Contoh Resensi Buku Laskar Pelangi
Ilustrasi resensi buku laskar pelangi
Benarkah persoalan ekonomi menjadi faktor penting seseorang tidak dapat sukses dalam mengejar jenjang pendidikan yang diinginkannya? Resensi buku Laskar Pelangi sebagai buah karya salah seorang putra negeri asal Belitong membantah keras tuduhan bahwa faktor ekonomi dapat dijadikan alasan orang untuk tidak memiliki tingkat pendidikan yang tinggi. Kemauan yang keras mengejar mimpi dengan tidak mempedulikan kesulitan, akan menberiken energi luar biasa mendapatkan apa yang diinginkan.
Mimpi Itu Membangun Jiwa
Resensi buku Laskar Pelangi bukan mengenai alur cerita novel Laskar Pelangi. Resensi itu juga berisi bahasan bahwa mimpi yang dimiliki seseorang itu akan membangun jiwanya. Jiwa yang dikuatkan karena ingin meraih apa yang telah dicita-citakan. Tanpa adanya jiwa yang kuat, mimpi itu akan terasa jauh dan mungkin tidak tercapai. Mimpi itu milik semua orang dan siapapun boleh bermimpi. Ketika mimpi tidak memberikan kekuatan jiwa, maka ada yang salah dari niat untuk memimpikan mimpi itu.
Tidak ada salah memimpikan apapun. Tetapi mimpi yang memberikan kekuaatan jiwa adalah mimpi yang memberikan kebaikan dan bukan mimpi yang hanya diagungkan sebagai suatu pembuktian kepada orang lain bahwa ia bisa. Mimpi seperti ini tidak memberikan kekuatan jiwa. Jiwa yang hebat itu akan membuat mimpi yang memberikan faedah tidak hanya pada dirinya sendiri tetapi juga pada orang lain. Bila mimpi itu memberikan manfaatkan pada semuanya, ia akan mendapatkan kekuatan dari semua penjuru alam semesta.
Semua jiwa yang diniatkannya akan diajaknya merasakan nikmatnya mimpinya akan berdoa untuknya agar ia mampu meraih mimpinya. Lalu mimpi itu akan lebih cepat tercapai karena yang mengimpikannya banyak. Namun, bila mimpi itu untuk diri sendiri, bisa saja mimpi itu dicapai dalam waktu yang singkat, tetapi jiwa rasanya tidak mendapatkan kebahagiaan hakiki dari terwujudnya mimpi tersebut. Kalaupun mimpi itu lambat terwujud atau mungkin sangat lama, yang memimpikannya mungkin akan merasa putus asa.
Saat merasa putus asa meraih mimpi inilah yang dikatakan bahwa mimpi itu tidak mengayakan jiwa. Laskar Pelangi memberikan pandangan lain. Kemiskinan itu bukan untuk diratapi. Bahwa mimpi adalah penggerak jiwa mendapatkan apa yang diinginkan tetap harus diselimuti dengan getaran energi yang baik agar tidak tercemar dengan hal-hal yang tidak baik. Tidak boleh meraih mimpi dengan cara yang tidak benar. Mimpi itu harus dijalan yang baik agar menjadi baik untuk semuanya.
Laskar Pelangi memberikan bayangan bahwa dalam keadaan apapun, pendidikan dan jalan merentas mimpi tetap bisa didapatkan asalkan ada kemauan. Walaupun apa yang tidak mampu diraih terhalang takdir lain, mimpi itu mungkin akan terwujud oleh generasi selanjutnya. Seperti Abraham Lincoln yang bermimpi menyatukan benua Amerika dengan jalur kereta api. Ia memang tidak bisa mewujudkan mimpinya karena ia tewas ditangan pembunuh.
Tetapi mimpinya itu diwujudkan oleh generasi setelahnya. Jangan takut bermimpi. Uraikan saja mimpi-mimpi itu dengan gambaran yang jelas. Selanjutnya, biarkan alam akan bekerja dengan caranya membantu mewujudkan mimpi itu. Tuhan pun akan merangkuh mimpi yang indah. Kekhawatiran Rasulullah terhadap umatnya diungkapkannya dalam kata-kata yang indah menyebut umatnya. Mimpinya melihat bumi damai dengan indahnya dalm rengkuhan keislaman yang sempurna, akan terwujud walaupun jauh setelah kematiannya.
Bermimpi itu akan membuat jiwa membesar dan tidak mengenal kata putus asa. Tidak sekarang, nanti ketika generasi selanjutnya mungkin akan mengatakan bahwa inilah mimpi ibuku. Ibuku ingin seperti ini dan seperti itu. Aku mewujudkan mimpi ibuku. Banyak hal seperti itu terjadi. Yakinlah bahwa tiada yang sia-sia ketika niat itu memang merupakan niat yang baik. Semua akan tercatat sebagai amal yang tiada henti mengalir. Aliran amal yang indah yang akan menjadi sahabat sejati di alam keabadian.
Indonesia sepatutnya bersyukur dengan adanya karya satu ini. Banyak mungkin yang meragukan keindahan mimpi. Namun setelah melihat dan membaca novel Laskar Pelangi dan juga menelaah resensinya, orang akan mulai bermimpi lagi. Tidak ada salahnya menuliskan mimpi itu dalam mimpi yang berlanjut dengan mimpi yang lain. Tetapi jangan berhenti hanya pada mimpi. Mimpi membutuhkan kerja keras dan doa yang tiada henti.
Karya Kejujuran
Laskar Pelangi adalah buah karya kejujuran seorang anak bangsa yang mengaku sulit dalam mendapatkan kelayakan sistem pendidikan yang seharusnya menjadi hak sebagai warga negara. Andrea Hirata menunjukkan dan menguak sebuah fakta menyedihkan soal hak-hak seorang warga negara yang terdiskriminasi untuk mendapatkan pendidikan. Kemiskinan membuat pendidikan seakan menjadi satu barang yang sangat sulit diraih. Padahal lewat pendidikan, nasib itu bisa diubah. Pendidikan akan mengubah kemiskinan menjadi kesejahteraan.
Pendidikan seolah identik hanya menjadi mereka-mereka yang punya uang. Sementara orang miskin, tempatnya hanya di pasar. Bekerja sebagai buruh kasar dan diberi gaji imbalan sekedarnya. Orang miskin tak layak punya cita-cita untuk berpendidikan tinggi. Cukuplah mereka dipekerjakan oleh para cukong kaya yang menjadi penjajah ekonomi di daerah. Perjalanan yang tidak mudah dicerna ketika seseorang yang begitu cerdas harsu kandas karena kerasnya kehidupan yang harus dihadapi.
Hanya dengan keinginan yang sangat kuat dan komitmen yang tinggi yang akan mengangkat seseorang yang tidak berpunya menjadi seseorang yang mampu memiliki apa yang dahulu tidak dimilikinya. Pendidikan ini akan membukakan mata dan hati bahwa kehidupan ini pasti bisa ditahlukan oleh orang-orang yang memang ingin menahlukannya. Kalau hanya pandai bermimpi namun tak mau bekerja keras, ia hanya akan menjadi pemimpi tangan kosong. Bukan ini yang dimaksud oleh Andrea Hirata.
Andrea Hirata yang sederhana otu ingin semua pembacanya mengetahui bahwa keluasan mimpi itu tak terbatas. Bahwa Allah Swt akan mengubah nasib seseorang kalau orang itu sendiri yang mau bangkit memperjuangkan perubahan bagi nasibnya. Kalau ia sendiri tak ingin berubah, maka tidak akan ada perubahan. Tidak boleh meletakkan nasib di tangan siapa pun lalu menantinya berubah. Ubahlah nasib sendiri dan bangkitlah dengan kedua kaki sendiri. Tak harus menanti uluran tangan orang lain. Ketika mimpi terwujud, alurkanlah tangan mewujudkan mimpi orang lain.
Nilai Sebuah Resensi
Menyimak resensi Laskar Pelangi akan membuat setiap generasi muda terbuka matanya. Seorang anak akan bersyukur telah mendapat hak pendidikan yang layak tanpa harus bersusah-susah bekerja untuk dapat sekolah. Membaca resensi novel Laskar Pelangi juga akan membuka mata para tenaga pendidik saat ini. Apa sebenarnya yang menjadi tugas utama seorang guru terhadap anak didiknya.
Bagaimana memberi semangat kepada peserta didik untuk dapat terus belajar dan berjuang meraih prestasi meski dengan kondisi yang minim fasilitas dan sarana pendidikan. Laskar Pelangi mengajarkan kepada para pendidik bahwa guru adalah seorang pejuang. Ia bukan semata-mata orang yang dipekerjakan untuk mendapatkan gaji dan bayaran. Lebih dari itu ia punya tanggung jawab untuk mendidik, menyemangati, memotivasi dan menggerakkan semangat berprestasi para peserta didiknya.
Seorang guru harus mampu tetap berjuang meskipun dalam kondisi sulit. Baik lingkungan tempat ia mendidik, fasiltas yang tak memadai, kondisi peserta didik yang menguji kesabaran, bahkan hingga pada klimaks ketika ia bekerja tidak dibayar. Disanalah puncak hakikat perjuangan seorang pendidik.
Mengenal Tokoh Laskar Pelangi
Ada banyak tokoh inspiratif dalam buku Laskar Pelangi. Melalui resensi buku Laskar Pelangi, kita dapat menyerap banyak karakter positif dari tokoh-tokoh yang disajikan Andrea Hirata. Diantaranya karakter seorang Ibu Muslimah sebagai tenaga pendidik yang cukup idealis dalam mengedepankan nilai perjuangan seorang guru.
Juga terdapat sosok Lintang sang peserta didik yang memiliki tingkat intelektualitas di atas rata-rata. Sosok ayah dari Ikal yang cukup berperan sebagai orang tua yang memiliki dedikasi semangat memajukan pendidikan anaknya. Juga sosok Ikal sang tokoh utama yang mampu berkeliling dunia dengan modal tekad dan azzam yang kuat untuk bisa memperoleh pendidikan yang layak.
Andrea Hirata melalui Laskar Pelangi mampu menghadirkan genre sastra baru yang sarat dengan nilai-nilai edukasi. Sastra edukasi merupakan terobosan baru yang dihadirkan Andrea Hirata melalui tetralogi Laskar Pelangi. Resensi buku Laskar Pelangi merupakan pelajaran bagi siapapun yang ingin maju dalam bidang pendidikan.

