logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Hobi    Menulis    Nonfiksi

Membuat Riwayat Hidup Penulis


Ilustrasi riwayat hidup penulis

Ketika hendak membeli atau membaca sebuah buku, calon pembeli atau calon pembaca selalu memperhitungkan beberapa hal. Misalnya, kesesuaian buku dengan kebutuhannya, kedalaman atau keluasan materi yang dibahas, gaya penyampaiannya, dan siapa penulisnya. Beberapa penerbit bahkan mencantumkan riwayat hidup penulis secara singkat di sampul belakang (backcover) buku.

 

Riwayat Hidup Penulis

 

Pencantuman riwayat hidup sebagai seorang penulis di sampul belakang ini bertujuan untuk memberi penjelasan singkat kepada calon pembeli atau pembaca buku mengenai penulis. Kredibilitas penulis yang dicantumkan dalam riwayat hidup itu diharapkan dapat menarik minat calon pembeli buku.

 

Tak banyak penerbit yang mencantumkan riwayat hidup sebagai seorang penulis di sampul belakang buku. Sampul belakang lebih banyak diisi oleh sinopsis buku dan endorsment (testimoni) tokoh-tokoh publik mengenai buku tersebut.

 

Namun bukan berarti riwayat hidup sebagai seorang penulis tersebut tidak tercantum. Riwayat hidup sebagai seorang penulis biasanya diletakkan di halaman terakhir buku. Ruang yang lebih luas daripada sampul buku menjadikan riwayat hidup sebagai seorang penulis yang tercantum di dalam buku menjadi lebih lengkap. Pembaca akan lebih mendapatkan gambaran yang menyeluruh tentang si penulis buku tersebut.

 

Dalam sebuah buku, riwayat hidup sebagai seorang penulis ini sering diberi tajuk yang berbeda-beda, tergantung pada penerbit dan penulis buku itu sendiri. Ada yang mencantumkan tajuk Biodata Penulis, Biografi, Tentang Penulis, About Me, dan sebagainya. Beberapa penerbit mensyaratkan penulis buku untuk mencantumkan foto diri mereka, namun ada pula yang tidak.

 

Selain digunakan di dalam sebuah sampul buku, riwayat hidup sebagai seorang penulis ini akan sangat berguna untuk hal yang lainnya. Karena memang di dalam informasi in akan menunjukan bagaimana kehidupan si penulis ini.

 

Misalnya penulis tersebut sedang mengajukan ke sebuah penerbit untuk menerbitkan bukunya. Maka pihak penerbit akan melihat bagaimana pengalaman menulis yang sudah dimiliki oleh si penulis tersebut dan hal ini akan dapat dengan mudah dilihat di dalam riwayat hidup sebagai seorang penulis ini.

 

Apa yang Dicantumkan Dalam Riwayat Hidup Penulis

 

Panjang pendeknya suatu riwayat hidup yang dimuat di buku umumnya tergantung pada penulis buku itu sendiri dan pada kebijakan penerbit. Ada penerbit yang memberikan ruang cukup untuk menuliskan riwayat hidup, ada yang membatasi beberapa baris saja.

 

Hanya saja, sangat diharapkan bahwa infaormasi yang diberikan di dalam riwayat hidup sebagai seorang penulis  ini akan lengkap dan detail. Atau paling tidak dapat mewakili informais yang ingin untuk diketahui oleh pembaca dari buku yang ada.

 

Akan terdapat banyak informasi yang dapat untuk dituliskan atau dicantumkan di dalam riwayat hidup sebagai seorang penulis ini. semuanya juga tergantung dari bahan pertimbangan dari si penulis sendiri untuk memberikan data yang benar dan detail mengenai dirinya. Jika memang ia menginginkan untuk tidak memberitahu beberapa hal mengenai dirinya maka hal ini kemudian tak akan pernah ditemukan di dalam riwayat hidup sebagai seorang penulis yang ia buat.

 

Informasi yang tercantum di dalam lembaran riwayat hidup sebagai seorang penulis ini mencakup:

 

1. Nama penulis. Nama memang menjadi sebuah hal yang sangat penting untuk diketahui oleh pembaca dari buku yang ada. Sebagai seorang penulis, terkadang ada beberapa penulis yang lebih suka untuk menggunakan nama pena yaitu semacam nama samaran di samping dari nama asli dari dirinya sendiri.

 

Namun di dalam riwayat hidup sebagai seorang penulis, pastilah akan dicantumkan nama asli dari si penulis. Kalaupun ada nama pena, biasanya nama inilah yang akan lebih populer dan dikenang oleh orang dibandingkan dengan nama asli dari penulis tersebut.

 

2. Tanggal lahir. Informasi mengenai tanggal lahir ini tidak harus dicantumkan. Banyak penulis yang tak mau menyebutkan tanggal lahirnya. Jika menyebutkan pun, banyak yang tak mencantumkan tahun lahir.

 

Hal ini memang karena ada sebagian orang yang menginginkan untuk diketahui umurnya berapa. Karena terkadang ketika diketahui umur seseorang ternyata lebih tua dari yang dikira maka dapat untuk menurunkan rasa percaya diri yang ada. Walaupun memang hal ini tak dirasakan oleh semua orang.

 

Dengan memberikan data mengenai tanggal lahir dengan jelas dan pasti maka akan dilihat berapa umur dari penulis tersebut. Lalu dengan bekal data ini maka akan dapat ditentukan arah penghargaan yang ada, kalaulah memang masih muda maka pantaslah untuk dihargai namun kalau sudah lebih tua maka pantas pula untuk mendapatkan penghormatan.

