Riwayat Sahabat Nabi: Abdurrahman bin Auf
Membaca dan menelaah riwayat sahabat nabi, Abdurahman bin Auf membuat kita iri dengan kemuliaannya. Betapa perniagaan dan kekayaan dunia telah menghantarkannya masuk dalam jajaran sepuluh sahabat nabi yang di jamin masuk surga.
Sahabat Akrab Abu Bakar Siddiq
Abdurahman bin Auf adalah sahabat akrab dari Abu Bakar Siddiq. Oleh karenanya, ia mengenal islam melalui Abu Bakar. Ketika Abu Bakar memperkenalkan keindahan Islam, Abdurahman bin Auf langsung menerimanya tanpa ragu. Abdurahman bin Auf termasuk generasi awal yang menerima Islam sebagai agama dan keyakinannya. Ia masuk Islam sebelum Rasulullah saw menetapkan rumah Al arqom bin Abi Al Arqom sebagai pusat dakwah dan tarbiyah.
Mengejar Surga dengan Pengorbanan Jiwa dan Harta
Abdurahman bin Auf telah mengajarkan pada kita jalan menuju surga. Dalam riwayat sahabat nabi (shiroh sahabat) digambarkan betapa Abdurahman bin Auf telah menemukan jalan menuju surga melalui pengorbanan seluruh harta dan jiwanya.
Sejarah perang Uhud yang digambarkan dalam riwayat sahabat nabi merupakan bukti sejarah pengorbanan Abdurrahman bin Auf. Dahsyatnya peperangan Uhud telah memberikan bekas lebih dari dua puluh luka pada anggota tubuhnya. Bahkan salah satu luka menyebabkan kakinya pincang. Bahkan perang Uhud juga telah merampas keindahan giginya, sehingga mempengaruhi kejelasan ucapan dan tutur kata.
Pedagang Besar dan Sukses
Menelaah riwayat sahabat nabi muhammad Saw, kita akan menemukan bahwa Abdurahman bin Auf merupakan seorang pedagang besar yang sukses. Abdurahman bin Auf terkenal sangat mahir menguasai perdagangan. Dan melalui perdagangan itu itu ia menguasai perekonomian. Ia menjalani hidup dengan harta yang berlimpah lagi barokah.
Namun kekayaan dan aktivitas perdagangan tidak pernah menghalanginya untuk memurnikan akidah dan ikut dalam perjuangan Islam.
Abdurahman bin Auf adalah sosok dai hasil binaan madrasah kenabian. Ia telah dipersiapkan untuk membawa panji dan penyebaran dakwah Islam. Ketika Rasulullah dan ummat Islam berhijrah ke Madinah untuk mempertahankan aqidah, Abdurahman bin Auf merelakan seluruh harta dan perdagangannya disita oleh kaum kafir Quraisy (penguasa makkah) sebagai imbalan dan syarat diijinkannya berhijrah.
Resep Sukses Berdagang Abdurahman bin Auf
Hijrah ke Madinah Abdurahman bin Auf tanpa harta dan perniagaannya, karena semua kekayaannya disita oleh kaum kafir Quraisy. Namun ia tidak mau berpangku tangan. Tawaran harta dan kekayaan dari kaum Anshor ditolaknya dengan halus.
Di Madinah Abdurahman bin Auf kembali berdagang dengan modal seadanya. Ia memulai usahanya dengan berjualan keju dan minyak samin. Tidak butuh waktu lama ia berhasil mengumpulkan modal dan keuntungan yang cukup besar.
Rasulullah kemudian menyerukan kaum Muhajirin dan Anshor agar meneladani perjuangan, usaha dan kerja keras Abdurahman bin Auf. Abdurahman bin Auf telah berhasil merintis jalan hidup mulia dan terhormat. Tangan di atas jauh lebih baik dari tangan di bawah.
Abdurahman bin Auf sukses berdagang berkat mengikuti petunjuk-petunjuk dari Rasulullah Saw. Ia selalu menghiasi diri dengan akhlak islami dalam berdagang. Menjaga adab islami, sopan santun dan kejujuran sehingga Allah memberkahi setiap langkah dan perjuangannya dalam mencari rizki.
Abdurahman bin Auf juga terkenal cepat dalam menyambut seruan Allah dan RasulNya. Ketika Rasullullah menyerukan agar kaum muslimin yang kaya menginfakkan sebagian hartanya di jalan Allah, maka semenjak itu ia rajin beramal dan menyedekahkan hartanya di jalan Allah. Sehingga hartanya semakin berlimpah dan dilipatgandakan oleh Allah.
Melalui riwayat sahabat nabi kita juga belajar bagaimana para sahabat berlomba-lomba menyedekahkan hartanya di jalan Allah. Abdurahman bin Auf selalu berlomba-lomba dengan Ustman bin Affan dalam membiayai perjuangan pasukan Islam. Mereka menyedekahkan lebih dari separuh hartanya untuk perjuangan Islam.






