logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Pendidikan    Sekolah    Siswa

Mengangkat Rendahnya Prestasi Belajar, Meningkatkan Kualitas SDM


Ilustrasi rendahnya prestasi belajar

Permasalahan utama yang dihadapi dunia pendidikan dewasa ini adalah Rendahnya Prestasi Belajar siswa. Hal ini merupakan sebuah koreksi bagi kinerja dunia pendidikan, khususnya para pegiat pendidikan. Kita memang sangat terenyuh melihat kenyataan rendahnya prestasi belajaar para siswa kita. Ini mencerminkan proses pendidikan dan pembelajaran yang gagal.

Terkait dengan kondisi tersebut, maka setidaknya kita perlu melakukan introspeksi terhadap segala hal yang telah kita perbuat untuk proses pendidikan anak bangsa. Bahwa pendidikan dilakukan pada 3 (tiga) tempat yang paling utama, yaitu di rumah, di sekolah, dan di masyarakat. Oleh karena itulah, jika kita mendapati kenyataan jelek yaitu rendahnya prestasi belajar siswa, maka sebenarnya merupakan tanggungjawab bersama tiga aspek tersebut.

Tentunya sebagai akibat rendahnya prestasi belajar siswa, maka kualitas sumber daya manusia (SDM) juga terpengaruh. Hal ini karena adanya keterkaitan nyata antara prestasi belajar dengan kualitas sumber daya manusia. Siswa yang berprestasi mencerminkan sumber daya manusia yang berkualitas, sementara siswa yang tidak berprestasi atau rendah prestasinya menunjukkan sumber daya manusia yang berkualitas rendah juga.

Terkait dengan hal tersebut, maka perlu kiranya kita secara intens dan bersama-sama memberikan perhatian ekstra terhadap dunia pendidikan. Kita tidak boleh terjebak oleh rendahnya prestasi belajar siswa sehingga merasa terpuruk dan enggan beranjak dari kondisi tersebut. Untuk hal tersebut kita perlu memperhatikan beberapahal berikut:

Proses Pembelajaran Harus Efektif

Rendahnya prestasi belajar siswa sebenarnya merupakan satu pukulan telak yang diterima oleh guru dan dunia pendidikan. Ini merupakan satu kondisi yang memalukan dan harus segera ditindak-lanjuti dengan penanganan efektif.

Untuk hal tersebut, maka guru seharusnya benar-benar memaksimalkan proses pembelajaran sehingga materi dan target dapat dicapai secara maksimal dan efektif. Dengan demikian, maka kualiats SDM dapat dipertahankan, bahkan ditingkatkan secara signifikan.

Efektivitas proses pembelajaran pada jaman sekarang sangat tergantung pada tingkat kebersamaan siswa dalam melaksanakan tugas dan kewajiban belajarnya. Jika tidak, maka segala upaya yang kita lakukan sama sekali tidak berguna untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Ini merupakan kewajiban untuk mengangkat rendahnya prestasi belajar siswa.

Siswa Harus Berperan Aktif Dalam Proses Pembelajaran

Konsep pembelajaran beralih secara signifikan pada proses pembelajarannya, dimana pada jaman dahulu, konsepnya menempatkan guru sebagai pusat belajar, maka sekarang siswa adalah pusat belajarnya. Artinya untuk meningkatkan rendahnya prestasi belajar siswa, maka siswa seharusnya memposisikan diri sebagai pusat kegiatan, sehingga setiap kegiatan belajar adalah bagian kegiatannya.

Siswa harus terlibat dan berperan secara aktif dalam proses pembelajaran. Mereka tidak boleh hanya menunggu perintah atau menjadi pendengar setia dari proses pembelajaran di kelasnya. Mereka harus mengambil peranan secara aktif. Jika mereka mengambil peranan aktif dalam proses pembelajaran, maka rendahnya prestasi belajar siswa dapat ditingkatkan.

Siswalah yang sesungguhnya menentukan keberhasilan belajarnya. Jika mereka aktif belajar, maka tingkat keberhasilannya semakin bagus.

Reward untuk Siswa

Siswa dapat dikategorikan menjadi dua kelompok. Mereka yang memiliki rasa ingin tahu alami dan keinginan untuk belajar hal-hal baru, dan menerima tantangan baru, dan mereka yang tidak mungkin secara intrinsik termotivasi untuk belajar.

Untuk yang kedua mungkin perlu penghargaan dan pengakuan terus menerus agar mereka benar benar merasa di hargai dalam upaya apapun yang terbaik dari siswa walau upaya itu masih kurang berprestasi di banding yang lainnya.

Peneliti berpandangan bahwa menggunakan hadiah untuk memotivasi pelajar dapat benar-benar bermanfaat dalam mencapai hasil yang lebih baik. Ini klaim peneliti didukung oleh beberapa studi yang mereka dilakukan pada sekelompok siswa, dan ditemukan bahwa dalam mengejar imbalan, beberapa siswa ternyata mengeluarkan upaya ekstra dan kinerja yang sangat baik.