 

3. Pendidikan. Informasi pendidikan ini pun tak harus dicantumkan, kecuali untuk buku ilmiah. Untuk buku-buku ilmiah, pencantuman latar belakang pendidikan justru dapat mengangkat kredibilitas si penulis buku. Umumnya yang dicantumkan adalah pendidikan terakhir. Jadi tak perlu mencantumkan riwayat pendidikan lengkap mulai dari TK atau SD. Kecuali jika si penulis buku tersebut memang masih duduk di bangku SD.

 

Namun hal ini juga masih bersifat optional, ada beberapa penulis yang menuliskan data mengenai pendidikan mereka, terutama adalah pendidikan akhir yang sudah mereka tempuh. Biasanya, pendidikan yang sudah ditempuh oleh seorang penulis ini akan sangat memberikan pengaruh pada gaya dan hasil dari tulisannya.

 

Misalnya ia adalah seorang yang telah menempuh pendidikan di bidang kedokteran, ketika ia adalah seorang penulis novel maka isis dari novelnya pasti juga akan kebanyakan berisikan mengenai dunia kedokteran. Baik hal ini dirasakan secara langsung atau hanya sekilas saja.

 

4. Pekerjaan. Untuk buku-buku fiksi, informasi mengenai pekerjaan ini pun tak selalu dicantumkan. Sebaliknya, untuk buku-buku ilmiah lebih baik mencantumkan informasi mengenai pekerjaan, lebih-lebih jika berhubungan dengan buku yang ditulis.

 

Biasanya yang ditulis di data mengenai pekerjaan ini memang jika seorang penulis telah menempuh sebuah pekerjaan formal selama ia menulis atau bahkan sebelum menjadi seorang penulis.

 

Hal ini juga akan sangat memberikan pengaruh pada bagaimana gaya tulisan yang dibuat. Karena seakan pekerjaan yang telah ditempuh adalah sebuah hal yang akan memberikan pengaruh pada segala hal yanga ada di dalam hidup seseorang termasuk hasil tulisan yang dibuat.

 

5. Prestasi. Tak semua prestasi yang pernah diraih oleh penulis perlu dicantumkan di dalam riwayat hidup sebagai seorang penulis. Cantumkan saja informasi yang berhubungan dengan bidang penulisan atau bidang yang berkaitan dengan isi buku. Prestasi yang relevan ini akan mengangkat citra penulis di mata pembaca bukunya.

 

Hal ini memang untuk memberikan penghargaan yang lebih kepada si penulis. Dengan mencantumkan berbegai prestasi yang sudah pernah dicapai oleh penulis tersebut maka akan semakin memberikan nilai tambah dalam diri si penulis tersebut. Bahwa nantinya, pembaca akan tahu bahwa penulis misalnya mempunyai bakat di suatu bidang tertentu.

 

6. Karya tulis yang pernah dihasilkan. Tercakup di sini adalah karya tulis dalam bentuk buku maupun tulisan lepas (artikel, cerpen, opini) yang di muat di media massa. Cantumkan judul buku-buku yang pernah diterbitkan, dilengkapi dengan nama penerbit dan tahun terbit. Jika buku yang diterbitkan sudah sangat banyak, pilih saja judul-judul buku yang terbaru atau terbaik.

 

Demikian pula dengan tulisan lepas. Penulis yang baru menerbitkan 1-2 buku biasanya mencantumkan judul-judul tulisannya yang pernah dimuat di media massa. Hal ini sah-sah saja karena akan membentuk citra baik tentang sang penulis tersebut.

 

Inilah hal paling inti dan penting dalam sebuah penulisan riwayat hidup sebagai seorang penulis. Karena dalam informasi akan hal ini akan dapat untuk diketahui bagaimana pengalaman menulis yang sudah dicapai oleh penulis tersebut.

 

Dan hal inilah yang akan menunjukan eksistensi dirinya sebagai sosok penulis. Jika seorang penulis sudah mampu untuk menciptakan buku dengan jumlah yang banyak maka ia sudah dapat terkategorikan sebagai seorang penulis yang produktif. Dan hal ini juga akan menjadi sebuah penghargaan tersendiri bagi dirinya.

 

Dalam buku, riwayat hidup sebagai seorang penulis ini dituliskan secara deskriptif, dipaparkan sebagai sebuah narasi. Riwayat hidup yang ditulis seperti mengisi formulir lamaran kerja dinilai tidak menarik dan kaku.

 

Karena dalam riwayat hidup penulis ini seakan memberikan perkenalan dari sang penulis kepada setiap pembaca bukunya. Agar nantinya, pembaca mengetahui siapa dan bagaimana sosok di balik buku yang mereka baca.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Prinsip Penulisan Berita yang Objektif
  • Daur Ulang Tulisan Anda!
  • Mempersiapkan Lomba Menulis Desember
  • Pintar Menulis dalam Hitungan Hari
  • Yuk, Belajar Penulisan Karangan!
  • Mengenal Teknik Penulisan Artikel
  • Menjadi Penulis itu Gampang ?
  • Menjadi Penulis Wanita Yang Hebat
  • Manfaat Penulisan Bagi Masyarakat
  • Lomba Menulis Artikel Dulang Popularitas
  • Teknik dan Tip Menulis Artikel
  • 7 Penulis Terkenal Indonesia
  • Mengikuti Lomba Penulisan Buku dan Menang
  • Menulis Proposal, Gampang kok!
  • Sistematika Penulisan Proposal Bisnis Untuk UKM
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA