Menyikapi Ramalan dengan Bijak
Ramalan merupakan prediksi atau perkiraan mengenai sebuah peristiwa yang akan terjadi di masa depan. Sejak dahulu, ramalan sudah ada dan berkembang menghiasai kehidupan masyarakat dunia. Ramalan adalah sebuah ritual yang sangat mendarah daging dalam tradisi masyarakat Indonesia. Hal ini terbukti dengan maraknya perdukunan dan ahli nujum.
Tidak hanya berlaku zaman dahulu, ramalan sudah merambah kehidupan manusia modern. Di era globalisasi yang sarat persaingan dan kemajuan teknologi informasi ini, ramalan masih menjadi hal menggiurkan. Perkembangan zaman nyatanya tidak turut serta mengembangkan kerangka berpikir manusia tentang sesuatu yang dianggap gaib atau belum diketahui kebenarannya.
Bahkan, ramalan kini semakin banyak versinya. Ada yang menggunakan kartu, bola ajaib, garis tangan, tangggal lahir, nama, dan aneka bentuk ramalan lain. Media ramalan pun tidak hanya disajikan live atau secara tatap muka antara si peramal dan yang diramal. Kini, ramalan tersedia dalam media internet dan berbagai layanan pesan singkat atau SMS.
Kontroversi Ramalan
Sebagai manusia berpikir, tentu kita akan terlihat sangat bodoh jika mempercayai hal-hal yang diprediksikan manusia. Bagaimana mungkin seorang manusia mampu memprediksi sebuah kejadian yang akan terjadi. Hal ini tentu sangat bertentangan dengan agama, terutama Islam, karena ramalan dianggap mendahului kehendak Tuhan.
Berbagai kontroversi mengenai ramalan akan terus berkembang di masyarakat. Ada beberapa golongan yang mempercayai ramalan secara penuh. Ada pula yang menolak ramalan secara mentah-mentah karena dianggap menyesatkan. Golongan ketiga, ada orang-orang yang menunjukkan sikap tak acuh terhadap ramalan. Jika ramalan baik, mereka percaya. Jika ramalannya buruk, mereka akan berpikir bahwa ramalan memang menyesatkan.
Bagaimana Cara Menyikapi Ramalan?
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, ramalan akan selalu ada dan terus berkembang dalam masyarakat. Setiap manusia tidak bisa menghindar dari kenyataan ini. Oleh sebab itu, kita harus benar-benar bijak menanggapi sebuah ramalan. Jangan sampai mempercayai sesuatu yang justru hanya menggiring kita pada jalan yang dimurkai Tuhan.
Tuhan memang Mahamengetahui setiap peristiwa yang akan terjadi di langit dan di bumi. Oleh sebab itu, semua kejadian di dunia ini hanyalah rahasia Tuhan. Sejatinya, tak ada seorang pun manusia yang dapat mendahului takdir Tuhan. Kecuali, orang-orang yang memang sengaja dipilih Tuhan untuk menyampaikan peringatan kepada manusia awam.
Orang-orang yang diberi petunjuk oleh Tuhan biasanya dari golongan yang sangat dekat dengan Tuhan. Ia adalah seorang ahli ibadah atau wali yang memang disayangi Tuhan. Karena firasat orang-orang pilihan sangat tajam dan sangat pandai menangkap tanda-tanda, kita tampaknya patut berhati-hati menanggapinya karena bisa saja Tuhan mengabari mereka tentang peristiwa tertentu.
Dengan demikian, ramalan merupakan sesuatu yang memang harus ditanggapi secara bijak. Ramalan bukanlah pedoman hidup, Tuhanlah pegangan kita. Oleh sebab itu, kita jangan sekali-kali mempercayai ramalan, terutama dari manusia biasa. Kita jadikan saja ramalan sebagai bentuk peningkatan kewaspadaan dan bahan introspeksi diri.






