logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Hobi    Menulis    Fiksi

Hikmah Resensi Novel Mengejar Matahari


Ilustrasi resensi novel mengejar matahari
Resensi novel Mengejar Matahari, menjadi salah satu jenis resensi yang banyak dicari oleh para pecinta novel. Karena novel karya Titien Wattimena ini, cukup laris di pasaran sebagaimana filmnya yang terlebih dahulu muncul. Titien Wattimena sendiri dalam film yang disutradari Rudy Sudjarwo tersebut berperan sebagai penulis naskah. Seorang Titien Wattimena yang sudah tidak asing lagi di dunia tulis-menulis adalah seseorang yang cukup kreatif dalam menterjemahkan apa yang ada di sekelilingnya dalam bentuk tulisan.

Fokus Pembahasan

Sebagaimana filmnya, resensi novel Mengejar Matahari juga berfokus pada intrik yang terjadi pada masalah persahabatan empat remaja dengan cita-cita mereka. Latar belakang dan karakter yang berlainan, justru menjadi sebuah kekuatan untuk saling menciptakan persatuan pada persahabatan yang tumbuh dari sebuah kawasan pemukiman kelas menengah bawah. Ketika persahabatan diisi dengan saling mengerti, perselisihan bisa dihindari. Namun, hati manusia penuh dengan dengki yang membuat makna persahabatan harus digali dan dikritisi lagi.

Dari kisah inilah, resensi  Mengejar Matahari menemukan arwahnya untuk bisa menggiring pembaca masuk ke alam pikiran sang penulis. Sehingga pada nantinya pembaca bisa merasakan nuansa sebagaimana yang tergambarkan dalam cerita filmnya. Titien yang sangat mengerti bagaimana kehidupan banyak orang yang ia amati, pasti sangat tahu bagaimana membuat penggambaran yang baik. Ragam budaya menyimpan ragam potensi konflik.

Kalau dalam satu komunitas, keinginan untuk saling menghargai dan saling mengerti tidak menjadi satu tujuan, maka masyarakat itu rentan sekali dengan konflik. Inilah yang terjadi pada banyak komunitas. Konflik horizontal ini bisa sangat berbahaya. Saling membunuh dan saling menindas akan menjadi satu hal yang terus dilakukan hingga tidak ada ujung dari setiap kisah yang diungkapkan. Hari demi hari yang terpikirkan adalah bagaimana membuat orang lain terlihat lebih susah dan lebih tidak berdaya.


Budaya ‘senang melihat orang susah’ akan semakin subur kalau yang dicari adalah sesuatu yang tidak ada maknanya dalam hidup. Berbeda dengan budaya ‘susah lihat orang susah’. Budaya satu ini akan membuat orang berpikir bagaimana membahagiakan orang lain. Akhirnya orang akan berusaha membantu orang lain agar kesusahan itu cepat terangkat. Senang dan ikut berbahagia melihat orang lain bahagia, merupakan satu ciri kebeningan hati. Berkorban untuk orang lain dan rela menjadi seperti lilin bagi mereka.

Lilin yang rela mati demi menerangi orang lain. Pengorbanan yag tiada berpamrih. Inilah salah satu hal yang sebenarnya diharapkan pada suatu komunitas. Bila mereka saling menghargai, maka ketenangan dan kebahagiaan bersama akan bisa tercapai. Sayang sekali bahwa tidak banyak orang yang mau melakukan hal seperti ini. Semua orang ingin apa yang dicita-citakannya tercapai dan ia tidak peduli dengan cita-cita orang lain.

Kesuksesan itu sebenarnya ketika membawa orang lain juga sukses bersama. Sering kali kedamaian yang telah dirasakan malah ternoda oleh sesuatu yang tidak penting. Sesuatu yang hadir karena ingin memiliki. Bila bersaing dilandasi sikap ingin menang apapun caranya, maka persaingan itu akan menjadi ajang saling membenci dan ajang saling menyingkirkan. Persahabatan saja  bisa ternoda kalau di dalam hati masing-masing malah tertanam hal-hal saling tidak percaya dan hal-hal yang saling curiga.

Titien Wattimena sangat berhasil menggambarkan hal ini sehingga orang seolah melihat dirinya sendiri yang tergoda menyingkirkan orang lain. Jiwa kemanusiaan teruji pada saat pengorbanan itu dituntut. Meletakkan nilai-nilai di atas kepentingan pribadi. Tidak banyak yang mampu melakukan hal ini karena tidak banyak yang memahami bahwa pengorbanan demi orang lain itu adalah sesuatu yang mulia. Bagi kebanyakan orang, tanpa berkorban untuk orang lain saja hidupnya telah susah. Apalagi harus berkorban bagi orang lain.

Film Mengejar Matahari

Inilah salah satu film yang patut ditonton. Salah tsau film yang tidak mengumbar keseksian seorang wanita yang menampilkan apa yang seharusnya tidak ditampilkan. Film ini tidak memfokuskan diri pada kata-kata merayu dari seorang wanita yang seolah hidup  demi mencari kebahagiaan dengan belaian laki-laki yang tidak halal baginya. Kekuatan cerita menjadi satu hal yang ditonjolkan. Kalau mengandalkan kekuatan dari aroma keseksian yang disalahgunakan, maka suatu film tidak beda dengan semua film seronok.

Walaupun film ini berusaha menjadi satu film yang mendobrak film-film yang sedang beredar, masyarakat tetap mantap menontonya. Mereka mungkin jug atelah bosan dengan sajian film yang mengumbar aurat. Mereka tidak ingin keadaan jiwa dan hatinya semakin rusak setelah menonton film yang tidak karuan. Jika film Mengenjar Matahari menjadi bahan pembicaraan itu karena kisah yang diangkat cukup melekat di hati.

Dalam film tersebut, empat sekawan yakni Ardi, Damar, Alvin dan Nuno menjalani hari-hari mereka dengan penuh kegembiraan sebagai sahabat. Mereka tidak pernah memandang perbedaan status sosial sebagai penghalang. Rasa setia kawan yang tinggi menjadikan rasio mereka singkirkan demi menjunjung harga diri kawan mereka yang tertindas. Rasa kasih sayang itu tertanam dalam jiwa hingga mereka merasa satu jiwa. Mereka merasa saling terikat satu sama lain.

Tetapi kehidupan itu memang seperti keadaan cuaca. Terkadang matahari bersinar terang dengan cahaya yang hangat walaupun akhirnya sangat panas menusuk tulang. Cuaca terang sering kali berarti menarik hujan sehingga mendung bergelayut dengan mesra di sekeliling matahari. Sinarnya  yang terang tertutup ketebalan awan. Awan yang tebal ini terbawa oleh angin. Akhirnya hujan yang telah lama menyimpan air pun, jatuh ke bumi. Basah yang tak tertahankan membuat kehidupan berjalan dengan sedikit tersendat.

Hujan membuat orang berpikir untuk tidak keluar rumah. Mereka ingin menyaksikan air yang jatuh itu dari jendela rumah sambil minum kopi. Ini adalah babak kehidupan yan tak terelakan. Begitulah kisah persahabatan dalam Mengajar Matahari. Perubahan kehidupan dihadapi ketika kesedihan harus ditelan dengan air mata yang tak terbendung. Penyesalan dan kesedihan itu membuat jiwa dan hati terguncang.Tiada lain yang harus dilakukan, kecuali tetap maju.


Maju bukan berarti melupakan. Hidup terus berjalan dan bila hanya disesali tanpa mulai melangkah lagi, maka kesedihan akan memakan jiwa. Jiwa yang tergerogoti akan kehilangan pencarian makna hidup yang sesungguhnya. Manis hidup mungkin tidak akan terasa sama, namun, tanpa melangkah jauh dan berusaha bangkit lagi, manis hidup itu akan selamanya tidak mampu ditemukan lagi. Kesedihan bukan penghalang untuk bisa berbahagia lagi.

Film ini berusaha menggambarkan bagaimana manusia-manusia yang awalnya bahagia, lalu mendapatkan kesedihan, melangkah mencari kebahagiaan yang sesungguhnya. Tawa yang tidak lagi sama namun tawa yang membangkitkan jiwa sehingga mengerti bentuk tertawa yang menenangkan. Tawa yang bukan asal tertawa tetapi tertawa yang penuh syarat kebermaknaan.

Kisah manis dari persahabatan ini mulai terusik ketika muncul seorang gadis muda yang mengusik perhatian dua orang dari empat sekawan tersebut. Persaingan untuk mendapatkan perhatian sang gadis, menjadikan mereka melupakan kisah persahabatan yang terjalin. Akibatnya, Alvin harus meninggal di tangan seorang preman yang memiliki dendam pada Damar. Kematian ini menyadarkan satu arti persahabatan yang sebenarnya. Cinta nafsu itu bukanlah pesaing dari persahabatan. Cinta itu seharusnya menunjang persahabatan.

Hikmah Novel Mengejar Matahari

Banyak hikmah yang bisa ditarik dari rangkuman cerita dalam resensi Mengejar Matahari ini. Berawal dari kisah persahabatan manusia biasa, dengan beragam intrik di dalamnya merupakan cermin sebuah kehidupan di alam nyata. Sehingga, meski cerita tersebut hanyalah fiksi belaka,  tak ada salahnya untuk dijadikan sebagai salah satu pelajaran dan bekal dalam menjalani kehidupan. Tentu saja setiap penulis mempunya pesan dalam tulisannya. Mereka tidak hanya ingin menghibur, mereka ingin orang memahami dan bercermin ke cerita yang disuguhkan.

Beberapa hikmah dalam resensi novel Mengejar Matahari adalah:

1. Persahabatan dan hubungan sesama manusia yang baik, selalu berdasarkan pada hati. Bukan diukur dari tingkatan materi atau penampilan fisik seseorang.
2. Mendidik seorang anak, akan lebih baik dengan mengutamakan komunikasi. Bukan dengan mengedepankan kekuatan fisik orangtua.
3. Persahabatan lebih berarti daripada menurutkan egoisme. Karena dengan egoisme, bisa menimbulkan perpecahan dalam sebuah persahabatan.
4. Cita-cita adalah sebuah tujuan yang menjadi arahan dalam segala tindakan. Tanpa cita-cita, seseorang tidak akan pernah mampu menjalani kehidupan secara teratur.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Situs Hiburan yang Patut Dikunjungi
  • Menulis Pantun Sahabat di Akhir Pekan
  • Resensi Cerpen Robohnya Surau Kami
  • Belajar Dari Contoh Cerpen Persahabatan
  • Cerpen Petualangan - Touring de Dempo
  • Teks Drama - Penokohan Hingga Tragedi
  • Resensi Perempuan Berkalung Sorban
  • Cara Menulis Berita untuk Pemula
  • Produktif Menulis dengan Komunitas Penulis
  • Tips Menulis Cerpen dalam Bahasa Inggris
  • Gambaran Kebudayaan Jawa dalam Cerpen Indonesia "Sri Sumarah"
  • Mengintip Proses Kreatif Penulis Laskar Pelangi
  • Teknik Penulisan Cerita Anak dan Penulisan Skenario
  • Menulis Adalah Cara Meringankan Jiwa
  • Nama Penulis Novel Terkenal
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA