Reproduksi Burung

Burung merupakan hewan ovipar. Walaupun tidak memiliki alat kelamin luar, namun fertilisasi tetap terjadi di dalam tubuh. Pada sistem reproduksi burung betina hanya terdapat satu ovarium, yaitu ovarium kiri.
Ovarium ini kemudian akan dilekati oleh suatu corong penerima ovum yang dilanjutkan oleh ovidu dan fertilisasi akan berlangsung di daerah ujung oviduk pada saat sperma masuk ke dalam oviduk dan ovum yang telah dibuahi akan bergerak mendekati kloaka. Ovum yang telah dibuahi sperma akan dikelilingi oleh materi cangkang berupa zat kapur.
Telur dapat menetas apabila dierami oleh induknya dikarenakan suhu tubuh induk akan membantu pertumbuhan embrio menjadi anak burung. Telur kemudian menetas dengan pecahnya kulit telur dengan menggunakan paruhnya. Anak burung yang baru menetas masih akan tertutup matanya dan belum dapat mencari makan sendiri dan perlu dibesarkan dalam sarang.






