Royalti Menulis Buku
Siapa bilang menulis buku adalah pekerjaan madesu alias masa depan suram?
Lihat saja Andrea Hirata sang penulis novel tetralogi Laskar Pelangi yang laris manis di pasaran. Penghasilannya sebagai karyawan telkom sangat jauh berlipat-lipat di bawah royalti atau honor dari hasil menulisnya. Hal itu masih ditambah dengan royalti yang tidak kalah besarnya saat Laskar Pelangi kemudian difilmkan.
Hal senada juga terjadi pada Habiburrahman El-Shirazy yang berhasil membeli tanah dan membangun pesantren yang cukup luas hasil kerjanya menulis novel Ayat-ayat Cinta. Masih banyak penulis lain yang sukses secara finansial lewat menulis buku, baik itu fiksi maupun nonfiksi.
Jadi, profesi menulis buku jika dijalani dengan serius, tentunya akan memberikan kekayaan tersendiri. Mungkin sebagian Anda akan bertanya atau masih buram bagaimana proses penulis bisa mendapatkan uang sebanyak itu. Mari simak terus.
Hitung-hitungan
Pertanyaan pertama Anda tentu berapa sih royalti seorang penulis buku?
Jawabannya akan bervariasi, bergantung pada kebijakan masing-masing penerbit. Namun, kisarannya ada pada 5 %-15 % dari harga jual buku di pasaran setelah dipotong pajak 15 %. Untuk mempermudah, diambillah angka royalti pertengahan bagi penulis, yakni 10 % sebagaimana lazim terjadi saat ini.
Mari kita berhitung sejenak. Andai saja buku Anda siap diberi dengan harga Rp 50.000,-, Anda sebagai penulis pun bersiap mendapatkan maksimal Rp 5.000,- untuk satu esksemplar buku. Ini merupakan jumlah maksimal karena penerbit biasanya memberi diskon bagi toko buku sebesar 30 % hingga 50 %. Royalti Anda dihitung dari harga diskon tersebut.
Contoh, jika diskon 50 %, harga jual buku Anda menjadi Rp 25.000,-. Nah, royalti 10 % buat Anda akan menjadi Rp 2.500. Mari kita terus menghitung royalti Anda.
Biasanya, penerbit buku besar akan menerbitkan buku antara 4.000 hingga 5.000 eksemplar. Jika buku Anda seharga Rp 60.000,-, Anda berhak mengantongi Rp 6.000,- per buku. Kecil memang. Namun, silakan dihitung jika buku Anda laris-manis dan terjual 500.000 eksemplar. 3 milyar rupiah sudah siap masuk kantong Anda. Lebih dari lumayan bukan?
Jenis Royalti
Ada dua sistem royalti dalam sebuah penerbitan buku. Hal ini perlu diketahui oleh para penulis karena hal ini biasanya sangat sensitif. Oleh sebab itu, ada baiknya dibicarakan di awal. Jenis royalti tersebut adalah sebagai berikut.
• Sistem Jual Putus
Anda seperti menjual telur. Jika sudah sepakat, Anda langsung mengambil pembayarannya. Anda tidak akan lagi mendapatkan royalti dari buku Anda karena memang sudah dibayar di muka.
Biasanya, negosiasi harga mempertimbangkan nama besar penulis dan jumlah halaman. Sisi untung dari sistem ini adalah jika buku Anda tidak laku di pasaran, Anda tetap tenang karena sudah mendapatkan uang. Namun, jika buku Anda ternyata laris-manis, Anda akan gigit jari.
• Sistem Royalti
Anda akan selalu mendapatkan pembagian royalti sesuai dengan hasil penjualan. Biasanya, pada tahap awal, penulis akan mendapat uang muka royalti. Selanjutnya, royalti hasil penjualan yang sudah disepakati akan dibayar per 5 bulan sekali. Untung ruginya adalah Anda akan kaya raya jika buku Anda laris-manis, tetapi Anda akan gigit jari jika buku Anda tidak laku.
Nah, jika Anda sudah tahu infonya dan siap menulis buku, silakan memilih jenis royalti menulis buku yang Anda sukai. Keduanya mempunyai resiko masing-masing.