Pendidik juga dari pandangan bahwa penghargaan tidak selalu berarti permen dan stiker. Siswa dapat diberi imbalan atas prestasi mereka dengan memberikan mereka kepuasan setelah mereka telah belajar sesuatu yang baru. Anda dapat memuji murid yang baik untuk penampilannya di depan kelas dan mengirim catatan penghargaan kepada orang tuanya.

Memotivasi Siswa Dengan Menghargai Mereka: Beberapa Hal Yang Harus Anda Perlu Pikiran

  • Anda harus diingat bahwa hadiah tidak harus menjadi pengganti untuk melakukan tugas-tugas di mana siswa diharapkan tampil baik. Penghargaan siswa hanya karena ia telah menghadiri sekolah secara teratur awal-akhir dapat mendirikan sebuah contoh yang buruk, dan dengan cara dapat mendevaluasi siswa lain yang telah biasa dengan tidak adanya hadiah.
  • Siswa harus dihargai untuk mencapai sesuatu hanya karena mereka aktif dari yang lain memberikan contoh kerja keras dan ketekunan. Dengan cara ini para siswa merasa bahwa ada seseorang yang memantau upaya mereka menempatkan dalam dan mendorong mereka untuk dimasukkan ke dalam jenis yang sama.

Hadiah harus digunakan untuk melintasi umpan balik yang konstruktif tentang bagaimana seorang guru menghargai tekad dan dedikasi dari mahasiswa. Hadiah tidak harus menjadi titik tunggal membuat siswa untuk dimasukkan ke dalam upaya yang selama periode waktu, jika hadiah tersebut tidak memiliki signifikansi apapun bagi siswa, sangat mungkin bahwa siswa akan berhenti tampil bagus dan kehilangan harapan

Peranan Orangtua Pada Belajar Anak-anaknya

Orangtua atau keluarga adalah tempat belajar siswa untuk pertama kalinya. Sejak kecil, mereka berada di lingkungan keluarga sehingga mereka secara langsung melakukan proses belajar. Siswa belajar dari orang-orang yang berada di sekitarnya sehingga mempunyai kemampuan melakukan sesuatu.

Dengan demikian, sebenarnya orangtua mempunyai peranan yang sangat penting dalam upaya meningkatkan rendahnya prestasi belajar siswa.

Seringkali terjadi, orangtua menyerahkan sepenuhnya proses pendidikan dan pembelajaran anak-anaknya kepada sekolah. Mereka merasa dunia pendidikan mempunyai kemampuan untuk memberikan proses pendidikan dan pembelajaran yang dibutuhkan anak-anaknya da tidka perlu ditambah di rumah. Akibatnya adalah rendahnya prestasi belajar anak-anak sebab tidak ada bimbingan di rumah.

Masyarakat Sebagai Tempat Belajar Siswa

Pun masyarakat terkadang tidak memberikan inspirasi kepada siswa pula masyarakat sibuk dengan contoh contoh buruk, sehingga siswa merasa buat apa mereka berprestasi bila kelak dewasa akan seperti masyarakat?

Karena inilah pula lingkungan terakhir yang menjadi tempat belajar anak-anak adalah lingkungan masyarakat. Di lingkungan inilah, banyak waktu yang dihabiskan anak. Mereka bergerak dan bersosialisasi dengan banyak orang sebagai wujud dirinya makhluk sosial.

Dengan demikian, maka semakin berkurang waktu yang mereka miliki untuk belajar. Dan, dalam konteks inilah yang selanjutnya menyebabkan rendahnya prestasi belajar siswa.

Anak-anak kehilangan waktu untuk belajar sebab terlalu asyik dengan interaksi antar personal di masyarakat. Mereka tidak pernah belajar sebab kegatan di masyarakat jauh lebih menarik perhatian mereka daripada sekedar belajar di depan meja belajar. Dalam kondisi inilah, maka seharusnya masyarakat menerapkan tugas dan kewajibannya terhadap proses belajar anak-anak.

Nah, jika hal-hal ini kita lakukan dengan baik, maka rendahnya prestasi belajar anak anak dapat kita tingkatkan dan anak-anak akan menjadi sumber daya manusia yang efektif bagi kehidupan. Tetapi, mengapa selama ini prestasi tersebut belum juga meningkat?

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Berkenalan dengan PSB Online
  • Nomor Induk Siswa Nasional - Datebase Pelajarnya Indonesia
  • Pendidikan Karakter dalam Cerpen Pendidikan
  • Tips Pintar Matematika Untuk Anak Balita
  • Uniknya Huruf Jawa dan Pelestariannya
  • Mengenal Gangguan dalam Manajemen Waktu - ANNEAHIRA.COM
  • Mengenal Mamut si Gajah Purba
  • Menantangnya Permainan Matematika untuk Anak-anak
  • Pengertian dan Perkembangan Ensiklopedia
  • Pengaruh Pacaran Terhadap Prestasi Belajar Siswa
  • Keuntungan Membimbing Siswa Menulis Makalah Prestasi Belajar
  • Mengenal Jenis Tanah di Indonesia
  • Menulis Surat Bagian Korespondensi Formal
  • Serigala - Hewan Karnivora yang Setia
  • Sosiologi - Ilmu dan Kehidupan Sosial
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA