Teladan Kesabaran dalam Riwayat Nabi Ayyub as.
Ilustrasi riwayat nabi
Riwayat nabi menjadi salah satu riwayat yang dapat menjadi acuan bagi keberlangsungan hidup manusia. Riwayat nabi selalu menghadirkan kisah-kisah inspirasi menarik. Mengajarkan manusia tentang kebenaran, tentang kebaikan dan nilai-nilai hidup.
Salah satu riwayat nabi yang disebut namanya dalam Al Quran adalah riwayat Nabi Ayyub. Allah mengutusnya berdakwah kepada Bani Israil dan Kaum Amoria di Syam, sekitar tahun 1500 SM.
Dalam kitab tarikh Dimasq, Ibnu Asakir menyebutkan bahwa Nabi Ayyub memiliki segalanya. Kekayaannya melimpah, beraneka binatang ternak yang banyak jumlahnya, serta tanah yang membentang di daerah Hauran dengan berbagai tanaman pertanian. Nabi Ayyub memiliki keluarga yang melengkapi kebahagiaannya; istri yang shlihah dan anak-anak yang patuh beribadah. Riwayat Nabi Ayyub menggambarkan cerita yang menarik dan penuh kemewahan.
Meskipun demikian, segala nikmat dunia yang dilimpahkan Allah kepada Ayyub, tidak membuatnya tergelincir kepada kekufuran. Bahkan sebaliknya, semua itu menjadi wasilah kesyukuran dan membuatnya semakin mendekatkan diri kepada Allah Swt. Pelajaran tentang ketabahan, kekayaan, dan sifat rendah hati ditawarkan oleh riwayat Nabi Ayyub ini.
Nabi diutus Allah memang untuk memberikan sebuah pelajaran berharga bagi sebuah kaum. Dari riwayat-riwayatnya, manusia diharapkan dapat belajar sesuatu tentang kehidupan. Salah satu riwayat nabi yang menjanjikan pelajaran berharga adalah riwayat Nabi Ayyub a.s.
Dari riwayat Nabi Ayyub, kita akan belajar banyak hal tentang keikhlasan, kesabaran, ketawakalan dan kepasrahan. Semua itu disandarkan hanya kepada Allah Swt. Tidak ada yang lain. Dari riwayat nabi tersebut memang sudah seharusnya kita semakin mendekatkan diri kepada Allah Swt.
Riwayat Nabi Ayyub menyimpan mukjizat yang tidak habis dari awal cerita. Penuh dengan ujian dari Allah. Namun, Nabi Ayyub seolah memang ingin mengajarkan manusia tentang sebuah nama yang cukup sulit dilakukan, ikhlas. Maka dari itulah, riwayat Nabi Ayyub ini memang pantas dijadikan sebuah buku pelajaran. Sebuah buku pelajaran tentang hidup yang indah jika dijalani dengan sabar dan ikhlas.
Riwayat Nabi Ayyub – Diuji dengan Harta
Riwayat Nabi Ayyub menceritakan hal-hal menarik. Kemuliaan dan keutamaan Ayyub menjadi perbincangan di kalangan malaikat. Tak henti-henti mereka memuji makhluk Allah tersebut. Pembicaraan itu terdengar oleh Iblis yang selalu bernafsu untuk menggelincirkan manusia dari jalan kebenaran. Maka, Iblis pun berniat untuk menggoda Ayyub.
Dalam riwayat Nabi Ayyub, Iblis melihat kehidupan Ayyub yang diberi kelimpahan harta. Iblis merasa yakin bahwa dengan kefakiran dan kesempitan hartalah, dia akan dengan mudah menjerumuskan Ayyub kepada kekufuran.
Maka dengan seizin Allah, Iblis pun menguji Ayyub dengan harta. Satu per satu ternaknya mati tanpa sebab. Harta benda miliknya lenyap dalam sekejap. Tak lama kemudian, Ayyub yang kaya raya telah berubah menjadi orang paling miskin.
Namun, betapa kecewanya Iblis saat mengetahui bahwa di dalam kemiskinannya, Ayyub as tetap berzikir dan mendekatkan diri kepada Allah, bahkan semakin bertambah dekat. Riwayat Nabi Ayyub mengajarkan manusia agar tidak sombong.
Riwayat Nabi Ayyub – Diuji dengan Keluarga
Riwayat Nabi Ayyub benar-benar penuh dengan ujian. Gagal dengan ujian harta, Iblis tak mau menyerah. Dia kembali memerhatikan kehidupan Ayyub. Saat itulah dia melihat bahwa Ayyub memiliki keluarga yang rukun dan harmonis. Mereka saling menyokong dalam kesabaran dan keimanan. Karena itu, Iblis memutuskan untuk menggelincirkan keimanan Ayyub lewat jalan ini.
Tiba-tiba saja keluarga Ayyub tertimpa musibah sakit sehingga banyak anggota keluarganya yang meninggal dunia. Sanak famili berselisih satu dengan yang lain. Sebagian lagi pergi menjauh dan saling tercerai-berai. Riwayat nabi yang satu ini penuh dengan ujian dari Allah. Ujian yang justru semakin menguatkan Nabi Ayyub sebagai nabi.
Ayyub memang teramat sedih melihat keluarganya tercerai-berai, hingga tinggal ia dan istrinya yang setia. Mereka tinggal di rumah yang sederhana dan hidup teramat miskin. Namun, lagi-lagi cobaan itu tidak membuat Ayyub terjerumus dalam kekufuran. Dia tetap sabar menjalani ujian itu dengan keimanan yang semakin menebal.
Riwayat Nabi Ayyub – Diuji dengan Penyakit
Riwayat Nabi Ayyub terus berlanjut. Iblis masih belum mau menyerah. Setelah Ayyub kehilangan sebagian besar dari keluarganya, Iblis melihat bahwa Ayyub masih dalam keadaan sehat walafiat. Iblis merasa yakin apabila Ayyub ditimpa penyakit, maka akan hilanglah sifat syukur daripadanya.
Diceritakan dalam riwayat Nabi Ayyub, tiba-tiba Nabi Ayyub ditimpa penyakit kulit yang sangat berat. Teramat berat sakit yang diderita sehingga menyulitkannya untuk beribadah. Namun, alangkah tercengangnya Iblis mengetahui bahwa dalam keadaan sakit sedemikian rupa, sama sekali tidak menggoyahkan keimanan Ayyub. Ia tetap berzikir dan mengucap syukur kepada Allah.
Riwayat Nabi Ayyub – Diuji dengan Istri
Hampir putus asalah Iblis hendak menggoda Ayyub. Maka, selagi Iblis melihat bagaimana istri Ayyub teramat tekun merawat suaminya, timbul niatnya untuk menghasut istri Ayyub. Iblis pun mengebuskan rasa was-was ke dalam hati istri Ayyub dan membangkitkan kenangan atas nikmat kebahagiaan di masa lalu.
Atas hasutan Iblis, datanglah istri Ayyub kepada suaminya dan berkata, “Mengapa kau tidak meminta kepada Tuhanmu agar mengembalikan kejayaanmu di masa lalu dan menyembuhkan penyakitmu?”
Ayyub terkejut mendengar perkataan istrinya yang menunjukkan hilangnya rasa syukur dan berkurangnya kesabaran atas ujian yang Allah timpakan. Namun, lagi-lagi itu tidak membuatnya tergelincir sebagaimana yang diharapkan Iblis.
Ayyub malah mengingatkan istrinya agar bersabar dan tetap mendekatkan diri kepada Allah, seraya mengingatkan bahwa apa pun musibah yang ditimpakan Allah kepadanya, masih belum seberapa dibandingkan dengan nikmat yang telah Allah limpahkan.
Istri Ayyub terhenyak dan buru-buru istighfar atas kesalahannya. Maka, Iblis pun menyerah. Segala upaya telah ia lakukan untuk menjerumuskan Ayyub namun sia-sia belaka.
Riwayat Nabi Ayyub – Buah Kesabaran
Allah pun mengganjar kesabaran Ayyub dengan limpahan barakah dan rahmat-Nya. Dia menurunkan obat bagi penyakit Ayyub melalui mata air yang muncul dari hentakan kaki Ayyub, dan dengan air itu pula kembali tumbuhkah aneka rupa tanaman. Allah pun mengembalikan semua nikmat yang pernah diberikan kepada Ayyub. Bahkan nikmat itu semakin bertambah-tambah.
Mengenai berapa lama Ayyub menjalani cobaan yang bertubi-tubi itu, banyak pendapat berbeda. Namun ada baiknya kita merujuk pada hadits yang diriwayatkan dari jalur Anas bin Malik r.a., bahwa Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya Nabiyullah Ayyub diuji dengan musibah selama 18 tahun, di mana keluarganya (yang dekat dan yang jauh) telah menolaknya dan mengusirnya, kecuali dua orang laki-laki dari saudaranya.”
Subhanallah…! Berada dalam ujian yang begitu berat selama 18 tahun lamanya, dan Ayyub tetap mampu menjaga rasa syukur dan keimanannya. Riwayat Nabi Ayyub benar-benar sebuah teladan kesabaran yang luar biasa.
Layaknya pelajaran hidup bagi semua manusia yang ada di dunia, riwayat Nabi Ayyub mengajarkan banyak hal. Bahwa rasa bersyukur atas apapun yang terjadi diri kita, kesabaran dalam menghadapi segala macam cobaan hidup, akan membuahkan hal yang manis. Allah bersama mereka yang sabar dan tabah.

