logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Sosial & Budaya    Budaya    Budaya Jawa

Ramalan Jodoh Weton


Ilustrasi ramalan jodoh weton

Ramalan jodoh weton ini merupakan kepercayaan yang banyak dilakukan oleh para orang tua dari suku Jawa. Sedangkan untuk generasi mudanya telah banyak yang meninggalkan dan tidak menggunakan lagi ramalan jodoh weton. Mereka yang masih menerapkan atau pun yang sudah meninggalkan ramalan jodoh weton ini masing-masing memiliki alasan-alasan tersendiri.

Ramalan Jodoh Weton

Lantas, apa itu weton yang terdapat dalam ramalan jodoh weton? Weton merupakan penjumlahan hari-hari dalam seminggu (Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, dan Minggu) dengan hari-hari dalam pasaran Jawa (Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon).

Jumlah hari dalam satu kali putaran weton adalah tiga puluh lima hari (tujuh hari dalam seminggu dikalikan dengan lima hari dalam pasaran). Sehingga menurut perhitungan kalender Jawa hari kelahiran Anda akan kembali setiap lima minggu dimulai dari hari kelahiran Anda atau istilah ini lazim dikenal dengan “Selapan Dino” yang artinya 35 hari.

Misalnya, weton Anda hari ini adalah Jumat pahing maka hari ke tiga puluh lima (ke – 35) adalah Kamis Legi dan hari ke tiga puluh enamnya (ke – 36) adalah Jumat Pahing. Sehingga, ramalan jodoh weton pun akan berputar-putar sekitar Senin sampai dengan minggu dan legi sampai Kliwon.

Mengenal Hitungan Weton Ramalan Jodoh Weton

Guna memudahkan ramalan jodoh weton,  akan diuraikan perhitungan weton yang berarti penjumlahan antara kalender hari dan pasaran. Pasaran Jawa ada lima pembagian, yaitu: Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon. Perhitungannya seperti di bawah ini:

Legi                 = Lima (5)

Pahing             = Sembilan (9)

Pon                  = Tujuh (7)

Wage              = Empat (4)

Kliwon             = Delapan (8)

Sementara perhitungan Hari dalam kalender Jawa adalah seperti berikut:

Senin               = Empat (4)

Selasa             = Tiga (3)

Rabu               = Tujuh (7)

Kamis              = Delapan (8)

Jumat              = Enam (6)

Sabtu               = sembilan (9)

Minggu            = lima (5)        

Jika Anda lahir pada hari Sabtu Pahing, maka jumlah weton Anda adalah 18 (Sabtu = 9, Pahing = 9). Dalam adat jawa, jika mau menikahkan anak  akan dihitung tanggal lahir dan weton. Dalam ramalan jodoh weton, tidak diperbolehkan dalam adat Jawa menikahkan atau menjodohkan anak apabila antara pasangan laki-laki dan perempuan bertemu angka 24 dan 28.

Begitu juga ketika akan membangun rumah, melamar, maupun melakukan hal-hal yang baik, maka pembagian weton dibagi menjadi lima, seperti Sri, Rejeki, Teko, Lungo, Sonjo. Dua hal yang di depan diperbolehkan (Sri dan Rejeki) sementara tiga yang terakhir tidak dianjurkan atau disarankan mencari hari yang baik.

Misalnya hari ini adalah Sabtu Pon = 16, maka dihitung Sri (1), Rejeki (2), Teko (3), Lungo (4), Sonjo (5), Sri (6), Rejeki (7), Teko (8), Lungo (9), Sonjo (10), Sri (11), Rejeki (12), Teko (13), Lungo (14), Sonjo (15), Sri (16). Maka, Sabtu Pon bertemu pada “Sri” yang artinya kita diperbolehkan untuk melaksanakan niat baik kita berdasarkan weton yang dianut.

Alasan Menggunakan Ramalan Jodoh Weton

Sebagian orang masih menggunakan dan mempercayai ramalan jodoh weton ini baik itu yang masih muda atau pun yang sudah tua. Ada berbagai alasan yang membuat mereka tetap memakai ramalan ini di jaman yang modern ini. Alasan-alasan tersebut antara lain:

Merupakan sebuah kepercayaan. Ramalan jodoh weton ini erat kaitannya dengan kepercayaan yang dianut oleh kebanyakan dari mereka terutama kaum yang sudah tua. Mereka mendapatkan kepercayaan inui secara turun temurun dari orang tua mereka. Mereka mempercayai bahwa mereka akan tertimpa hal yang buruk jika mereka tidak melakukan sesuai dengan ramalan ini.

Sebuah kepercayaan adalah hal yang memang dipercaya oleh sebagian orang. Walau pun mungkin sesuatu terjadi karena memang kehendak Tuhan yang maha Kuasa namun mereka akan tetap mengaitkan hal itu dengan kepercayaan yang mereka anut.

Kepercayaan ini telah mendarah daging dalam jiwa dan hati mereka. Karena memang telah turun temurun dipercayai oleh orang-orang sebelum mereka dan sekarang diturunkan kepada mereka. Akan sangat sulit dan membutuhkan waktu yang lama untuk menghapus dan menghilangkan kepercayaan ini dari pikiran mereka.

Telah berkembang menjadi sebuah kebiasaan yang ada di masyarakat. Kepercayaan tentang ramalan ini telah dianut oleh banyak orang sehingga telah berubah menjadi sebuah kebiasaan bahkan boleh dikatakan telah berubah menjadi sebuah adapt istiadat.

Hal ini haruslah dilakukan oleh semua orang dalam masyarakat. Jika ada dari sebagian mereka yang tidak melakukannya maka mereka akan mendapatkan sanksi social dari masyarakat berupa gunjingan atau sekedar sindiran dari masyarakat karena tidak melakukan dan mempercayai ramalan dalam kepercayaan ini.

Bagi sebagian orang yang tak mempercayai akan ramalan ini atau terlebih orang yang menjalani tak sesuai dengan ramalan ini maka akan dianggap aneh dalam mayarakat. Karena apa yang mereka lakukan tidak sama dengan kebiasaan yang ada di masyarakat.

Alasan Meninggalkan Ramalan Jodoh Weton

Walaupun ramalan ini masih banyak dianut oleh sebagian orang namun juga tak sedikit orang yang meninggalkannya. Di antara alasan sebagian orang ini dalam meninggalkan dan tak memakai atau mempercayai lagi ramalan ini adalah sebagai berikut:

Sebuah kesyirikan. Kepercayaan bahwa apa yang ada di balik ramalan ini adalah sebuah kesyirikan. Sebagian orang yang mempercayai ramalan ini beranggapan bahwa jika mereka tidak menuruti apa yang diramalkan maka akan terjadi hal-hal buruk pada mereka. Hal buruk yang terjadi adalah karena mereka tidak menjalankan sesuai dengan ramalan.

Dan inilah oleh sebagian orang yang mulai meninggalkan ramalan ini dianggap sebagai sebuah kesyirikan. Syirik adalah mentasbihkan segala sesuatu pada selain tuhan. Sesuatu yang lain itu dianggap memiliki kemampuan seperti Tuhan yang dapat mempengaruhi dan mengatur kehidupan seseorang.

Sedangkan yang memiliki kuasa akan terjadinya segala sesuatu yang ada di dunia ini adalah Tuhan yang Maha Kuasa. Tuhanlah yang membuat atau mencegah sesuatu untuk terjadi bukan karena tidak melakukan apa yang ada dalam ramalan.

Hal ini berkaitan erat dengan kepercayaan atau dalam agama Islam disebut sebagai aqidah. Seseorang yang beraqidah kuat akan mempercayai bahwa segala sesuatu yang terjadi dalam hidupnya adalah karena kehendak dan kuasa Alloh SWT. Tidak ada kaitannya dengan ramalan.

Hal ini mungkin akan menimbulkan pertentangan dalam masyarakat. Satu golongan menganggap orang yang meninggalkan adalah orang aneh yang tak melakukan kebiasaan yang seharusnya dijalankan. Sedangkan golongan yang lain beranggapan bahwa aqidah mereka telah rusak karena sudah menTuhankan hal lain yang tak semestinya diTuhankan.

Tidak sesuai lagi dengan jaman yang telah berkembang. Apa yang ada dalam ramalan weton memang terkadang terlihat tak masuk akal. Bagi sebagian orang yang mengedepankan logika maka hal-hal yang ada dalam ramalan weton ini pasti tak akan dijalankan.

Sudah banyak hal dalam ramalan ini yang dianggap tak sesuai dengan kemajuan jaman yang telah modern ini. Ramalan jodoh weton ini memang tidak memberikan alasan khusus tentang diperbolehkannya atau tidak diperbolehkannya sesuatu. Atau memberikan instruksi tertentu agar dilakukan karena jika tidak dilakukan akan terjadi sesuatu hal buruk yang menimpa.

Tidak adanya penjabaran yang jelas tentang alasan-alasan di balik ramalan tersebut semakin membuat orang-orang ysng merasa dirinya modern meninggalkan ramalan ini. Terlebih jika ada pelarangan bersatunya dua orang yang akan menikah hanya karena hitungan mereka yang tak cocok maka hal ini tentu dianggap tidak sesuai dengan logika. Mereka akan lebih mempercayai terhadap kekuatan dari cinta keduanya.

Semua hal yang terjadi adalah karena usaha dari manusia tersebut selain dari campur tangan Tuhan. Segala seuatu yang terjadi bukanlah ditentukan oleh sebuah ramalan manusia yang terkadang terkesan tak masuk akal.

Kita harus berusaha sekuat tenaga kita dalam meraih apa yang kita cita-citakan. Perjuangan inilah yang akan menentukan hasil yang kita raih. Jangan karena ramalan kita menjadi seperti prajurit yang kalah sebelum berperang.

Nah mulai sekarang, jika Anda percaya akan ramalan jodoh weton ini siap-siap menghitung apa wetonmu dan weton calon jodohmu. Tapi tidak semua orang jawa menggunakan perhitungan weton ini. Hanya sebagian kecil orang-orang tua saja. Karena perhitungan seperti ini tergolong sirik yang dilarang oleh semua agama. Perhitungan seperti ini sudah tidak dipergunakan lagi.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Suguhan Minuman Tradisional Jawa
  • Mengenal Karakter Pribadi Orang Berdasarkan Ramalan Jawa
  • Estetika Sastra Jawa dan Perkembangannya
  • Dibalik Makna Tanggal Lahir
  • Wayang Kulit - Kebudayaan Indonesia yang Layak Dilestarikan
  • Mengenal Seni Budaya Jawa Tengah
  • Asmaradhana, Filosofi Pernikahan Adat Jawa
  • Harmonisasi Islam Dalam Kebudayaan Jawa
  • Cerita Rakyat Berbahasa Jawa, Media Melestarikan Bahasa Jawa
  • tokoh pewayangan dan wataknya
  • Profil Kebudayaan Jawa Barat
  • Tokoh-Tokoh Wayang Kulit Secara Lengkap
  • Berbagai Pilihan dari Primbon Nama
  • Ruwatan - Upacara Adat Jawa
  • Membangkitkan Etos Kerja dengan Pepatah Jawa
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA