logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Sosial & Budaya    Sosial    Sosial Budaya    Putri Indonesia

Menjadi Putri Indonesia Seutuhnya

Oleh: AnneAhira.com Content Team

[img:left]putri-indonesia.jpg[/img]

Putri merupakan istilah yang diperuntukkan bagi perempuan yang merupakan keturunan dalam suatu kerajaan atau dinasti. Selain itu, putri juga merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut anak perempuan.

Istilah ini kemudian berkembang dengan dipergunakannya istilah putri dalam kontes – kontes kecantikan karena putri dinilai memiliki arti yang positif dan mencerminkan keanggunan dan kecantikan.

Penggunaan gelar putri dalam sejarah telah lama dikenal. Beberapa kerajaan yang disebutkan dalam sejarah nasional bangsa Indonesia juga memiliki panggilan – panggilan tertentu untuk putri kerajaan atau gelar kebangsawanannya.

Untuk Kasultanan Yogyakarta, dikenal gelar Raden Ayu, Bendoro Raden Ayu, Raden Ajeng, dan lain – lain. Gelar ini juga membedakan antara seorang putri yang telah menikah dengan yang belum akan memiliki gelar kebangsawanan yang berbeda.

Istilah putri juga digunakan untuk memberi nama pada produk – produk di pasaran yang membidik segmen perempuan. Misalnya untuk produk kosmetik, nama tempat perawatan wajah dan tubuh, dan juga untuk nama program – program kursus yang ditujukan bagi perempuan.

Pada masa penjajahan dan awal kemerdekaan, terdapat sekolah keputrian yang mengajarkan seorang perempuan untuk menjadi perempuan yang diinginkan pada masa itu. Yaitu perempuan yang nantinya akan menjadi ibu rumah tangga, membesarkan anak – anak, memasak untuk keluarganya, dan mengelola rumah tangga.

Bahkan pada sekolah keputrian juga diajarkan hal – hal yang mungkin bagi perempuan di masa sekarang sangat tidak perlu diajarkan karena telah dikuasai secara naluri ataupun dengan melihat contoh dari sekitar. Mencuci peralatan dapur, alat – alat makan mungkin saat ini tidak diajarkan dimanapun, namun ini merupakan salah satu program yang diajarkan di sekolah keputrian pada jaman dahulu.

Perempuan akan diajarkan bahwa antara sendok, piring dan gelas harus dipisahkan terlebih dahulu, dan bahwa gelas harus disabun terlebih dulu sebelum sendok dan piring. Mungkin beberapa orang menganggap ini sepele, namun jika dilihat dari maksud yang diajarkan, maka akan menerima.

Sendok dan piring lebih banyak mengandung lemak sehingga sabut atau spon pencuci akan mungkin terkena lemak yang semula menempel di piring atau sendok. Sementara gelas tidak banyak mengandung lemak, karena itu gelas harus disabun terlebih dahulu.

Bagi orang – orang tertentu akan merasa hal ini tidak begitu penting, namun sadar atau tidak, beberapa pelajaran di sekolah keputrian ternyata memiliki efek yang positif dalam kehidupan.

Contoh lain adalah, bahwa seorang perempuan harus sudah menyiapkan makan malam pada jam enam sore, dan makan malam harus dilakukan sebelum jam tujuh malam. Secara kedokteran, hal ini terbukti sangat bagus karena makanan yang diserap tubuh setelah jam tujuh malam sebagian besar hanya akan menjadi lemak yang menumpuk.

Menu makanan yang diajarkan pada pelajaran memasak juga sangat sesuai dengan program gizi yang sehat. Menu pada pagi hari, siang, cemilan sore dan hidangan malam telah memenuhi kebutuhan tubuh sehari – hari. Porsi sayur dan buah serta susu juga disesuaikan dengan umur.

Bayangkan jika saat ini masih terdapat sekolah keputrian semacam ini, tentu akan tercipta putri – putri masa kini yang mampu menjadi ibu rumah tangga yang akan menjamin terciptanya generasi penerus bangsa yang lebih sehat dan berkualitas.

Namun, sedikit banyak, pelajaran ini masih diajarkan juga di sekolah menengah pada mata pelajaran Pendidikan Kesejahteraan Keluarga serta pada Sekolah Menengah Kejuruan. Namun kondisi yang disiapkan saat ini adalah bukan sebagai putri yang nantinya akan menjadi ibu rumah tangga, namun mencetak generasi muda yang siap kerja dengan dibekali berbagai ketrampilan.

Perubahan jaman, perubahan kondisi dan lingkungan memang berpengaruh pada pola kehidupan, selera dan gaya hidup manusia. Namun kapanpun itu, pada dasarnya setiap perempuan tetaplah seorang putri yang nantinya memiliki peran yang besar di kehidupan rumah tangganya.

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA