Pelayanan Ketidakhadiran Renungan Kristen - ANNEAHIRA.COM
Ilustrasi renungan kristen
Renungan Kristen adalah hal-hal yang harus dipikirkan dan dipertimbangkan oleh umat Kristen dalam melakukan pelayanan terhadap Tuhan. Dengan pelayanan yang baik maka kehidupan umat Kristiani juga akan semakin damai dan bahagia. Itulah sebabnya, Alkitab perlu dikaji lebih dalam oleh umat Kristiani sebagai dasar perenungan untuk mencapai kehidupan yang lebih baik di dunia dan di sorga.
Hal pertama yang akan dibahas dalam renungan Kristen kali ini adalah apa yang harus dilakukan umat Kristiani apabila menghadapi kenyataan bahwa Tuhan terasa jauh dari diri dan hati kita. Seperti terdapat pada kutipan berikut ini.
“Tuhan telah menyembunyikan diri dari keturunan Yakub, umat-Nya, tetapi saya percaya dan berharap kepada-Nya.” (Yesaya 8:17 [BIS])
Tuhan adalah hal yang nyata, tidak peduli apa yang dirasakan, namun Dia selalu ada meskipun manusia merasakan ketiadaan-Nya. Tetaplah menyembah Dia ketika mendapat kelayakan hidup, seperti makanan, minuman, pakaian, dan
pengharapan yang bahkan tidak berwujud sama sekali.
Akan tetapi, tidak selamanya keadaan yang diberikan Tuhan merupakan keadaan yang diinginkan manusia. Oleh karena itu, manusia tetap harus menyembah Dia ketika mendapatkan kehidupan yang tidak layak sekalipun. Hal ini sebagai bukti bahwa umat Kristiani akan selalu melayani Tuhan dalam bentuk kehidupan yang telah ditetapkan-Nya.
Pada tingkat kehidupan di mana manusia merasakan penderitaan, di situlah tingkat penyembahan terdalam dan tertinggi yang bisa dilakukan oleh manusia. Tetap bersyukur dan memuji Tuhan dalam keadaan terendah sekalipun. Manusia bisa tetap menyembah Dia kendatipun sedang dicobai, mengasihi Dia ketika terjatuh.
Hal ini sama halnya dengan hubungan persahabatan atau percintaan antarmanusia yang sering kali kita semua rasakan. Ada kalanya perpisahan mendatangi hubungan ini demi alasan tertentu yang manusia sendiri tidak benar-benar memahaminya.
Begitu juga hubungan manusia dengan Tuhan. Adakalanya Tuhan seperti berjarak dengan manusia sehingga kita merasakan adanya ketidaktentraman bersemayam di hati kita. Hal ini merupakan cobaan dan ujian dari-Nya mengenai tingkat penyembahan dan pelayanan yang akan dilakukan umat manusia. Kendatipun Tuhan terasa jauh dari umat-Nya.
Ujian dan cobaan seperti ini merupakan bentuk pendewasaan diri yang diberikan oleh Tuhan agar manusia mengetahui seberapa bermaknanya Tuhan di mata dia. Seberapa tinggikah Tuhan di mata manusia. Hal seperti ini disebut sebagai “pelayanan ketidakhadiran” oleh Henri Nouwen.
Renungan Kristen - Berbicaralah pada Tuhan dalam Bahasa Kasih
Untuk menghadapi situasi seperti ini, mungkin beberapa waktu akan terasa seperti mendapatkan kesunyian dari Tuhan. Akan tetapi, kita bisa melakukan beberapa hal agar tetap bisa berdekatan dengan Tuhan.
Salah satu hal yang bisa dilakukan adalah berbicara pada Tuhan dalam renungan Kristen, baik yang dilakukan sendiri maupun bersama kelompok. Dengan menggunakan bahasa kasih tertinggi yang bisa diberikan kepada-Nya.
Dengan renungan Kristen seperti ini, kita semua bisa mengeluarkan segala emosi yang ada dalam pikiran dan perasaan kita kepada-Nya. Tuhan senantiasa mendengarkan sekalipun terasa ada jarak di antara Dia dan umat-Nya. Sebab hanya Tuhanlah yang bisa mengubah kebimbangan manusia menjadi keyakinan, kemarahan menjadi kesenangan, dan keterpisahan menjadi rasa bersatu.
Pada satu sisi, manusia selalu berkata bahwa putus asa merupakan hal buruk yang tidak boleh dilakukan oleh manusia mana pun. Akan tetapi pada kenyataannya, manusia yang terbiasa hidup bersama Tuhan akan merasa kesepian dan putus asa apabila jauh dari-Nya.
Pengakuan rasa putus asa ini merupakan pengakuan iman yang juga disukai oleh Tuhan sebagai bentuk pelayanan umat kepada-Nya. Berputus asalah hanya kepada Tuhan karena hanya Dia yang tidak akan membiarkan umat-Nya kesusahan akibat rasa putus asa.
