logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Profil    Perusahaan

Mengenal Revlon dan 80 Tahun Kesuksesannya


Ilustrasi revlon

Revlon adalah perusahaan kosmetik kenamaan asal Amerika Serikat yang kini sukses di mancanegara, termasuk Indonesia. Revlon dikenal dengan produknya yang sesuai untuk berbagai kalangan dan usia.

Divisi Revlon yang paling terkenal di mancanegara mencakup:

  • Natural Wonder untuk kalangan remaja dan dewasa muda,
  • Ultima 11 untuk kelas atas,
  • Moon Drops untuk yang memiliki masalah kulit kering,
  • Princess Marcella Borghese yang ditujukan khusus untuk pasar internasional, dan
  • Etherea bagi mereka yang berkulit sensitif.

Perusahaan kosmetik ini dikenal sebagai pionir dan inovator di berbagai bidang, tidak hanya kosmetik. Salah satu rintisannya yang banyak ditiru oleh banyak perusahaan kosmetik hingga kini adalah peralihan pelaksanaan uji coba kosmetik dari uji coba pada hewan ke uji coba dengan metode alternatif lain.

Sejarah Awal Pendirian Perusahaan Revlon

Revlon bukanlah "anak kemarin sore" di bidang produksi kosmetik. Delapan puluh tahun yang lalu, ia berdiri di tengah depresi ekonomi yang melanda Amerika Serikat (tahun 1932). Ide pendirian perusahaan kosmetik ini dimulai saat Charles Revson dan saudara laki-lakinya, Joseph, bekerja sama dengan ahli kimia bernama Charles Lachman untuk memproduksi produk cat kuku.

Cat kuku pertama yang dibuatnya menggunakan metode yang unik, yakni dengan memanfaatkan pigmen warna, bukannya bahan pewarna celup. Perusahaan kecil ini memproduksi cat kuku dengan berbagai pilihan warna. Pada 1937, Revlon mulai mencoba peruntungannya dengan menjual cat kukunya di pusat-pusat perbelanjaan. Hasilnya, hanya dalam kurun waktu enam tahun perusahaan industri rumahan ini berhasil bertransformasi menjadi perusahaan dengan laba jutaan dolar.

Selanjutnya, pada 1940, perusahaan ini memperbanyak koleksi produknya dengan memproduksi berbagai jenis lipstik. Perang Dunia II pun dijadikan ajang pemerolehan keuntungan oleh kedua bersaudara pendiri perusahaan ini.

Mereka meluncurkan produk kosmetik dan keperluan perawatan tubuh lainnya khusus untuk para tentara Amerika Serikat. Langkah berani ini menuai sukses, Revlon memperoleh penghargaan Army-Navy E Award atas mutu produknya yang baik di masa Perang Dunia II.

Berbagai Akuisisi yang Dilakukan Revlon

Revlon semakin cemerlang. Setelah perang usai, perusahaan ini menyandang predikat sebagai salah satu produsen kosmetik terbaik di Amerika Serikat. Untuk memperluas ranah bisnisnya, Revlon membeli sebuah perusahaan bernama Graef & Schmidt yang bergerak di bidang produksi cutlery (peralatan seperti pisau dan gunting).

Graef & Schmidt sendiri adalah sebuah perusahaan asal Jerman yang diambil alih oleh pemerintah Amerika Serikat pada 1943 karena kesulitan keuangan Jerman di masa itu. Akuisisi perusahaan Jerman ini memungkinkan Revlon untuk memproduksi alat perawatan tangan dan kuku.

Pada 1955, Revlon menjadi perusahaan yang go public. Saham pertamanya dijual seharga 12 dolar, tapi kemudian harga tersebut melonjak 8 minggu kemudian hingga mencapai angka 30 dolar. Kesuksesan dan semakin luasnya pasar Revlon membuat direksi perusahaan ini memutuskan untuk membuka divisi-divisi baru.

Pembukaan divisi-divisi baru ini bertujuan agar produksi dan pemasaran produk Revlon lebih terkonsentrasi pada pelanggan-pelanggan yang tepat. Divisi-divisi ini meliputi Revlon itu sendiri, Princess Marcell Borghese, Ultima II, Natural Wonder, Moon Drops, dan Etherea, sebagaimana telah dipaparkan di awal artikel ini.

Revlon memperbesar perusahaannya dengan mengakuisisi Knomark pada 1957. Knomark adalah sebuah perusahaan produsen semir sepatu. Dengan akuisisi ini, pada 1969, Revlon sukses memasarkan semir sepatu Esquire yang laris manis di pasar Amerika Serikat.

Rupanya perluasan perusahaan tidak berhenti sampai di situ. Langkah selanjutnya yang diambil adalah mengakuisisi perusahaan-perusahaan lain, seperti perusahaan Ty-D-Bol (sebuah perusahaan produsen pembersih toilet). Revlon juga mengakuisisi Mitchum, perusahaan deodoran pada 1970. Makin banyak perusahaan produsen yang diakuisisi, semakin Revlon merajai pasar berbagai bidang di Amerika Serikat.

Revlon Mendapatkan Hati Wanita-wanita di Dunia

Kegiatan perdagangan internasional Revlon dimulai pada akhir tahun 1950-an. Cabang-cabangnya mulai membludak di berbagai tempat di dunia sejak 1962 saat Revlon membuka cabang di Jepang, Prancis, Italia, Argentina, Meksiko, dan beberapa negara di Asia. Kesuksesan perdagangan internasional perusahaan ini paling berhasil menuai sukses di Jepang.

