logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Hiburan    Cerita    Cerita Mancanegara

Putri Salju - Cerita Gadis Cantik dari Negeri Dongeng


Ilustrasi putri salju 

    Daftar Isi
  1. Pemberian Nama Putri Salju
  2. Cerita si Putri Salju
  3. Putri Salju dan Burung Kuntul
  4. Ratu Tahu Putri Masih Hidup
  5. Hikmah Cerita Putri Salju
  6. Kue Putri Salju

Di Indonesia, nama putri salju sepertinya lebih dikenal sebagai nama dari salah satu jenis kue lebaran.

Kue khas lebaran itu diberi nama putri salju karena warnanya putih. Warna putih pada kue dihasilkan dari gula bubuk yang ditaburkan secara merata di atasnya. Sama dengan kue nastar atau kastangel, putri salju juga selalu diminati saat lebaran tiba.

Pemberian Nama Putri Salju

Pemberian nama putri salju pada kue khas lebaran itu rasanya mengacu pada seorang tokoh dari negeri dongeng. Tokoh tersebut adalah seorang putri cantik yang berkulit sangat putih dan mulus. Masyarakat luar negeri mengenalnya dengan sebutan snow white. Jika diartikan secara susunan kata, dalam bahasa Indonesia snow white berarti adalah salju putih. Namun, nama putri sepertinya lebih dipilih untuk menggambarkan sosok dalam dongeng tersebut.

Ya, tokoh dalam cerita dongeng itu adalah seorang putri cantik. Kecantikan putri tersebut semakin sempurna dengan perilaku dan kepribadiannya yang baik. Selayaknya cerita dongeng, cerita Putri Salju juga diciptakan. Cerita ini berakar pada kebudayaan masyarakat Jerman yang kemudian dikembangkan oleh dua kakak beradik yang dikenal dengan sebutan Brothers Grimm.

Brothers Grimm, begitulah masyarakat Jerman menyebut dua bersaudara ini, adalah dua orang pintar. Dari kepintarannya, Jacob Grimm dan Wilhelm Grimm telah menghasilkan banyak sekali cerita-cerita  dongeng yang menarik. Mereka berdua sangat terkenal dan dicintai di negaranya, Jerman.

Seandainya berbentuk manusia, Putri Salju pasti sudah sangat tua. Cerita mengenai putri cantik dan baik ini pertama kali diciptakan pada 1937. Dua lelaki itu menciptakan cerita yang penuh dengan pelajaran. Mereka berdua menciptakan sebuah cerita bukan hanya sebatas cerita. Pesan moral pun tidak lupa diikutsertakan.

Cerita Si Putri Salju

 

Masyarakat luar negeri mengenalnya dengan sebutan Snow White.

Jika saat salju turun dan ratu tidak sedang menjahit, Putri Salju mungkin tidak akan pernah hadir. Cerita Putri Salju dimulai saat itu.

Badai salju tengah terjadi ketika ratu sedang menjahit. Entah karena kelelahan atau mungkin tidak teliti, ratu yang sangat hobi menjahit tertusuk jari tangnnya secara tiba-tiba. Darah pun menetes mengenai salju yang ada di celah-celah jendela rumahnya.

Tiga tetesan darah ratu membuat salju yang putih berubah menjadi merah. Ketika tengah memerhatikan salju “berdarah” itu, ratu yang belum dipercaya untuk hamil secara tidak sengaja bergumam. Ratu bergumam, seandainya dikarunia seorang anak, ia ingin anaknya kelak berkulit seputih salju, bibir semerah darah, dan rambut sehitam pohon eboni.

Gumaman ratu seolah menjadi doa. Tak lama setelah ia bergumam, ratu dikejutkan dengan berita kehamilannya. Ratu pun melahirkan seorang bayi perempuan yang cantik. Apa yang diinginkan ratu dikabulkan. Namun, kebahagian tidak lama menghampiri ratu dan keluarga. Sesaat setelah melahirkan, ratu meninggal dunia.

Penderitaan Putri Salju dimulai. Ketika ayahnya memutuskan menikah lagi, kesedihan seolah menjadi bagian dari dirinya. Ibu tiri Putri Salju sungguh jahat. Ia yang memiliki cermin ajaib merasa tidak ingin kecantikannya tersaingi oleh siapapun, termasuk Putri Salju. Cermin ajaib yang selama ini selalu berada di pihaknya, tiba-tiba silau dan mengagumi kecantikan Putri Salju. Merasa tersaingi, ibu tiri Putri Salju selalu menghadiahkan kesengsaraan baginya.

Suatu hari, The Queen, sebutan untuk ibu tiri Putri Salju merencanakan untuk membunuh Putri Salju di dalam hutan. Mengetahui hal itu, Putri Salju pun melarikan diri. Akhirnya, sampailah ia disuatu rumah di dalam hutan. Rumah yang ditemukan Putri Salju itu ternyata milik tujuh orang kurcaci. Tujuh kurcaci itulah yang melindungi Putri Salju dari rencana jahat The Queen.

Mengetahui Putri Salju masih hidup, The Queen kembali merencanakan sesuatu. Kali ini, ia memiliki rencana yang cukup jenius. Ia menyamar sebagi penjual apel. Apel yang telah diberi racun itu tanpa sadar dimakan oleh Putri Salju. Putri Salju pun pingsan taksadarkan diri. Mengetahui hal itu, para kurcaci melakukan upaya untuk menyadarkan sang Putri tapi semuanya gagal.

Kurcaci kemudian meletakkan Putri Salju pada sebuah kotak hingga suatu hari ada seorang pangeran tampan tengah berjalan-jalan ke hutan. Melihat kecantikan Putri Salju, pangeran tampan itu jatuh cinta. Di akhir cerita, pengeran tampan itulah yang berhasil membangunkan Putri Salju dari tidur panjangnya. Mereka menikah dan cerita berakhir dengan bahagia.

Dongeng Putri Salju dan Burung Kuntul

 

Di sebuah kerajaan, hiduplah seorang putri cantik bernama Putri Salju. Sehari-hari, Putri Salju sering bersantai di depan sebuah jendela besar istana kerajaan dan memandang keadaan di luar dari jendela tersebut.

Lewat jendela ini, Putri Salju dapat menyaksikan salju, laut yang membeku menjadi es. Ia pun sering memikirkan pernikahannya yang akan segara tiba. 

Pada suatu malam sang putri kembali berdiri di depan kaca jendela yang dipenuhi bunga salju halus dan terbayang di pikirannya untuk bisa menggunakan mahkota seperti bunga salju itu.

Keesokan harinya, seorang lelaki tua datang ke istana dan mangatakan bahwa dirinya mampu membuat mahkota seperti yang diinginkan Putri Salju.

Sang putri pun gembira sambil bertanya kepada orang tua itu bagaimana cara mendapatkankannya. Orang tua itu menjawab, caranya hanya membunuh seekor burung kuntul.

Mendengar jawaban orang tua itu, mata Putri Salju menjadi  redup dan sedikit tidak setuju jika harus membunuh burung kuntul.

Putri Salju terbayang akan burung-burung kuntul yang indah itu terbang di langit pada musim panas. Putri Salju tidak mungkin melakukan hal itu.

Setelah beberapa saat, sang putri kembali berdiri di depan jendela dan merenungkan hal tadi dan beberapa saat kemudian, Putri Salju tertidur.

Dalam tidurnya, Putri Salju bermimpi melihat seorang yang tua membawa sebuah mahkota sangat indah dengan kotak emas, bulu yang halus, putih ,dan bersih, serta butir-butir berlian yang berkilauan.

Putri Salju yang menggunakan mahkota itu terlihat sangat memesona saat pernikahnnya. Semua orang sangat terkesima melihat kecantikan sang putri. 

Saat musim panas setelah pernikahannya, Putri Salju dan ayahnya berkunjung ke padang rumput hijau yang sedang bersemi di sekitar luar istana. Mereka berdua lalu masuk ke semak perumpung.

Di bawah langit biru, tak satupun terlihat seekor burung kuntul. Putri Salju merasa sangat aneh dan tiba-tiba sang putri menyaksikan ribuan ekor burung kuntul berbaring.

Burung kuntul itu ada yang sudah mati, ada yang mulutnya terbuka lebar menghembuskan nafas terakhirnya. 

Seekor burung kuntul yang sedang sekarat kemudian berkata kepada Putri Salju bahwa sang putri adalah orang pertama yang memakai bulu mahkota burung kuntul sehingga burung kuntul hampir musnah dibunuh.

Tidak akan ada lagi burung kuntul di langit. Putir Salju akhirnya merasa menyesal dan tak lama kemudian ia bangun dari tidurnya. Kejadian tadi terntaya hanya mimpi. 

Putri salju pun merasa menyesal karena menginginkan kecantikan dengan cara akan membunuh seekor burung kuntul. Ia pun akhirnya melarang semua pejabat dan rakyat menyakiti makhluk hidup lainnya hanya untuk kepentingan pribadi. 

Hari pernikahan Putri Salju pun tiba. Ribuan bunga salju berputar di atas langit dan tiba-tiba terlihat sebuah mahkota indah melayang dan hinggap dia atas kepala sang putri. Ternyata itu adalah hadiah dari dewi kuntul karena kebaikan sang Putri Salju. Sejak saat itu, kehidupan di negerii salju menjadi makmur. 

Putri Salju dan Tujuh Kurcaci

Hikmah Cerita Putri Salju

Putri Salju adalah nama yang sudah tidak asing lagi dalam legenda dunia dongeng karya Disney.

Meksi keberadaan filmnya yang dalam bahasa Inggris disebut dengan judul Snow White and the Seven Dwarfs muncul sejak 1937, tapi keberadaan kisah Putri Salju ini seolah tak akan pernah lepas dari ingatan pencinta dongeng, termasuk juga para anak-anak.

Anak-anak Indonesia lantas mengenalnya dengan sebutan kisah Putri Salju dan Tujuh Kurcaci. Nah, lantas siapa sebenarnya Putri Salju itu sendiri? Dan bagaimana kisahnya sehingga sangat santer di seantaro jagat dongeng?

Kue Putri Salju

Nah, demikianlah kisah petualangan Putri Salju dengan tujuh kurcaci yang sangat melegenda tersebut. Bagi anak-anak, dari cerita ini akan diambil pelajaran bahwa sikap iri dan dengki ratu itu tidak baik dan berujung kesengsaraan.

Sementara sikap sabar dari Putri Salju akan membawa kepada kebahagiaan, jika memang bersabar menjalaninya. Nah, di Indonesia sendiri, ternyata ada nama kue kering yang biasa dihidangkan pada saat Hari Raya Idul Fitri.

Entah kebetulan atau terinpirasi, nama kue yang memiliki rasa manis dan berwarna putih itu dinamakan; Putri Salju!

Kisah Putri Salju ini bermula dari kisah seorang Ratu permaisuri kerajaan yang terkenal sangat cantik dan selalu mematut diri di depan cermin yang bisa bicara.

Setiap kali dia bertanya, siapakah yang paling cantik di kerajaan ini? Cermin pun menjawab bahwa dirinyalah yang lebih cantik.

Akan tetapi sejak lahir putrinya yang sangat cantik lantaran berambut hitam lebat dan berkulit putih seputih salju, maka saat ditanya kembali, cermin itu menjawa bahwa sang Putrilah yang paling cantik di dunia ini.

Mendengar hal itu, sang Ratu merasa cemburu dan marah besar. Ia mulai tidak senang dengan putri yang ia idamkan semasa dulu.

Ia lalu menyusun rencana untuk memusnahkan Putri Salju agar tidak ada yang bisa menyainginya. Caranya ia akan membawa Putri Salju berburu ke hutan bersama seorang pemburu. Di sana, Putri Salju akan dibunuh. 

Maka berangkatlah Putri Salju bersama dengan sang pemburu tersebut. Di tengah hutan, si pemburu merasa tidak tega untuk menikam Putri Salju dengan pisaunya karena Putri Salju sangatlah cantik dan ia merasa kasihan, apalagi Putri Salju sendiri berjanji tidak akan kembali lagi ke istana jika memang ibunya tidak suka.

Maka si pemburu pun tenang karena ia yakin, gadis secantik Putri Salju akan mati dengan sendirinya di hutan oleh binatang buas. Pada saat itu, sang pemburu melihat seekor babi yang melintas.

Dia segera membunuhnya dan membawa paru-parunya sebagai bukti kalau Putri Salju sudah ia tikam dan itulah paru-paru dari tubuh Putri Salju.

Maka jadilah, Putri Salju hidup sendirian di hutan balantara yang sangat lebat sekali. Suasana yang mencekam dan suara-suara yang menakutkan membuatnya menangis.

Akan tetapi ia terus berusaha mencari tempat perlindungan agar tidak keburu dimangsa oleh binatang-binatang buas. Atas kerjas kerasanya, tibalah Putri Salju di sebuah gua.

Di sana ada sebuah meja makan dengan piring, kursi, sendok, roti, gelas, dan tempat tidur yang berjumlah serba tujuh. Putri Salju yang merasa kelaparan langsung menarik kursi dan memakan apa saja yang ada di meja.

Saat ia merasa kenyang, maka Putri Salju pun merasakan matanya mulai merasa mengantuk. Maka dengan pulasnya. Putri Salju pun terlelap karena letih dan kenyang. Pada saat itulah, muncul 7 kurcaci yang baru saja pulang dari aktivitas bekerjanya.

Tak lama kemudian terjadi kegaduhan karena kursi, piring, dan makanan sudah tidak pada tempatnya, bahkan makanan hilang. Mereka saling menuduh dan menyalahkan. Akan tetapi mereka sadar karena semuanya sejak tadi pagi berada di luar dan tetap pulang bersama-sama.

Saat mereka masuk kamar tidur, mereka baru sadar kalau ada orang lain yang masuk ke kediaman mereka. Orang tersebut tak lain dan tak bukan adalah Putri Salju.

Mereka langsung mendekati Putri Salju dengan lilin yang menyala. Saat dilihat paras Putri Salju yang sangat jelita mereka sangat senang bukan main dan merasa tidak tega untuk membangunkannya. Akhirnya malam itu, 7 kurcaci tersebut bergantian menjaga Putri Salju. 

Keesokan harinya, Putri Salju pun terbangun dan kaget dengan para kurcaci tersebut. Putri Salju mendengar penjelasannya dan ia meminta maaf.

Lalu ia bercerita tentang Ratu dan Pemburu yang berniat membunuhnya, hingga akhirnya ia bisa selamat dan menemukan tempat tinggal itu. Para kurcaci semakin kasihan mendengarnya. Singkat kata, Putri Salju diperbolehkan tinggal di gua tersebut asalkan mau membantu beres-beres dan masak makan malam, karena setiap hari mereka bekerja di tambang emas. Putri Salju pun hidup dengan mereka. Jadi keluarga. 

Ratu Tahu Putri Salju Masih Hidup

Sementara itu, sang Ratu lagi kesal karena cerminnya bicara kalau yang lebih cantik adalah Putri Salju. Itu berarti si pemburu telah berbohong dan sudah ditipu mentah-mentah. Maka Ratupun berusaha ke hutan dan mencari Ratu, hingga akhirnya dia menemukan rumah para kurcaci dan ia melihat Putri Salju berada di sana. Mulailah ia menyamar sebagai orangtua yang hendak memberikan apel kepada Putri Salju. Putri Salju yang sudah bosan dengan makanan rumah merasa ingin mamakan apel tersebut, akan tetapi dia ingat akan pesan 7 kurcaci kalau Putri Salju tidak boleh sembarangan menerima tamu apalagi memakan sesuatu darinya. 

Namun, karena sang Ratu yang sedang menyamar terus membujuk dan membuktikan kalau apel itu tidak beracun karena ia sendiri memakan setengahnya, maka Putri Salju pun terbujuk. Ia percaya akan kebaikan si nenek, dan ia pun memakanya. Baru satu gigitan saja dan belum sempat terkunyah, Putri Salju langsung terjatuh dan terkapar. Si nenek jahat pun girang ia meninggalkan Putri Salju sendirian. Datanglah para kurcaci dan mereka sedih melihat Putri Salju meninggal.

Akan tetapi, mereka tidak melihat Putri Salju seperti mayat karena ia tetap cantik dan merona. Akhirnya mereka membuatkan Putri Salju sebuah peti mati kaca yang berhiaskan emas. Mereka terus memandangi Putri Salju yang seperti sedang tertidur. Hingga datanglah pangeran yang singgah ke gua tersebut dan melihat peti tersebut. Pangeran takjub bukan main, dan ia ingin agar peti berisi Putri Salju itu dibawa ke istana. Para kurcaci menolak. Namun, pangeran memohon lantaran ia rasanya tak bisa hidup tanpa peti itu.

Mulailah hari-hari pangeran dengan peti itu. Ke mana saja dia selalu bersama peti tersebut, hingga suatu hari pengawalnya kesal karena harus repot membawa peti mati. Dikeluarkannya Putri Salju dari dalam peti lalu diberdirikan. Tangannya digoyang-goyang bahkan saking kesalnya, pengawal tersebut memukul punggung dan tengkuknya. Tak sengaja, potongan apel dalam tenggorokan keluar, dan putri pun hidup kembali.

Akhir kisah, Putri Salju pun menikah dengan pangeran. Ratu jahat pun diundang karena penasaran ternyata masih ada yang lebih cantik darinya. Akan tetapi sesampainya di lokasi pesta, ratu sangat kaget karena pengantin wanitanya adalah Putri Salju yang dikira sudah mati. Karena pangeran tahu, ratu tersebut jahat maka ia memerintahkan ia menari dengan mamaki sepatu yang sudah dipanaskan dengan bara memanas. Akhirnya, ratu jahat pun meninggal saat ia menari-nari. Maka cerita Putri Salju ini pun berakhir happy ending.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Kisah Islami Hatim At-Thayyi
  • Menarik dan Menggelitiknya Ragam Kisah BB
  • Misteri Para Penjelajah Waktu
  • Kelebihan Novel Karya Kahlil Gibran
  • Legenda Ikan Duyung
  • Cerita Komik Naruto Hokage
  • Dongeng Kancil dan Buaya - Pengantar Tidur Anak
  • Galaksi Andromeda - Galaksi Andromeda vs Bima Sakti
  • Drama Sebuah Pertunjukan Berusia Tua
  • Cerita Inspirasi Kristen untuk Anak-Anak
  • Komik Superhero dari Amerika untuk Dunia
  • Cerita Inspirasi Hidup yang Penuh Hikmah
  • Manfaat Cerita Bahasa Inggris dan Contohnya
  • Berkenalan dengan Komik Neon Genesis Evangelion
  • Cinderella Story: Dongeng Cinderella dalam Bentuk Film
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA