Resiko Merokok Bagi Kesehatan
Ilustrasi resiko merokok
Resiko merokok bagi kesehatan sangat besar. Resiko tersebut tidak hanya disebabkan oleh senyawa nikotin yang dikandungnya. Beragam penelitian yang dilakukan oleh para ahli menunjukkan bahwa begitu banyak zat-zat berbahaya yang terkandung dalam sebatang rokok.
Oleh karena itu, wajar jika para ahli termasuk pemerintah memberi perinngatan keras terhadap para perokok. Zat-zat yang terkandung di dalam rokok termasuk senyawa kimia berbahaya bagi tubuh. Apalagi jumlahnya tidak hanya dapat dihitung dengan jari tangan manusia.
Senyawa Kimia Berbahaya
Senyawa kimia berbahaya tersebut jumlahnya ribuan sehingga pengaruhnya bagi tubuh sangat luar biasa. Ketika tubuh sudah terserang oleh beragam senyawa kimia berbahaya dari kandungan rokok, maka penanganannya tidak dapat dianggap mudah dan biasa saja. Apalagi kalau yang terserang janin di dalam kandungan seorang wanita hamil.
Hasil penelitian para ahli menunjukkan bahwa asap rokok mengandung 4000 jenis bahan kimia berbahaya. Dari 4000 jenis bahan kimia ini, 60 jenis diantaranya bersifat karsinogenik dan disinyalir dapat memicu iritasi. Karena itulah, sifat karsinogenik hendaknya dihindari sejak awal dengan beragam upaya maksimal di dalamnya.
Beberapa senyawa kimia yang terkandung dalam asap rokok diantaranya yaitu aseton, arsen, butan, cadmium, carbon monoksida, DDT, formaldehide, hidrogensianida, metanol, nikotin, fenol, propilen glikol, toluen, vinil clorida. Resiko bagi para perokok terbesar bagi kesehatan disebabkan oleh senyawa kimia ini.
Jika diperhatikan, senyawa-senyawa kimia di atas sangat berbahaya bagi kesehatan. Coba kita perhatikan masing-masing senyawa tersebut. Aseton merupakan bahan dasar penghapus cat. Arsen merupakan racun semut. Butan digunakan untuk pemantik bahan bakar. DDT biasanya ditemukan pada racun insektisida.
Kesehatan Secara Umum
Pengetahuan mengenai senyawa kimia dalam rokok tentu akan menjadikan semua orang mewaspadai keberadaannya. Faktor kesehatan menjadi hal utama yang senantiasa berkaitan dengan senyawa kimia berbahaya itu. Jika senyawa kimia berbahaya dalam rokok tidak ditanggulangi, tentu saja kesehatan tubuh manusia akan terganggu perlahan tapi pasti mengalami beragam penyakit berbahaya pula.
Resiko merokok bagi kesehatan sudah menjadi rahasia umum. Bahkan para pecandu rokok sekali pun sudah memahaminya. Namun, hal tersebut ternyata tidak menyurutkan keasyikan mereka dalam merokok. Pada dasarnya setiap tembakau yang ada pada sebatang rokok bersifat adiksi dan mematikan.
Bukti-bukti ilmiah menunjukkan bahwa rokok merupakan penyebab tingginya angka kematian dan meningkatkan resiko serangan kanker khususnya kanker paru-paru. Selain itu, resiko serangan jantung, stroke, amfisema dan berbagai penyakit fatal dan tidak fatal lainnya meningkat akibat konsumsi rokok secara terus menerus.
Kesadaran masyarakat yang telah mengalami tahap pecandu rokok, tentu menjadikan semua pihak waspada. Menumbuhkannya membutuhkan proses yang luar biasa. Sebab kriteria pecandu berarti sudah berada pada tahapan yang sangat parah dalam diri manusia.
Oleh karena itu, upaya menumbuhkan kesadaran untuk menjaga kesehatan secara umum agar terhindar dari pengaruh rokok, tentu saja membutuhkan kerjasama dari berbagai pihak. Pihak-pihak tersebut tidak hanya terbatas pada kalangan masyarakat menengah ke bawah saja tapi juga semua kalangan.
Pabrik yang memproduksi rokok pun sudah menjadi sasaran upaya menumbuhkan kesadaran akan pentingnya terhidar dari resiko rokok. Pemerintah bersama masyarakat di dukung pula dengan peran individu yang maksimal, maka sedikit demi sedikit kesadaran masyarakat akan muncul dan berkembang.
Ibu Hamil dan Janin
Selanjutnya, resiko merokok bagi ibu hamil ternyata lebih kompleks lagi. Bahaya rokok tidak hanya mengintai kesehatan si Ibu, namun juga bagi janin yang dikandungnya. Alasannya sangat sederhana yaitu karena janin berada dalam rahim ibunya. Jadi, segala apa yang telah masuk ke dalam tubuh ibunya juga akan memberikan pengaruh pada janinnya.
Janin dalam kandungan sangat membutuhkan nutrisi dari ibunya secara langsung. Oleh karena itu, nutrisi pada ibu yang sedang mengalami proses kehamilan hendaknya diperhatikan dengan baik. Nutrisi tersebut harus berupa makanan dan minuman sehar serta bergizi seimbang. Seorang ibu harus maksimal melakukan upaya untuk menjaga janinnya agar dalam keadaan sehat dan aman.
Seorang ibu tidak dapat berpikir melakukan segala aktivitas sesuai keinginannya sendiri. Termasuk di dalamnya melakukan aktivitas merokok. Seorang ibu harus melakukan konsultasi kesehatan selama ia hamil jika memang ia termasuk pecandu rokok. Segala aktivitas seorang ibu membutuhkan perjuangan karena janin tersebut merupakan calon buah hati yang diimpikan kehadirannya.
Resiko dari merokok bagi Ibu ketika hamil diantaranya yaitu: keguguran spontan, kerusakan mendadak pada plasenta, kelahiran prematur, kerusakan pada plasenta secara bertahap bagi para pecandu rokok dan lain sebagainya. Sementara pada cabang bayi sendiri, resiko dari adanya kegiatan merokok yang dilakukan ibu ataupun orang lain dengan asap rokok yang diisap sang ibu juga ada beberapa.
Asap rokok yang masuk melalui aliran darah beresiko bayi lahir dengan berat badan rendah, penurunan fungsi paru-paru, efek jangka panjang pada perkembangan mental dan fisik, serta resiko terjadinya infeksi pada saluran pernapasan bagian bawah. Itulah resiko yang akan dialami bayi selama dikandung oleh ibu hamil pada area rawan rokok maupun aktivitas ibu yang pecandu atau melakukan aktivitas merokok.
Untuk itu, sebaiknya memang seorang ibu melakukan segala hal untuk dapat menjaga kondisi dan kesehatan dari janin yang ia kandung. Karena memang ibu menjadi penentu akan keadaan dan kesehatan dari janinnya.
Ibu yang merokok sudah akan memberikan banyak pengaruh buruk terhadap janinnya. Dengan niat yang tulus untuk menjadi ibu yang baik dengan memberikan pengaruh yang aik kepada anaknya serta menjauhkan si anak dari berbagai pengaruh buruk maka seharusnya ibu perokok dapat memulai untuk menghentikan kebiasannya merokok ini.
Perokok Pasif
Istilah merokok bagi setiap orang memiliki kriteria masing-masing. Ada yang disebut perokok pasif dan ada juga perokok aktif. Perokok pasif adalah orang yang menghisap paparan asap rokok yang dari pihak lain atau orang-orang dilingkungannya. Resiko bagi perokok pasif juga tidak bisa dianggap remeh. Bahkan cenderung lebih besar dari pada resiko yang mengintai para perokok aktif.
Perokok pasif sadar atau tidak telah menghisap asap yang keluar dari bekas pembakaran rokok dan asap yang dihembuskan oleh perokok aktif. Asap dari rokok merupakan komponen utama yang mengandung racun pada sebatang rokok. Oleh karena itu, kewaspadaan pada para perokok pasif harus terus ditingkatkan karena jumlah perokok pasif ada kemungkinan terus meningkat setiap waktunya.
Bahkan ada beberapa penelitian yang dilakukan dan menyatakan bahwa sebagian besar pengaruh dari asap rokok dihirup oleh perokok pasif. Karena memang peroko pasif inilah yang akan lebih banyak untuk menghirup asap rokok.
Sejatinya dengan melihat hal ini dapat membuka mata kita bahwa orang yang tak bersalah yang ada di sekitar para perokok akan mendapatkan akibat yang lebih nyata dari aktivitas merokok yang ditimbulkan. Justru orang yang tak merokoklah yang akan mendapatkan banyak pengaruh buruk dari hal ini.
Kesadaran Pola Hidup Sehat
Ulasan ini menjadi salah satu sarana yang dapat digunakan untuk menambahkan kesadaran melakukan perbaikan kegiatan hidup dengan pola sehat. Bukan hanya terbatas pada merokok tapi juga bagaimana menata makanan yang dimasukkan ke dalam tubuh sebagai nutrisi.
Para perokok tentunya membutuhkan makanan ringan atau camilan lainnya yang menyehatkan untuk menggantikan keberadaan rokok yang biasanya menjadi menu makan ringannya di waktu senggang. Meski tidak mudah mencari makanan ringan kriteria tersebut, tapi dapat terus diupayakan. Misalnya saja berupa kacang-kacangan, susu, minuman hangat serta menyehatkan dan lain sebagainya.
Kesehatan sangat berperan penting dalam kehidupan manusia segala usia. Hendaknya menjaga kebiasaan hidup sehat harus terus dilatih sejak usia anak-anak termasuk menghindari rokok meski hanya sebatas asap rokoknya. Anak-anak harus terbiasa menghindari asap rokok agar tubuhnya sehat dan perkembangannya baik.
Meski tidak mudah membiasakan hidup sehat, tapi upaya tersebut harus terus dilakukan dengan maksimal. Mengenai hasilnya, maka semua akan terjawab dengan sendirinya jika usaha yang dilakukan menjaga kesehatan tubuh maksimal.
Sejatinya banyak sudah dari perokok yang telah menyadari dampak buruk dari kebiasaan yang mereka lakukan yaitu merokok. Namun memang terkadang untuk menghentikan kebiasaan ini bukanlah suatu hal yang mudah untuk dilakukan. Butuh banyak usaha dan niat yang kuat untuk dapat menghentikan aktivitas merokok ini.
Dengan memahami bagaimana besarnya resiko merokok yang ada baik bagi perokok itu sendiri terlebih juga bagi perokok pasif atau orang yang ada di sekitar para perokok maka kebiasaan merokok memang harus segera untuk dihentikan. Agar tak banyak lagi yang merasakan keburukan dari aktivitas yang sejatinya tak membawa satu manfaat sedikitpun.

