Review Film Laskar Pelangi
Judul Film : Laskar Pelangi
Pemain : Zulfikar (Ikal), Cut Mini (Bu Muslimah), Mathias Muchus (Ayah Ikal), Rieke Diah Pitaloka (Ibu Ikal), Varis Yamano (Lintang)
Sutradara : Riri Riza, Mira Lesmana
Produser : Mizan Production dan Miles Production
Skenario : Salman Aristo
Ringkasan
Review Film Laskar Pelangi : Film Laskar Pelangi ini bercerita tentang sepuluh siswa miskin di Gantong, Manggar, Belitong. Ikal adalah siswa dengan kemampuan kebanyakan seperti anak lainnya. Mahar adalah penyeimbang otak kiri yang dimiliki Lintang.
Kemampuan otak kanannya yang luar biasa dalam hal imajinasi, puisi, musik nantinya akan mengharumkan SD Muhamadiyah. Lintang adalah siswa paling jenius di kelas. Anak nelayan miskin ini datang ke sekolahnya setelah menempuh perjalanan berkilo-kilo jauhnya dengan naik sepeda.
Belum lagi dia harus menghadapi buaya yang sewaktu-waktu menghadangnya. Sahara adalah peoni di kelas ini. Dialah satu-satunya anak perempuan yang bersekolah di SD miskin. A Kiong adalah satu-satunya keturunan China yang sekolah di SD Islam ini. Trapani, Mahar, Kucai, Bore', dan Harun melengkapi kelas ini. Tanpa adanya Harun, anak dengan kemampuan di bawah rata-rata, sekolah Muhamadiyah ini sudah ditutup.
Laskar Pelangi juga dilengkapi dengan kisah cinta monyet antara Ikal dan A Ling. Ikal bertemu A Ling ketika dia harus membeli kapur di toko yang dimiliki ayah A Ling. Ikal jatuh cinta pada pandangan pertama. Cinta yang tak bertepuk sebelah tangan. A Ling membalas cinta tersebut.
Sayangnya, cinta itu tak bisa mekar. A Ling harus ke Jakarta ikut pamannya. Ikal pun patah hati. Tapi, itu tak membuatnya patah arang. Denga bantuan teman-temannya, dia bangkit dari keterpurukan karena cinta monyet yang tak jadi nyata.
Kemiskinan tak membuat SD Muhammadiyah miskin prestasi. Lintang dengan kemampua otaknya membawa SD Muhammadiyah menjadi juara satu lomba cerdas cermat. Mereka mengalahkan SD PN Timah yang dihuni oleh anak-anak orang kaya. Mahar dengan kemampuan otak kanannya yang di atas rata-rata membawa SD Muhamadiyah menjadi juara satu dalam parade perayaan hari ulang tahun kemerdekaan negara Republik Indonesia.
Prestasi para Laskar Pelangi ini tak lepas dari dukungan Bu Muslimah. Guru muda luar biasa yang mengabdikan hidupnya untuk anak-anak miskin yang haus ilmu. Dia berjuang keras membagi ilmu yang dipunyainya kepada semua murid-muridnya.
Sayangnya, salah satu anggota Laskar Pelangi, Lintang tak sempat lulus dari sekolahnya. Dia putus sekolah karena harus menanggung adik-adiknya setelah kematian ayahnya. Siswa superb luar biasa ini tak sempat mewujudkan impiannya pergi ke pusat para ilmuwan belajar, University of Sorbonne, Prancis.
Secara keseluruhan, film Laskar Pelangi ini sangat luar biasa. Para pemainnya berakting total. Cut Mini yang berperan sebagai Bu Muslimah bahkan belajar logat melayu untuk bermain di film ini. Para bintang mudanya juga berakting luar biasa. Belum lagi setting film ini yang mengambil gambar-gambar pantai yang indah di Belitong. Para penonton benar-benar dimanjakan oleh pemandangan alam Belitong yang mempesona.
Tips
Bagi para penonton yang sudah membaca bukunya, disarankan untuk melepaskan keindahan deskripsi yang ditulis Andrea Hirata. Selain itu, harus bersiap untuk melihat beberapa cerita yang ditambahkan dan dikurangkan dalam film Laskar Pelangi. Meski ada beberapa bagian yang tidak sama dengan bukunya, secara keseluruhan film ini begitu menakjubkan.