Hal ini juga merupakan lambang keyakinan umat Kristiani bahwa Tuhan itu ada. Tuhan itu maha mendengarkan. Tuhan itu akan membiarkan umat-Nya menunjukkan ekspresi terdalam yang tidak bisa diungkapkan mereka kepada manusia mana pun.
Jika Tuhan bersedia, maka umat Karistiani pun harus bersedia menghadapi masa pencobaan, dicobai, dan diuji. Untuk mengetahui seberapa besar rasa pelayanan kita terhadap Tuhan. Sehingga mampu menghalangi rintangan jarak jauh.
Ingatkanlah diri kita bahwa Tuhan adalah baik dan penuh kasih; Tuhan adalah mahakuasa yang bisa membangkitkan apa saja yang dikehendaki-Nya; Tuhan akan senantiasa melihat bagian terkecil dari kehidupan seluruh umat manusia; Tuhan memegang segala kendali di dunia dan di sorga; serta Tuhan akan menyelamatkan seluruh umat yang berdoa, menyembah, dan melayani-Nya.
Renungan Kristen - Percayalah Bahwa Tuhan Selalu Menepati Janji
Selama manusia merasakan kekeringan rohani dengan adanya perasaan yang jauh dari Tuhan, maka manusia tetap perlu mengingat Tuhan. Bahwa Tuhan telah memberikan janji manis kepada kita jika kita tetap melakukan pelayanan tertinggi kepada-Nya.
Kendalikanlah emosi yang ada di dalam diri kita dengan sering melakukan renungan Kristen bersama sahabat-sahabat, atau bahkan dengan diri kita sendiri. Jagalah perkataan dan perbuatan dalam diri kita agar senantiasa mengingat kebaikan dan kasih Tuhan.
Selalu ingatlah bahwa kita bisa berdiri dan hidup di dunia ini berkat Tuhan. Berkat itulah yang menjadi pedoman bagi umat manusia agar tidak pernah melalaikan Tuhan dalam keadaan apapun.
Tetap berikanlah puji-pujian seperti biasa kepada Tuhan. Bahkan jika bisa, lakukan pelayanan yang lebih dalam dan tinggi dari biasanya .Untuk membuktikan bahwa ketidakhadiran Tuhan bukanlah rintangan untuk kita melayani-Nya.
Jika masih bersedih hati, ingatlah janji Tuhan yang terdapat dalam firman-Nya berikut ini.
“Karena Allah telah berfirman, Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.” (Ibrani 13:5)
Dengan melihat janji Tuhan dalam firman tersebut, seharusnya kita sudah siap untuk tetap melayani dengan kasih. Tetap fokus pada kehadiran Tuhan. Sekalipun terasa ada jarak yang memisahkan Tuhan dengan kita sebagai umat-Nya.
Renungan Kristen - Yakinlah Bahwa Kita Diciptakan Sebagai Keluarga Tuhan
Tuhan membentuk umat Kristiani sebagai bagian dari keluarga-Nya. Manusia menjadi bagian di dalam kehidupan yang ditetapkan Tuhan agar senantiasa bersatu, menyayangi sesama, dan menaungi hidup dengan bahasa kasih dan perdamaian. Dengan cara inilah kita bisa yakin bahwa kasih Tuhan tetap mengalir. Meskipun jarak yang ada antara kita dan Tuhan terasa begitu jauh.
Karena Tuhan adalah kasih. Dia menghargai segala hubungan persahabatan dan persaudaraan yang diukir dengan bahasa kasih tersebut. Di dalam hubungan itulah, Tuhan muncul dalam ketidakhadirannya.
Pelayanan ketidakhadiran yang biasa kita rasakan akan menjadi gurih karena adanya hubungan yang indah dan damai antar sesama manusia di dunia. Kita bisa melayani-Nya dengan cara melayani orang-orang sekeliling kita.
Dengan melakukan renungan Kristen ini, kita bisa semakin dewasa dan memahami betapa besar kasih Tuhan kepada kita. Sehingga dalam cobaan ini kita diberkahi anugerah untuk saling menyayangi sesama umat-Nya.
Betapa besar perlindungan yang diberikan-Nya sehingga dalam jarak yang jauh, kita tetap bisa merasakan janji dan kehadiran-Nya. Sebab kita adalah bagian dari keluarga yang telah dibentuk-Nya demi kebahagiaan dan kedamaian di bumi dan di surga.
Yakinlah bahwa Tuhan senantiasa berada di kedalaman hati umat-Nya karena Dia adalah zat terdekat yang bisa kita rasakan dan kita imani. Masa pencobaan yang kita hadapi adalah renungan Kristen yang harus kita pertimbangkan agar hidup senantiasa damai dan bahagia. Selamat melakukan pelayanan ketidakhadiran Saudara!

