Rahasia Dapur: MSG

Rahasia dapur setiap rumah tangga berbeda-beda. Namun, ada satu rahasia dapur yang sama-sama dipegang oleh para ibu dan pengemudi kegiatan dapur. Yakni, penyedap rasa. Sebagian besar, memilih MSG sebagai rahasianya. Namun, sebagian ibu-ibu memilih bumbu-bumbu alami sebagai penyedap rasa.
Apa itu MSG?
MSG (monosodium glutamat) adalah bumbu penyedap masakan sintetis berbahan baku monosodium glutamat. Glutamat merupakan asam amino yang pada umumnya terdapat dalam setiap bahan makanan yang mengandung protein. Ia berperan mempengaruhi sinyal-sinyal saraf pada neuron-neuron tertentu. Sehingga asam amino ini dikenal dengan istilah neurotransmitter (penghantar informasi).
Asam glutamat pertama kali ditemukan oleh seorang professor di tokyo university. Professor Kikunae Ikeda menemukan rahasia dapur yang cukup terkenal ini pada tahun 1908. Rahasia kelezatan makanan ternyata berasal dari asam glutamat yang terdapat dalam rumput laut (Lamunoria japonica). Dan ternyata rumput laut ini memang dari zaman dahulu sudah menjadi rahasia dapur orang jepang.
Sejak terungkapnya rahasia ini, jepang kemudian memproduksi asam glutamat dengan cara mengekstrak bahan alami. Dan berkat perkembangan teknologi industri makanan, tahun 1965 ditemukan metode yang lebih maju untuk menghasilkan MSG dari proses fermentasi. Sehingga bisa dihasilkan produk asam glutamat dalam jumlah besar.
Si Penguat Rasa
Apa sebenarnya rahasia MSG sehingga bisa melezatkan cita rasa masakan? Sebenarnya MSG jika berdiri sendiri tidak memiliki rasa. Namun, ketika bahan ini dicampur dengan bahan makanan tertentu akan menimbulkan sensasi rasa lezat. Hal ini terjadi karena, si ‘glutamat’ berfungsi sebagai neurotransmitter yang mengirimkan sinyal ke otak. Dan sinyal ini kemudian diterjemahkan oleh otak sebagai sensasi rasa gurih dan lezat pada makanan tersebut.
Dan tambahan rasa lezat ini ternyata tidak berlaku pada semua jenis makanan. Asam glutamat hanya bereaksi sebagai neurotransmitter pada makanan yang memiliki rasa dasar asin dan asam, contohnya pada gulai dan sayur. Itulah sebabnya kenapa MSG tidak pernah dimasukkan pada minuman yang manis atau obat-obatan yang pahit. Karena, pada jenis makanan tersebut asam glutamat akan memberikan reaksi yang lain.
Amankah MSG?
Sampai saat ini penggunaan MSG sebagai rahasia dapur masih menjadi pro dan kontra. Sebagian ibu-ibu masih menganggap bahwa konsumsi MSG dapat mempengaruhi / merusak jaringan otak. Selain itu, kehalalan MSG juga sempat menjadi polemik di tengah masyarakat.
Secara umum berbagai merk produk MSG yang beredar di Indonesia sudah melalui uji Depkes sehingga dinyatakan layak dan aman untuk dikonsumsi. Hanya saja, takaran penggunaan tetap harus diperhatikan. Batas konsumsi wajar MSG dalam sehari untuk orang dewasa adalah 6 mg/Kg berat badan. Atau sekitar 2 gram per hari.
Selain itu beberapa merk produk MSG yang beredar di dalam negeri juga sudah mendapat sertifikat halal dari MUI (Majelis Ulama Indonesia). Karenanya kita tidak perlu terlalu phobia menambahkan MSG dalam masakan kita. Hanya saja, takaran konsumsi perlu dipertimbangkan, janagan sampai melebihi batas normal penggunaan MSG yang wajar.






