logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Industri & Perdagangan    Peternakan    Peternakan Puyuh

Penyakit Burung Puyuh dan Cara Mengatasinya


Penyakit merupakan salah satu hambatan dan ancaman dalam usaha ternak. Tak terkecuali ternak puyuh, ternak-ternak hewan lain dari jenis unggas maupun bukan selalu saja dihadapkan pada masalah yang sama. Penyakit. Lantas, apa sajakah penyakit-penyakit yang memiliki kemungkinan untuk menyerang ternak puyuh? Bagaimana pula cara mengatasi penyakit-penyakit tersebut?

Pada kesempatan kali ini, penulis akan mengajak pembaca untuk mengenal berbagai penyakit yang biasa diderita oleh ternak puyuh serta mengetahui cara-cara mengatasinya. Anda penasaran, bukan? Berikut adalah pembahasan mengenai penyakit-penyakit pada burung ini dan cara mengatasinya.

Jenis Penyakit pada Burung Puyuh dan Penyembuhannya

1. Penyakit Cacing

Ternyata, penyakit cacing atau cacingan ini tidak hanya terjadi pada manusia, tetapi juga pada burung. Penyakit cacing pada burung akan terlihat dari tanda-tanda berupa perubahan bentuk badan burung yang berangsur-angsur menjadi kurus dan kering. Penyakit cacang pada burung ini dapat disembuhkan dengan cara pemberian obat cacing pada minuman burung.

Pemberian obat cacing pada burung ini harus sesuai dengan ketentuan atau mengikuti peraturan yang diberikan oleh pabriknya. Jangan sampai pemberian obat ini over dosis karena nantinya burung bukannya sembuh, melainkan langsung mati. Beberapa jenis penyakit cacing yang sering diderita burung, di antaranya cacing pita, cacing rambut, dan cacing usus buntu. Cacing-cacing tersebut hidup sebagai benalu dalam tubuh burung sehingga sangat membahayakan.

2. Penyakit Tetelo atau New Castle Disease (NCD)

Anda dapat memastikan bahwa burung puyuh terkena penyakit ini ketika melihat beberapa gejala, seperti burung kelihatan lesu dan seperti mengantuk secara terus menerus. Lalu, kepalanya selalu menunduk dan ada juga yang selalu menghadapkan kepalanya ke atas, serta kadang-kadang burung memutar lehernya. Gejala lainnya dapat dilihat dari nafasnya yang sesak serta seringnya burung membuka paruh seperti yang kepanasan.

Penyembuhan penyakit tetelo ini bisa dilakukan dengan cara memberikan pil atau kapsul antitetelo. Pil atau kapsul-kapsul ini sudah banyak diproduksi oleh pabrik-pabrik obat-obatan khsusu untuk ternak. Tak hanya oleh pabrik, obat-obat ini pun banyak diracik oleh peternak-peternak yang sudah besar. Pil atau kapsul-kapsul ini sebenarnya hanya mengurangi penderitaan si burung, karena hingga saat ini, obat yang benar-benar mampu menyembuhkan penyakit ini belum ditemukan.

3. Penyakit Pilek dan Snot

Jika Anda mendapati burung-burung ternak sering bersin, air matanya selalu mengucur, lesu, kurus, dan terlihat sangat merana, boleh jadi burung-burung ternak Anda sedang terserang penyakit pilek dan snot. Penyakit ini biasanya terjadi karena burung-burung tadi mengalami kekurangan vitamin A.

Untuk itu, pemberian vitamin A yang mencukupi mampu menyembuhkan penyakit tersebut. Setelah mengonsumsi vitamin A yang mencukupi, biasanya burung-burung akan kembali sehat sepertisedia kala.

4. Penyakit Mencret Merah

Penyakit mencret merah pada burung ditandai dengan gejala seperti burung menjadi sering duduk dengan kepalanya agak ditarik ke dalam. Sayapnya akan terkulai dan mencuat ke bawah seakan-akan tergantung. Bulunya kusut dan burung terlihat sangat merana sekali. Untuk mengobati penyakit tersebut, Anda bisa memberikan minuman dari campuran sulfa atau bisa juga dari campuran trisulfa atau sulfa nezatine.

5. Penyakit Cacar

Penyakit cacar pada burung ditandai dengan gejala-gejala seperti bagian muka burung yang ditumbuhi bintik-bintik kecil. Kadang, bintik-bintik itu merupakan sebuah kurap, namun kurap tersebut seperti bersambungan dan menempel pada kulit atau ada juga yang menempel pada bulu.

Lalu, gejala lainnya adalah mulut burung sering mengeluarkan lendir yang berbau sehingga mengganggu pernapasannya sendiri. Untuk penyembuhan penyakit ini, setidaknya terdapat beberapa cara yang bisa Anda lakukan.

Pertama bisa dengan vaksinasi. Vaksin bisa dicoretkan pada ketiak burung yang sakit tadi. Cara kedua adalah dengan memberikan obat-obatan cacar yang banyak dijual di apotek. Campurkan obat-obat cacar tadi dengan minuman untuk burung.

Terakhir, bisa juga dilakukan dengan cara memberikan salep untuk penyakit kulit. Salep ini, selain baik untuk mengobati cacar, juga sangat baik untuk menumbuhkan bulu-bulu yang sudah gundul. Jika perawatan dilakukan secara berkala, biasanya dalam waktu 2 minggu, burung-burung tadi akan kembali sehat.

6. Penyakit Kolera

Penyakit kolera pada burung puyuh ditandai dengan gejala-gejala seperti kotoran atau tahinya encer dengan warnanya agak kekuning-kuningan, coklat, dan hijau. Selain itu, burung ini biasanya menjadi malas untuk bergerak dan banyak menundukkan kepala. Nafsu makannya berkurang secara drastis, tetapi minumnya menjadi sangat banyak sekali.

Penyembuhan dapat dilakukan dengan memberikan obat-obatan yang berguna untuk menyembuhkan kolera pada ayam. Obat-obatan ini sudah banyak diproduksi oleh pabrik-pabrik dan banyak dijual di berbagai toko atau perlengkapan peternakan. Anda bisa memberikan obat-obat tersebut kepada burung, namun dengan mengurangi kadar kekerasannya.

7. Penyakit Radang Cabang Tenggorokan

Penyakit radang cabang tenggorokan dapat diidentifikasi melalui gejala-gejala yang ditunjukan. Salah satu gejala yang paling mudah diamati adalah pernapasan burung seakan lebih pendek sehingga terlihat terengah-engah. Biasanya, akan terlihat adanya kerak nanah yang berbau busuk yang menutupi lubang hidung.

Penyembuhan penyakit ini dapat dilakukan dengan memberikan vaksin CRD untuk setiap burung yang belum terinfeksi terlalu parah. Burung yang sudah terinfeksi parah biasanya hanya tinggal menunggu kematian karena sampai saat ini belum ada temuan obat yang mempu menyembuhkan penyakit ini secara total.

Vaksinasi pada Burung Puyuh

Saat ini, telah banyak ragam vaksin yang dibuat oleh pabrik obat-obatan untuk hewan. Sebagian besar, pabrik-pabrik tadi mengimpor bahan vaksin ini dari luar negeri untuk kemudian diramu di dalam negeri. Sampai saat ini, beberapa vaksin yang telah berhasil dibuat di dalam negeri, antara lain vaksin NCD dan NRD yang dipergunakan sebagai vaksin untuk penyakit cacar dan kolera.

Seperti halnya obat-obatan untuk manusia, obat-obatan untuk hewan ini pun memiliki batas waktu tertentu dalam penggunaannya. Jangan sampai obat-obatan yang telah kadaluwarsa masih diberikan pada hewan atau ternak yang sakit. Pemberian obat-obatan kadaluwarsa ini bukannya akan menyembuhkan, tetapi justru akan membunuh hewan ternak, termasuk burung ini.

Dalam peternakan burung ini, penggunaan vaksin ini dibagi ke dalam beberapa cara. Adapun cara-cara tersebut adalag sebagai berikut.

  • Vaksinasi dilakukan dengan cara melakukan suntikan. Pemberian vaksin pada burung ini sebaiknya sudah dilakukan ketika burung masih berusia satu hari. Pemberian vaksin ini sebaiknya dilakukan secara berjangka, yakni antara 3 sampai 4 bulan sekali.
  • Vaksinasi dapat dilakukan dengan cara meneteskan pada matanya atau pada lubang hidungnya. Dosis vaksin untuk 100 anak ayam sama ukurannya dengan dosis untuk 200 burung in. Untuk keperluan itu, diperlukan pula 5 ml air sebagai bahan campuran vaksin. Pemberian vaksin dengan cara ini membutuhkan waktu yang lama dan keahlian khusus.
  • Vaksinasi dilakukan dengan cara menyampurkan vaksin tersebut pada minuman burung. Cara ini dianggap yang paling praktis karena Anda dapat melakukan sekali vaksin pada ratusan hingga ribuan burung.

Cara melakukan vaksinasi yang terakhir ini adalah sebagai berikut.

  • Vaksin 1 ampul untuk 50 ayam dilarutkan dalam 2 liter air, diberikan kepada 100 puyuh.
  • Vaksin 1 ampul untuk 100 ayam dilarutkan dalam 4 liter air, diberikan pada 200 ekor.
  • • Vaksin 1 ampul untuk 500 ayam dilarutkan dalam 20 liter air, diberikan pada 1000 ekor.

Nah, itulah informasi mengenai berbagai penyakit puyuh dan cara mengatasainya. Dengan adanya pemahaman ini, diharapkan peternak mampu mengurangi kerugian yang diakibatkan oleh gangguan penyakit maupun kematian.

Semoga bermanfaat.

Tolong di SHARE :
Tweet
Artikel Terkait
  • Membuat Kandang Puyuh untuk Peternakan
  • Sekilas Tentang Puyuh dan Latar Belakang Budidaya Puyuh
  • Persiapan Sebelum Ternak Burung Puyuh
  • Penetasan Telur Puyuh dalam Usaha Peternakan
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Komp. Buah Batu Regency Blok A2 No.9
Bandung Jawa Barat - INDONESIA