Ringkasan Layar Terkembang
Buku Klasik Layar Terkembang
Penulis: Sutan Takdir Alisjahbana
Judul : Layar Terkembang
Penerbit : Balai Pustaka
Terbit : 1937 (Cetakan Pertama)
Tebal Buku : 139 Halaman
Ringkasan Layar Terkembang
Layar Terkembang adalah sebuah roman klasik karya Sutan Takdir Alisjahbana. Berisi lika-liku perjuangan seorang wanita mencapai cita-citanya. Juga menceritakan kisah cinta yang mengharu-biru. Dikisahkan, Raden Wiriatmadja memiliki dua orang anak perempuan yang berbeda karakter. Sang kakak bernama Tuti lebih pendiam dalam pembawaan sehari-hari. Hobinya membaca buku dan aktif dalam kegiatan organisasi. Sedangkan adiknya lebih lincah dan supel bergaul, Maria.
Suatu hari, Tuti dan Maria berkenalan dengan seorang mahasiswa Kedokteran bernama Yusuf di Pasar Ikan. Seorang pemuda anak seorang Demang di Martapura, Sumatera Selatan. Ternyata, pemuda ini menjadi tambatan hati keduanya. Namun, Marialah dengan segala pesonanya berhasil merebut hati Yusuf. Keduanya pun makin dekat, Yusuf meminta Maria menjadi kekasihnya.
Sang kakak, Tuti menyibukkan diri dengan aktif di organisasi. Ia bahkan menjadi wakil organisasi untuk berpidato tentang kemajuan perempuan dalam sebuah kongres. Hubungan Yusuf dan Maria diikat melalui pertunangan. Namun, saat akan menikah, Maria sakit TBC dan harus dirawat di sanatorium di pedesaan. Disanalah, Tuti menyadari bahwa berjuang tak hanya dilakukan dalam sebuah organisasi, tapi juga bisa dengan cara tinggal di desa dan membangun desa itu.
Penyakit Maria semakin parah. Sebelum meninggal, Maria berpesan agar Tuti mau menikah dengan Yusuf. Novel ini merupakan sebuah karya sastra yang melekat di hati banyak pembacanya. Buku ini dapat menginspirasi kaum muda agar berjuang keras mencapai cita-cita mereka. Hingga 2009, novel Layar Terkembang telah dicetak oleh Penerbit Balai Pustaka sebanyak 35 kali.
Tentang STA
Sutan Takdir Alisjahbana (STA) lahir di Natal, Sumatera Utara pada 11 Februari 1908. ia menulis novel Layar Terkembang ini di usia 29 tahun. Selain menulis, ia juga menerjemahkan buku, pendiri dan editor Pujangga Baru. Sutan Takdir adalah penulis yang produktif. Ia tak hanya menulis novel, tapi juga buku sejarah sastra dan budaya, artikel, puisi, naskah, dan banyak lagi. Buku-bukunya dikenal hingga ke luar negeri.
Selain Layar Terkembang, novel karyanya adalah Tak Putus Dirundung Malang (1929), Dian Tak Kunjung Padam , 1932), Anak Perawan di Sarang Penyamun (1940), Grotta Azura (1970) dan sebagainya. Pada 1992, Sutan Takdir meraih gelar Doktor Honoris Causa dari Universiti Kebangsaan Malaysia. Selain itu, ia juga meraih Japan Foundation Award dari Japan Foundation. Sastrawan besar ini wafat di Jakarta, 17 Juli 1994.
| Beri rating untuk artikel di atas |