Di negeri Sakura itu, Revlon tidak berusaha menyesuaikan diri dengan menggunakan model-model Jepang yang berwajah oriental dalam promosi-promosi iklannya. Revlon lebih memilih menggunakan model-model Amerika dan ternyata strategi pemasaran ini sukses karena rupanya wanita-wanita Jepang menyukai gaya dan model Amerika.

Kini, Revlon menuai sukses di berbagai belahan dunia, di antaranya di negara-negara:

  • Asia Tenggara (dengan kantor pusat di Singapura),
  • Australia,
  • Selandia Baru,
  • Hong Kong,
  • Taiwan,
  • Cina,
  • Jepang,
  • Dubai,
  • Afrika Selatan,
  • Italia,
  • Prancis,
  • Inggris,
  • Argentina,
  • Venezuela, dan
  • Kanada.

Berbagai Produk yang Sukses Diluncurkan Revlon

Ada banyak produk Revlon yang sukses di pasaran, termasuk beberapa di antaranya yang merupakan pionir di bidang tersebut. Sebut saja Eterna27, sebuah krim wajah yang diluncurkan pada 1968. Krim ini adalah krim kosmetik pertama yang mengandung kadar estrogen yang disebut progenitin. Revlon juga merupakan perusahaan kosmetik pertama yang meluncurkan parfum dari perancang kenamaan.

Revlon hampir selalu menjadi pionir yang kreativitas dan inovasi-inovasinya menjadi patokan bagi perusahaan-perusahaan kosmetik lain di Amerika Serikat. Pada 1973, Revlon meluncurkan parfum unik bernama Charlie. Parfum ini dipasarkan untuk wanita mandiri pada tahun 1970-an.

Charlie adalah parfum pertama yang dalam iklannya yang menampilkan wanita memakai celana panjang (saat itu belum ada celana panjang untuk wanita dan pemakaian celana panjang oleh wanita ini diasumsikan sebagai promosi feminisme dan kemandirian yang menentang arus tradisional). Pemasaran parfum Charlie semakin memperkaya Revlon dengan kesuksesan penjualan mencapai 506 juta dolar pada 1973 dan 606 juta dolar pada tahun berikutnya.

Kemudian, sebuah parfum yang diberi nama Jontue diluncurkan sebagai kelanjutan parfum fenomenal sebelumnya. Penjualan Jontue juga membuat Revlon meraup keuntungan karena parfum ini menjadi salah satu parfum dengan penjualan terbaik sepanjang sejarah.

Revlon Pasca Meninggalnya Sang Pendiri

Pada 1975, sang pendiri perusahaan Revlon, Charles Revson, meninggal dunia. Ketiadaannya meninggalkan Michel Bergerac sebagai Presiden perusahaan. Ia adalah seseorang yang sangat ulet yang terus berusaha memperbesar keuntungan Revlon. Ia memperluas pasar Revlon dengan meluncurkan produk lensa kontak (hard lens) pada 1976. Pada akhir tahun 1970-an, Revlon banyak mengakuisisi perusahaan-perusahaan lain, seperti:

  • Coburn,
  • Armour and Company, dan
  • Lewis-Howe Company.

Pertengahan tahun 1980-an merupakan tahun-tahun terberat bagi Revlon dengan hadirnya perusahaan pesaing, Estee Lauder. Estee Lauder meraih kesuksesannya dengan strategi promosi menggunakan supermodel-supermodel terkenal di masa itu dan menyingkirkan Revlon dari pasar kosmetik Amerika Serikat.

Hal ini berakibat buruk bagi Revlon, harga sahamnya mengalami penurunan sebesar 10 - 20 persen. Bagaikan efek domino, pasar Amerika Serikat serta merta menurunkan Revlon sebagai perusahaan kosmetik peringkat pertama menjadi peringkat kedua.

Kesulitan ini dihadapi Revlon dengan semakin banyaknya perusahaan lain yang diakuisisi. Strateginya saat itu adalah untuk memperkuat dan memperbanyak inovasi produk Revlon di berbagai bidang. Pada 1983, perusahaan ini sempat berseteru dengan perusahaan Gillette saat ingin mengakuisisinya.

Puncaknya, perusahaan Revlon dijual ke Pantry Pride pada 1985 dan berganti nama menjadi Revlon Group, Inc. Revlon yang baru ini belumlah terlepas dari masa sulit. Kerugian-kerugian yang diperoleh pada tahun 1980-an meninggalkan utang sebesar 2,9 miliar dolar.

Keuangan perusahaan ini kembali normal pada tahun 1990-an hingga sekarang. Meski beberapa anak perusahaannya telah dijual, Revlon mampu bersaing dengan perusahaan-perusahaan kosmetik lain di seluruh belahan dunia hingga saat ini.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Indosat M2 - Operator Internet Terbesar di Indonesia
  • Perusahaan Multinasional di Indonesia
  • Profil HP Indonesia - Hewlett Packard
  • Perusahaan Furniture Olympic
  • Cari Tahu Informasi Bisnis dengan Yellow Pages
  • Kantor Pusat Lion Air dan Profil Perusahaan
  • Chanel, Nama Besar di Dunia Mode
  • Bedak Palgantong - Bedak Sekelas Artis Song Hae Kyo
  • Paket Internet Smart yang Hemat
  • Iklan Axis yang Extra Ordinary - ANNEAHIRA.COM
  • Tokoh-Tokoh BPUPKI Pembentuk Indonesia
  • Dwidaya Tour Berwisata Hingga ke Negeri Cina
  • Fleksibelnya Tarif JNE
  • Mengenal Lebih Dekat Agung Podomoro
  • Tips Mendirikan Studio Musik
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA