REFERENSI
Seperti yang sudah kita ketahui, saat ini dunia perfilman indonesia sudah mulai menampakkan taringnya. Banyak film-film Indonesia yang menarik perhatian penonton hingga menembus rekor bioskop Indonesia. Hal ini dikarenakan cerita dan tema yang diangkat dalam film tersebut cukup memiliki pesan moral yang tinggi serta menambah wawasan akan kehidupan.
Akhir-akhir ini dunia perfilman Indonesia sudah mulai bangkit dari fenomena film bertemakan horor komedi. Tak tanggung-tanggung karena film yang bergenre serupa setiap minggunya muncul di bioskop-bioskop seluruh Indonesia. Namun, film jenis tersebut semakin hari semakin ditinggalkan oleh penikmat film Indonesia dengan munculnya film-film berkualitas, seperti film The Raid yang meraih puncak kesuksesan.
Berikut adalah beberapa referensi film Indonesia yang sangat disayangkan bila terlewatkan:
Film 5 Cm, Film tentang Cinta, Persahabatan, dan Nasionalisme
Pada penghujung 2012, dunia perfilman Indonesia diramaikan oleh datangnya film-film berkualitas bagus dan mengangkat kisah yang banyak meraih pujian. Banyak film Indonesia yang muncul dan meramaikan bioskop-bioskop Indonesia, salah satunya adalah film 5cm.
Dari judulnya, film ini sangat unik, selain memiliki judul yang pendek, cerita dalam film ini pun sangat menyentuh siapa pun yang menyaksikannya. Film yang diangkat dari novel karya Donny Dhirgantoro ini menceritakan persahabatan yang dijalin oleh lima anak muda.
Dalam film, kelima anak muda ini masing-masing diperankan oleh Fedi Nuril sebagai Genta, Denny Sumarfo sebagai Arial, Herjunot Ali sebagai Zafran, Taline Shah sebagai Riani dan Igor “Saykoji” sebagai Ian.
Persahabatan yang dijalin oleh kelima anak muda ini telah berlangsung selama 10 tahun. Sifat dan karakter kelima sahabat ini sangat lah berbeda-beda.
Genta, seorang pemuda yang selalu peduli terhadap oranglain, sehingga ia dijadikan sebagai leader dari genk kelima pemuda tersebut. Arial, seorang pemuda paling macho namun selalu canggung bila berdekatan dengan wanita. Zafran, seorang pemuda yang puitis, idealis, narsis, namun sedikit gila. Riani yang merupakan satu-satunya wanita di antara jalinan persahabatan tersebut merupakan wanita cantik, anggun, namun memiliki sifat gokil. Sedangkan Ian cowo paling kocak dan merupakan mahasiswa abadi.
Pada suatu hari kelima sahabat itu pun merasa jenuh dengan hubungan mereka. Kejenuhan ini mulai mereka rasakan setelah setiap hari, setiap minggu, setiap bulan mereka selalu bertemu dan selalu berkomunikasi. Hal tersebut kemudian membuat mereka memutuskan untuk tidak saling berkomunikasi, saling berhubungan satu sama lain selama tiga bulan.
Selama 3 bulan berpisah, banyak kerinduan yang mereka rasakan satu sama lain. Dari perpisahan singkat tersebut, banyak perubahan yang mereka alami. Dan waktu untuk bertemu pun akhirnya datang. Setelah berpisah selama tiga bulan, mereka pun memutuskan untuk merayakan hal tersebut di puncak gunung tertinggi di Pulau Jawa yaitu Gunung Semeru.
Banyak pesan moral yang dapat kita ambil dari film 5cm. Peran-peran yang dimainkan oleh Herjunot Ali, Fedi Nuril, Denny Sumargo, Raline Shah, Igor Saykoji, dan Pevita Pearce pun sangat sayang untuk dilewatkan. Tidak heran jika film ini mendapat antusias penonton yang sangat tinggi.
Film Habibie dan Ainun, Kisah Cinta Sejati Sang Mantan Pemimpin Negara
Dari judulnya, pastinya sudah dapat ditebak bahwa film ini mengisahkan jalan percintaan mantan Presiden republik Indonesia B.J Habibie dan istri beliau, Ainun Habibie. Akhir-akhir ini film yang mengisahkan tentang cinta sejati ini menjadi topik pembicaraan hangat di kalangan pecinta film Indonesia.
Film yang berjudul Habibie dan Ainun ini diangkat dari buku biografi yang ditulis sendiri oleh Habibie. Film yang menceritakan tentang perjalanan kisah cinta Ainun dan Habibie ini merupakan kisah romantis yang membuat penonton tersentuh dengan kisah yang ada di dalamnya.
Film Habibie dan Ainun menceritakan seorang pemuda jenius ahli pesawat terbang bernama Rudy Habibie yang diperankan oleh Reza Rahadian. Pemuda ini memiliki mimpi mulia untuk membuat sebuah truk terbang yang bisa mempersatukan Bangsa Indonesia.
Sedangkan tokoh Ainun diperankan oleh Bunga Citra Lestari yang berperan sebagai gadis cantik dan seorang dokter muda yang cerdas dengan masa depan yang cemerlang. Kedua pemuda dan pemudi ini merupakan teman ketika duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama di Bandung pada 1962.
Pertemuan itu membuat Habibie muda jatuh cinta kepada Ainun. Menurutnya Ainun merupakan gadis manis semanis gula Jawa. Tak disangka, cinta Habibie pun disambut baik oleh Ainun. Ainun tidak hanya mencintai pemuda jenius tersebut, namun ia pun percaya akan mimpi dan visi Habibie yang memiliki mimpi mulia. Singkat cerita, mereka pun akhirnya menikah dan terbang ke Jerman.
Habibie dan Ainun tahu bahwa mereka mempunyai mimpi yang besar dan tidak mudah untuk mewujudkannya. Dinginnya udara dan salju di Jerman, pengorbanan, rasa sakit, kesendirian dan godaan harta benda serta kekuasaan ketika mereka kembali ke tanah air mengiringi perjalanan dua insan yang menjadi satu tersebut.
Bagi Habibie, Ainun adalah segalanya di dalam hidupnya. Ainun bagaikan mata untuk melihat hidupnya, seperti arti dari nama Ainun, yaitu mata. Sedangkan bagi Ainun, Habibie merupakan sosok pria segalanya bagi dirinya. Habibie merupakan pengisi cinta dan kasih dalam hidupnya.
Namun, setiap awal dalam setiap kisah, pasti memiliki akhir yang harus ditempuh sebagai tujuan, setiap mimpi juga memiliki batasan untuk menjaga mimpi tersebut tetap ada.
Kemudian, di satu titik, dua sejoli ini tersadar, tidak selamanya manusia hidup, tidak selamanya manusia sehat, tidak selamanya manusia ada. Di akhir perjalanannya, cinta mereka tetap ada, meski maut memisahkan mereka.
Kisah Habibie Ainun ini menjadi topik pembicaraan untuk beberapa waktu. Hal ini membuat film ini juga mendapatkan apresiasi tinggi dari masyarakat Indonesia dengan rekor 2,1 juta penonton dalam waktu dua minggu.
Film Perahu Kertas, Film Pasang Surut Cinta dan Persahabatan
Selain diramaikan oleh film 5cm dan Habibie dan Ainun, di penghujung 2012, pecinta film Indonesia pun dimanjakan dengan film dari Hanung Bramantyo yang berjudul Perahu Kertas.
Film ini mengisahkan dua sahabat bernama Kugy yang diperankan oleh Maudy Ayunda dan Keenan yang diperankan oleh Adipati Dolken. Mereka berdua berkuliah di fakultas yang sama di Bandung.
Kugy merupakan gadis yang hobi menulis. Ia bercita-cita menjadi penulis dongeng anak-anak. Sedangkan Keenan seorang pemuda yang gemar melukis namun dipaksa kuliah di fakultas Ekonomi karena keinginan ayahnya. Keduanya saling mengagumi dan pada akhirnya saling jatuh cinta. Perjalanan cinta mereka tidak semulus yang dikira. Banyak halangan dan rintangan yang mereka hadapi dalam mengungkapkan perasaannya masing-masing, sehingga cinta yang mereka rasakan tidak bisa diungkapkan satu sama lain.
Setelah kebersamaan yang diselimuti oleh jalinan persahabatan dan cinta, Keenan akhirnya memutuskan untuk pergi ke Bali dan meninggalkan bangku kuliahnya. Semenetara Kugy, ia meneruskan kuliahnya di jurusan Sastra dan bekerja di sebuah biro iklan dan menjadi copywriter.
Selama di Bali, Keenan bertemu dengan Luhde yang diperankan oleh Elyzia Mulachela yang merupakan keponakan dari Pak Wayan (Tyo Pakusadewo) seorang pelukis yang menampung Keenan selama di Bali.
Keenan sempat kehilangan percaya dirinya untuk melukis, namun pada akhirnya kepercayaan Keenan kembali dengan dorongan dan semangat dari Luhde. Sementara Kugy, dekat dengan atasan di kantornya bernama Remigius yang diperankan oleh Reza Rahadian. Remi merupakan pria yang sangat digila-gilai oleh para gadis, namun hatinya berpihak pada Kugy yang merupakan anak bawang di kantor miliknya tersebut.
Seiring dengan berjalannya waktu, mereka pun akhirnya bertemu. Kugy yang resmi menjadi kekasih Remi dan Keenan berpacaran dengan Luhde akhirnya dipertemukan. Di antara hubungan yang terjalin tersebut, antara Keenan dan Kugy tetap menyimpan suatu perasaan di dasar lubuk hatinya. Mereka berusaha untuk menjaga jarak agar perasaan yang mereka simpan itu dapat dikendalikan.
Kisah cinta dan persahabatan selama lima tahun ini akhirnya berakhir dengan kejutan bagi keduanya. Akhirnya cinta mereka dipersatukan dengan cara yang sama sekali tidak mereka duga. Walaupun begitu, mereka bersyukur akan cinta yang mereka simpan jauh di dasar hatinya.
Demikian lah referensi film bagus Indonesia yang sangat sayang untuk dilewatkan. Semoga bermanfaat.

