Riwayat Hidup Sang Proklamator
Pembacaan naskah proklamasi kemerdekaan RI 1945 [klik gambar untuk memperbesar]
Siapa yang tidak kenal dengan laki-laki yang lahir di kota Blitar yang satu ini? Riwayat hidup Soekarno hampir dikenal oleh masyarakat Indonesia dari segala penjuru.
Bahkan banyak pula masyarakat luar negeri yang mengetahui dan membaca berbagai tulisan mengenai riwayat Soekarno ini.
Laki-laki yang lahir pada enam juni 1901 ini menjadi Presiden Republik Indoneia selama kurang lebih dua puluh satu tahun sejak masa perang perebutan kemerdekaan Indonesia.
Ir. Soekarno inilah yang memiliki peran yang sangat penting dalam perjuangan terhadap penjajah. Beliau membawa Bangsa Indonesia mencapai kemerdekaannya.
Karena jasanya itu pula Ir. Soekarno dinobatkan sebagai Bapak Proklamator Republik Indonesia. Jatuhnya kepemimpinan jabatan presiden pertama yang kemudian dialihkan kepada presiden kedua merupakan jatuhnya kepemimpinan secara paksa.
Ir. Soekarno sebelumnya menerbitkan Supersemar (Surat Perintah 11 Maret 1966) yang sangat kontroversial. Salah satu isinya adalah menugaskan Letjend Soeharto untuk mengamankan dan menjaga kewibawaan dari Ir. Soekarno. Kemudian Supersemar tersebut disalahgunakan oleh Letjend Soeharto sehingga dapat menggulingkan Ir. Soekarno dari jabatan Presiden pertama.
Sekilas Riwayat Hidup Bung Karno
Latar Belakang & Pendidikan Soekarno
Dalam banyak riwayat hidup Soekarno, diceritakan tentang perjalanan hidup beliau secara keseluruhan. Jelas di dalam riwayat hidupnya itu disebutkan bahwa anak yang dilahirkan dari rahim Ibu Ida Ayu Nyoman Rai ini memiliki darah asli Bali.
Soekarno memiliki darah seni yang kental hingga pada masa tuanya pun Ia sangat menyukai berbagai kesenian seperti seni lukis dan seni tari atau masih banyak lagi kesenian lain yang seringkali menarik minatnya.
Sejak usianya menginjak empat belas tahun, Soekarno hidup jauh dari orang tuanya karena mengikuti seorang kawan ayahnya yaitu Oemar Said Tjokroaminoto untuk melanjutkan pendidikan di Surabaya. Selama di Surabaya itulah Soekarno semakin banyak bertemu dengan banyak orang hebat terutama orang-orang penting dari Sarekat Islam yang dipimpin Tjokroaminoto.
Bahkan dalam usianya yang masih sangat muda, Soekarno muda mulai ikut berbagai organisasi kepemudaan yang akhirnya membangkitkan rasa nasionalismenya.
Setamatnya dari sekolah yang setara SMA saat ini, Soekarno melanjutkan pendidikan tingginya yang sekarang menjadi Institut Teknologi Bandung.
Ia pun mampu menyelesaikan pendidikan tingginya. Selama masa pendidikan tingginya itulah Soekarno mulai berkenalan dan berhubungan dengan para cerdik cendekia.
Ia berkenalan dengan Cipto Mangunkusumo dan Douwes Dekker. Riwayat hidup Soerkarno ini diceritakan secara lengkap di dalam buku-buku sejarah pendidikan dasar, menengah dan atas dengan tujuan agar generasi bangsa meneladani apa yang telah dilakukan Soekarno muda.
Bahwa untuk menjadi seorang yang sukses dan berhasil haruslah terus belajar, banyak membaca dan berinteraksi dengan banyak orang.
Massa Pergerakan Nasional
Setelah ia menyelesaikan pendidikan tingginya di Bandung, kira-kira satu tahun kemudian, Soekarno mendirikan sebuah organisasi yang nantinya akan menjadi Partai Nasional Indonesia. Organisasi tersebut dinamakan dalam bahasa Belanda yaitu Agemene Studie Club.
Sayangnya, gara-gara mendirikan organisasi itu pula, dua tahun setelah organisasi berdiri, Soekarno akhirnya ditangkap oleh Belanda akibat aktivitasnya yang mulai pro rakyat dan terindikasi oleh Belanda sebagai suatu bentuk pemberontakan.
Di dalam riwayat hidup Soekarno dituliskan berbagai penangkapan yg dilakukan penjajah Belanda kepada dirinya. Antara lain Ia dibuang ke Flores, bahkan pernah pula ia dibuang ke Bengkulu. Gara-gara berbagai pengasingan tersebut, peran Soekarno sempat terlupakan oleh tokoh-tokoh pergerakan masa itu, namun semangatnya untuk berjuang demi negara dan bangsanya tidak pernah padam.
Soekarno berjuang dengan caranya sendiri Ia menulis berbagai surat yang mengobarkan semangat kepada para tokoh-tokoh nasional antara lain Ahmad Hassan. Beliau adalah seorang guru persatuan Islam.
Masa Penjajahan Jepang
Riwayat hidup Soekarno masih berlanjut ketika pasukan Jepang mulai masuk ke Indonesia sekitar tahun 1942.
Pada mulanya, pemerintah Jepang sama sekali tidak mencurigai aktivitas yang dilakukan oleh para tokoh pergerakan nasional termasuk aktivitas yang dilakukan oleh Soekarno. Bahkan tentara Jepang ini pula yang akhirnya membebaskan Soekarno dari tahanan Belanda.
Perdana Menteri Jepang yaitu Hideki Tojo pernah berusaha menarik simpati masyarakat Indonesia. Ia memberikan penghargaan berupa bintang kekaisaran yang disebut dengan Ratna Suci kepada tiga tokoh terkenal Indonesia.
Mereka adalah Moh. Hatta, Soekarno dan Ki Bagoes Hadikoesoemo. Mereka bertiga diundang langsung datang ke Jepang dan diterima oleh kaisar Hirohito.
Masyarakat Jepang terkejut. Yang membuat masyarakat itu terkejut adalah dengan pemberian penghargaan tertinggi itu berarti dengan kata lain, kaisar Hirohito mengangkat ketiga tokoh Indonesia itu menjadi bagian dari keluarga kekaisaran.
Namun pada akhirnya pemerintahan pendudukan Jepang di Indonesia memperhatikan juga sekaligus memanfaatkan tokoh-tokoh Indonesia seperti Soekarno, Muhammad Hatta, Ki Hajar Dewantara dan lain-lain dalam setiap organisasi-organisasi dan lembaga untuk mencuri hati rakyat Indonesia.
Organisasi-organisasi tersebut antara lain adalah Jawa Hokokai, Putera (Pusat Tenaga Rakyat), BPUPKI dan PPKI. Tokoh-tokoh yang terlihat aktif antara lain Ki Hajar Dewantara, Soekarno, Hatta, K.H Mas Mansyur dan lain-lain.
Tetapi banyak juga tokoh-tokoh lain yang menganggap pemerintahan Jepang merupakan fasis yang berbahaya. Pada riwayat hidup Soekarno, menjelang hari kemerdekaan Indonesia disebutkan bahwa Soekarno saat itu sangat aktif dalam usaha persiapan kemerdekaan Indonesia.
Ia merumuskan Pancasila, dasar-dasar pemerintahan Indonesia termasuk merumuskan naskah Proklamasi Kemerdekaan dan UUD 1945. Bahkan Soekarno pula yang memelopori lahirnya lambang negara Indonesia yaitu Pancasila.
Masa Perang Revolusi
Riwayat hidup Soekarno juga menceritakan tentang bagaimana peran Soekarno dalam masa revolusi. Saat itu Soekarno mulai menyiapkan berbagai hal demi tercapainya Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
Ia mulai membentuk PPKI yang merupakan singkatan dari Panitia Persiapan kemerdekaan Indonesia. Soekarno tidak bekerja sendiri. Ada banyak tokoh-tokoh pergerakan nasional yang ikut membantu dirinya mempersiapkan tercapainya Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
Pemilihan tanggal 17 Agustus 1945 sebagai tanggal kemerdekaan Indonesia menjadi sebuah momen sejarah dari bangsa Indonesia karena pada saat itu bertepatan dengan tanggal 17 Ramadhan, bulan suci dari kaum muslimin yang diyakini merupakan tanggal turunnya wahyu pertama kaum muslimin kepada Nabi-nya yakni kitab suci Al-Qur’an.
Pada tanggal 19 September 1945 dengan kewibawaan atau sejarah dari riwayat hidup Soekarno yang diketahui dari kedua belah pihak (tentara Jepang dan rakyat Indonesia), dapat menyelesaikan tanpa terjadi pertumpahan darah antara dua ratus ribu rakyat jelata yang bentrok dengan pasukan Jepang yang masih bersenjata lengkap di lapangan Ikada Jakarta.
Masa Kemerdekaan
Soekarno akhirnya diangkat menjadi Presiden Republik Indonesia yang pertama dengan wakil presidennya adalah Moh. Hatta.
Hal ini semakin membuat riwayat hidup Soekarno menjadi sebuah catatan perjalanan hidupnya bagaimana ia mengantarkan rakyat Indonesia mencapai kemerdekaannya.
Pengangkatan Soekarno menjadi Presiden Republik Indonesia ini terjadi pada saat pemerintah Belanda menyerah terhadap Jepang. Masyarakat Indonesia saat itu mengira bahwa dengan kedatangan Jepang. Kehidupan masyarakat Indonesia menjadi lebih baik.
Pasukan Jepang dianggap penyelamat di mana akhirnya Indonesia memperoleh kemerdekaannya bersamaan dengan menyerahnya penjajah Belanda kepada tentara Jepang. Selain untuk indonesia, riwayat hidup Soekarno juga banyak dikenang oleh warga mancanegara.
Seperti pada peristiwa Konferensi Asia Afrika, Presiden Soekarno menyatakan keprihatinnya kepada bangsa-bangsa Asia dan Afrika yang belum merdeka dan berhak menentukan nasibnya sendiri. Konferensi Asia Afrika membuahkan Gerakan Non Blok, kemudian banyak negara-negara Asia Afrika yang memperoleh kemerdekaannya. Berkat perjuangan dari riwayat hidup Soekarno, banyak dari penduduk kawasan Asia Afrika yang tidak lupa akan bersahajanya Soekarno atas negara mereka.

