Menanggapi Ramalan Tsunami
Pernah menonton film Tsunami, debutan sutradara luar negeri? Film tentang high tech bersetting perusahaan besar yang dibalut intrik politik di dalamnya. Yang menarik dalam film ini adalah tentang tsunami yang ternyata dapat diramalkan. Apakah benar ada ramalan tsunami ataukah sebenarnya hanya fenomena alam biasa?
Fenomena Tsunami
Pengertian umum tsunami adalah rangkaian gelombang tinggi dan panjang dalam periode yang lama. Terhubung pada sub gempa atau letusan vulkanis. Pada samudera dalam, gelombang tsunami bisa melakukan perjalanan dengan kecepatan lebih 1000km/jam. Saat mencapai daerah pantai kecepatannya berkurang namun ketinggiannya meningkat dengan kekuatan dahsyat. Pernah terekam kekuatan gelombang yang ketinggiannya mencapai 50 meter.
Anda dapat bayangkan gelombang besar panjang, berkecepatan 1000km/jam setinggi hampir 50m menghempas pantai. Luas jangkauan area hempasannya bisa mencapai ratusan meter di daratan.
Tsunami Sebagai Mata Rantai Bencana
Tsunami sebenarnya adalah gelombang laut biasa. Terbentuk karena adanya serentetan kejadian alam yang berkaitan bagaikan suatu mata rantai panjang. Manusia adalah awal dan akhir dari mata rantainya.
Kiamat dalam film 2012 dipicu oleh gempa bumi dan tsunami besar. Tapi sebenarnya kiamat sendiri memang sudah pasti semakin dekat waktunya, namun kapan akan terjadi tidak seorang pun yang dapat mengetahuinya. Hanya Tuhan saja dengan hak prerogatif-Nya sebagai satu-satunya yang tahu kapan kiamat akan terjadi.
Apabila tsunami dikatakan sebagai salah satu mata rantai dari bencana alam, hal ini dapat masuk akal. Penjelasannya adalah :
Tsunami tercetus karena gelombang dahsyat yang besar, panjang dan tinggi yang muncul dalam periode lama menyusuri samudera lepas. Gelombang ini muncul karena hempasan gelombang dari dasar laut akibat adanya pergeseran lempeng bumi. Baik vulkanis maupun tektonis.
Pergerakan tektonis terjadi akibat penumpukan tekanan yang berlebih dalam kurun waktu yang lama. Contohnya gempa di Padang. Hasil penyelidikan BMG - terjadi akibat adanya pergerakan tektonis di bawah laut akibat adanya penumpukan tekanan bumi (selat Sunda) yang sudah berjalan selama dua abad terakhir.
Penumpukan tekanan bumi terjadi akibat beratnya beban pada permukaan bumi yang ditempati oleh manusia. Sehingga memang masuk akal bila ramalan tsunami sebenarnya dipicu oleh perbuatan manusia juga.
Ramalan Tsunami Dari Waktu ke Waktu
Banyak ramalan tsunami yang disebutkan orang. Kadang kala ramalan-ramalan tersebut dipercayai dan jadi tolok ukur untuk melakukan tindakan pencegahan.
Ramalan itu antara lain :
- Ramalan bangsa Maya tentang bencana besar seperti gempa bumi, tsunami dan banjir dahsyat. Pada saat bumi, bulan dan matahari berada dalam satu garis edarnya.
- Ramalan Nostradamus, menyebutkan tentang perang dunia ketiga, bencana alam dahsyat yang terjadi di dunia, pemimpin dunia ketiga berperang, serta para pendeta akan saling berselisih.
- Ramalan Jayabaya yang berasal dari kerajaan kuno Indonesia; menyebutkan juga tentang bencana alam serta perebutan kekuasaan.
- Ramalan Michael McClellan yang menyelidiki ramalan Nostradamus. Seorang ahli meta fisika yang mengadakan penelitian terhadap ramalan Nostradamus. Menyebutkan akan ada bencana banjir besar di seluruh dunia. Dan bumi akan didominasi oleh unsur air.
- Ramalan John McKloskey - menyebutkan akan terjadi lagi tsunami tepat di Padang yang lebih dahsyat dan memakan korban lebih banyak.
Hampir semuanya menyebutkan tentang bencana banjir atau tsunami. Sekarang adalah bagaimana cara Anda menanggapi semuanya? Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa ramalan adalah sesuatu yang direka-reka, belum jelas kebenarannya, dan tidak ada dasar ilmu sebagai landasannya.
Sebagai orang yang beragama dan berkeyakinan, sebaiknya Anda tidak hanyut akan semua ramalan tersebut. Karena pada dasarnya tidak ada yang dapat mengetahui kapan bencana alam, kehancuran bumi ataupun kiamat datang. Semua hanya Tuhan saja yang mengetahui.
Bagi Anda yang memiliki pengetahuan tentang ilmu bumi yang mempelajari tentang hukum fenomena alam dapat lebih bijak menghadapi segala ramalan tersebut.
Contohnya adalah seorang pakar astronomi – Dr. Thomas Djamaluddin. Beliau menampik berita mengenai gempa disertai tsunami di kawasan Asia Timur yang pernah beredar di e-mail.
Menurutnya, semua berita bencana gempa dan tsunami yang akan terjadi itu adalah bohong besar. Hanya analisa tidak berdasar. Karena belum ada metode dan teori analisis yang memprediksi tempat dan waktu terjadinya gempa atau tsunami.
|






