, Yunani berpendapat bahwa manusia asalnya dari sebuah spesies binatang air.

Walaupun sebenarnya teori ini merupakan cikal bakal teori evolusi, namun tak ayal pendapatnya tersebut dianggap sebagai pembenaran bahwa duyung adalah binatang air yang berevolusi menjadi manusia.

3. Putri Duyung dari Maluku

Dari tanah air legenda putri duyung juga ada, tepatnya dari bumi Maluku. Berdasarkan buku yang diterbitkan di Amsterdam, Belanda tahun 1718 terungkap fakta bahwa pernah ditemukan monster dengan wujud wanita setengah ikan di perairan Amboyna, kepulauan Maluku, Indonesia.

Setelah tertangkap “putri duyung” tersebut disimpan di akuarium besar. Pada saat diukur, makhluk tersebut mempunyai panjang tubuh 147,5 cm dengan bentuk mirip belut laut. Namun sayangnya, makhluk tersebut hanya bertahan hidup lebih kurang 4,5 hari lalu mati.

Menurut buku tersebut selama di akuarium makhluk aneh tersebut diberi makanan ikan-ikan kecil serta hewan laut lainnya seperti udang, cumi, teripang dan lain-lain, namun makanan tersebut tidak dimakan.

4. Putri Duyung dari Jepang

Menurut orang Jepang, berdasarkan kepercayaan Shinto di Kota Fujinomiya dekat kaki Gunung Fuji, Jepang, jika manusia memakan daging putri duyung, maka ia akan memperoleh keabadian. Legenda tersebut begitu hidup di tengah masyarakat Jepang yang modern, padahal cerita tersebut berasal dari legenda kuno 1.400 tahun yang lalu.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Ringkasan Cerita Ramayana Versi Jawa dan India
  • Penggunaan Kata2 Lucu
  • Illuminati - Antara Mitos dan Fakta
  • Maraknya Vidio Hantu dan Dampaknya bagi Perkembangan Anak
  • Ayo Lestarikan Cerita-Cerita Rakyat Indonesia
  • Contoh Cerita Dewasa Anak Sekolah
  • Kisah Sangkuriang dan Legenda Rakyat Lainnya
  • Manusia Raksasa dari Kitab Suci Hingga Fiksi Modern
  • Perlawanan Sultan Hasanudin si Ayam Jantan dari timur
  • Kumpulan Cerita Cinta Mengharukan dari Tokoh-Tokoh Legenda
  • Cerita Rakyat Malin Kundang dalam Kekinian
  • Menelisik Kontroversi Hikayat Hang Tuah
  • Cerita Rakyat Batu Menangis untuk Ibu dan Anak
  • Manfaat Dongeng Sebelum Tidur, Luar Biasa!
  • Cerita Wayang - Punakawan Simbol Kemanusiaan
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA