Fathimah, Putri Rasulullah Saw.
Ilustrasi putri rasulullah
Apabila Anda pernah membaca biografi tentang Rasulullah Saw., Fathimah adalah salah seorang wanita yang memiliki tempat tersendiri di hati Rasulullah. Fatimah adalahputri Rasulullah sekaligus permata hatinya.
Dalam buku-buku sejarah Islam, disebutkan bahwa Fathimah merupakan salah satu wanita terbaik yang pernah ada di dunia. Bahkan, malaikat Jibril pernah menyampaikan wahyu kepada Rasulullah Saw. yang mengatakan bahwa Fathimah akan menjadi seorang penghuni surga paling mulia. Kebajikan Fathimah tergambar dalam perkataan Rasulullah yang menyebutkan, siapapun yang mencintai Fathimah berarti juga mencintai Nabi dan sebaliknya.
Mengenal Fathimah Az-Zahra, Sang Putri Rasulullah
Anda pasti bertanya, sedemikian mulianyakah Fathimah hingga dirinya mampu menjadi salah satu wanita teragung di alam semesta? Lalu, siapakah Fathimah? Ya. Fathimah adalah putri Rasulullah Saw. dan Khadijah r.a., istri pertama Rasulullah yang dengan setia menemani Nabi Muhammad dalam suka maupun duka.
Fathimah lahir pada hari jumat, tanggal 20 Jumadil Akhir tahun 614 Masehi. Sang putri Rasulullah terlahir saat Rasulullah Saw. sudah 5 tahun menjadi rasul. Namanya, Fathimah Az-Zahra, berarti Fathimah yang selalu bersinar.
Ia adalah satu-satunya orang di dunia yang perangainya paling mirip dengan Rasulullah Saw., mulai cara berbicara, berjalan, hingga tingkah lakunya. Pantas saja, Fathimah menjadi salah satu wanita terbaik karena Fathimah ibarat copy paste dari Rasulullah. Begitu seringnya Fathimah berbagi harta dan sedekah dengan yang lain. Tidak jarang Fathimah jatuh sakit karena menahan lapar akibat tidak ada santapan yang tersedia. Sungguh pribadi yang luar biasa.
Rasulullah juga menunjukkan kasih sayang yang sejati pada buah hatinya meskipun Fathimah telah menikah. Rasulullah selalu menyempatkan diri menyapa Fathimah ketika berangkat menunaikan salat Subuh dan minimal sekali seminggu mengunjungi putri tercintanya untuk mengetahui keadaannya.
Masa Kecil Fathimah, sang Putri Rasulullah
Fathimah adalah putri Rasulullah yang paling bungsu. Sebelumnya telah lahir Zainab, Ruqayya, dan Ummu Kulsum. Setelah lahir, ia diurus oleh keluarganya. Ini adalah hal yang tak lazim terjadi pada saat itu. Dahulu, orang-orang Arab menyerahkan bayinya yang baru lahir ke ibu susuan di pelosok selama beberapa lama.
Ia menghabiskan masa kecilnya di Mekkah. Saat itu, baying-bayang kesengsaraan menggelayuti Rasulullah karena banyaknya ancaman dari Kaum Quraisy. Pernah suatu waktu terjadi insiden menyedihkan. Saat sang Rasul sedang salat di dalam Kabah, Abu Jahal dan kawan-kawannya melempari sang putri Rasulullah dengan plasenta unta.
Sepeninggal Khadijah, sang ibu, Fathimah menjadi larut dalam kesedihan dan masih belum dapat menerima kematian ibunya. Akan tetapi Rasulullah terus menghiburnya, dengan memberitahu bahwa Jibril mengabari Rasulullah bahwa Allah telah membangun sebuah istana untuk sang ibu di surga.
Fathimah, Kilau Permata Abadi Putri Rasulullah
Pribadi Fathimah ibarat kilau permata yang selalu abadi bersinar. Pada sebuah kisah, diceritakan bahwa Rasulullah dalam keadaan sakit dan akan kembali kepada Allah Swt., pencipta jagat dan seisinya. Dengan sabar, Fathimah menjadi salah satu orang yang menjaga dan merawat Ayahnya.
Ketika kondisi Rasulullah mendekati ajal, beliau sempat memanggil Fathimah dan berkata padanya bahwa Fathimah adalah anggota keluarganya yang pertama kali menyusul kepergian Rasulullah Saw. untuk bertemu Sang Pencipta. Putri Rasulullah Saw. tersebut langsung menitikkan air mata sejadi-jadinya. Dirinya menyadari bahwa batas umurnya sebentar lagi akan bersua.
Namun, Rasulullah menenangkannya dan mengatakan bahwa Fathimah tidak perlu khawatir akan pendeknya umur yang diarungi karena Allah telah mengetahui bahwa amal Fathimah di dunia sungguh luar biasa. Fathimah adalah wanita terbaik dan akan menjadi permata abadi di surga kelak. Mendengar ucapan Rasulullah Saw., wajah Fathimah yang awalnya sendu berubah menjadi bahagia ibarat kilau permata.
Pernikahan Fathimah, Sang Putri Rasulullah
Fathimah menikah dengan salah satu sahabat Rasulullah yang paling cerdas, yaitu Ali bin Abi Thalib. Meski Fathimah mampu hidup dengan penuh kemewahan, putri Rasulullah ini lebih memilih berada di rumah yang mungil dan menjalani hari-hari dengan penuh kesederhanaan.
Doa Rasulullah pada pernikahan putrinya tersebut kini sering kali dituliskan di undangan-undangan pernikahan di Indonesia. Doa tersebut kurang lebih berbunyi:
"Semoga Allah mengumpulkan kesempurnaan kalian berdua, membahagiakan kesungguhan kalian berdua, memberkahi kalian berdua, dan mengeluarkan dari kalian berdua kebajikan yang banyak."
Ali bin Abi Thalib bahkan pernah berkata, "Aku menikahi Fathimah, sementara kami tidak mempunyai alas tidur selain kulit domba untuk kami tiduri di waktu malam dan kami letakkan di atas unta untuk mengambil air di siang hari. Kami tidak mempunyai pembantu selain unta itu"
Akan tetapi rupanya ini bukan masalah bagi seorang putri Rasulullah yang mulia. Ia menerimanya dengan lapang dada, dan tetap setia pada suaminya. Ia juga membesarkan anak-anaknya dengan penuh kasih sayang. Ia adalah perempuan salehah yang saat merasa lapar ia bersujud dan saat merasa lelah ia berzikir.
Pernikahan Fathimah Az-Zahra dan Ali bin Abi Thalib dikaruniai 5 buah hati, 3 orang putra dan 2 orang putri. Ketiga putra Fathimah Az-Zahra dan Ali bin Abi Thalib adalah Hasan, Husain, dan Muhsin. Sementara itu kedua putri Fathimah Az-Zahra dan Ali bin Abi Thalib adalah Zainab dan Ummu Kulsum.
Sekali waktu, Fathimah pernah meminta disediakan pelayan kepada ayahnya. Tujuannya adalah untuk membantunya mengerjakan pekerjaan rumah dan mengurusi kelima anaknya. Namun Rasullullah berkata kepadanya:
"Ucapkanlah: 'Wahai Allah, Tuhan pemilik bumi dan arsy yang agung. Wahai Tuhan kami dan Tuhan segala sesuatu yang menurunkan Taurat, Injil, dan Furqan, yang membelah biji dan benih. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan segala sesuatu yang Engkau kuasai nyawanya. Engkaulah awal dan tiada sesuatu sebelum-Mu. Engkaulah yang akhir dan tiada sesuatu di atas-Mu. Engkau-lah yang batin dan tiada sesuatu di bawah-Mu. Lunaskanlah utangku dan cukupkan aku dari kekurangan.'" (HR Tirmidzi)
Lantas Fathimah Az-Zahra sang putri Rasulullah kembali mengurus pekerjaan rumahnya sendiri.
Kepergian Fathimah Sang Putri Rasulullah
Saat sedang sekarat, Rasulullah memanggil Fathimah dan berkata bahwa ajalnya telah tiba dan Fathimah akan segera menyusulnya. Beberapa hari kemudian, Rasulullah wafat. Fathimah larut dalam kesedihan.
Memang benar, Fathimah adalah orang pertama dari keluarga Rasul yang pertama kali menyusul kepergian Rasulullah. Kurang lebih lima bulan setelah Rasulullah wafat, Fathimah mengikuti jejak Rasulullah Saw. Ia meninggal di bulan Ramadan.
Sebelum ajal menjemputnya, Fathimah telah merasakan batas usianya makin dekat. Dalam kondisi sakit, Fathimah meminta saudaranya untuk memandikannya dan mengenakan pakaian baru padanya. Fathimah berpesan bahwa saat ini dirinya telah suci dan melarang siapa pun menyingkap auratnya.
Ali bin Abi Thalib tentu menjadi sangat sedih. Ia menangis, tetapi berusaha menahan diri karena Fathimah memintanya untuk menjaga Hasan dan Husain jika ia meninggal. Fathimah juga meminta untuk dimakamkan tanpa upacara dan secara diam-diam.
Fathimah mengatakan telah siap untuk menemui Rabb semesta raya. Tidak lama kemudian, Fathimah menutup mata. Ali menuruti permintaan Fathimah untuk dimakamkan secara sembunyi-sembunyi. Selamat tinggal permata abadi dunia dan akhirat, sang putri Rasulullah. Semoga Allah makin mendekapmu dengan erat!

