logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Rumah & Taman    Rumah    Artikel Umum Rumah    Rumah Adat Indonesia

Macam-Macam Rumah Adat Indonesia

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Rumah adat Indonesia adalah kelengkapan yang digunakan atau ditempati oleh masyarakat tertentu (khususnya di Indonesia) yang menunjukkan etos kebudayaan masyarakat Indonesia. Bentuk rumah tersebut bermacam-macam sesuai dengan daerah yang ada di Indonesia.

Rumah adat Indonesia merupakan bagian dari kebudayaan nasional yang bersifat khas dan bermutu dari suku bangsa yang ada di Indonesia. Kekhasan tersebut dalam pandangan Ki Hajar Dewantara dianggap sebagai puncak-puncak kebudayaan daerah yang dapat mengidentifikasikan diri dan menimbulkan rasa bangga.  

Rumah adat Indonesia pada dasarnya berguna untuk menutupi atau melindungi manusia dari kondisi lingkungan sekitar yang cenderung berbahaya, baik pelindung dari terik maupun dari dingin yang mencekam. Selain untuk pengamanan jasmaniah, terdapat pula fungsi-fungsi menurut pesan-pesan nilai budaya yang terkandung di dalam rumah adat Indonesia, yang berkaitan pula dengan aspek-aspek lain dari kehidupan berkebudayaan.

Pemahaman nilai budaya yang dipesankan itu biasanya lahir melalui simbol-simbol dari berbagai macam hias rumah adat Indonesia dari suatu masyarakat. Misalnya saja suku Sunda yang menempatkan dapur di ujung (akhir/belakang) bagian rumah. Hal ini merupakan simbol bahwa wanitalah yang mengurusi semua yang bersifat perempuan, dalam hal ini menyangkut keuangan dan kegiatan rumah tangga.

Kemudian, ruang tamu yang terdapat di bagian depan rumah adat Sunda merupakan simbol kekhasan lelaki yang tidak bisa diganggu oleh perempuan. Hanya laki-laki yang berhak bertemu dengan berbagai pihak demi keperluan mencari nafkah.

Pada umumnya, rumah adat Indonesia itu tidak hanya berfungsi melindungi satu kepala keluarga saja. Kebanyakan rumah adat Indonesia merupakan rumah yang memang diharapkan mampu dihuni oleh beberapa kepala keluarga sehingga anak-anak si pemilik rumah pun bisa menempati rumah tersebut setelah menikah. 

Akan tetapi, penempatan rumah adat Indonesia tersebut bukan berarti dapat dilakukan seenaknya. Ada beberapa kode etik yang mesti diperhatikan jika ingin menempati sebuah rumah adat.Kode-kode tersebut tentu saja didasarkan pada kebiasaan masyarakat setempat mengenai tradisi suatu hal, termasuk penempatan rumah adat Indonesia. 

Rumah adat Indonesia mempunyai ketentuan-ketentuan pemakaiannya. Misalnya, siapakah orang yang bisa menempati rumah tersebut. Baik laki-laki maupun perempuan biasanya diharuskan untuk memenuhi beberapa syarat adat tertentu agar bisa menempati rumah tersebut. 

Sebagai contoh penempatan rumah adat Indonesia terdapat pada orang baru yang akan menempati rumah adat Sunda adalah menantu perempuan karena perempuan di Sunda dianggap telah dimiliki sepenuhnya oleh pihak laki-laki, sedangkan di Minang, orang yang bisa menempati rumah adatnya adalah laki-laki yang dibeli atau dilamar oleh pihak perempuan.

Ada juga yang menganggap bahwa rumah adat Indonesia bukanlah rumah yang seenaknya bisa ditempati, tapi juga harus memenuhi persyaratan tertentu untuk menempatinya, atau bahkan hanya bisa dipakai untuk keperluan adat tertentu. 

Selain tradisi setempat, ada juga hal lain yang merupakan ciri khas rumah adat Indonesia. Hal tersebut adalah bentuk rumah adat yang dibangun dari bebatuan atau kayu-kayuan.Hampir seluruh rumah adat Indonesia terbuat dari bahan-bahan tersebut.

Hal ini mungkin disebabkan oleh pada zaman dahulu belum ada bahan-bahan bangunan yang bisa digunakan untuk membangun rumah sehingga yang bisa dilakukan adalah menumpukkan batu-batu besar dan menganyam rotan, kayu, dan bahan-bahan alam lainnya. Bentuk anyaman rumah adat Indonesia dimiliki oleh suku Sunda yang biasanya disebut ‘bilik’.

Jenis bangunan dengan bahan dasar bilik ini sekarang menjadi bahan etnis yang bisa ditemukan di berbagai tempat, bahkan di luar Sunda. Rumah adat Sunda memiliki beberapa simbol mengenai hak perempuan dan hak laki-laki sehingga bentuknya yang beratap segitiga, serta tiga penyekatan ruangan (ruang tamu, ruang tengah, dan dapur) juga merupakan simbol hak-hak tersebut.

Sementara itu, rumah adat Indonesia lainnya yang hanya berbentuk pendopo terdapat di suku Jawa, yakni rumah Joglo yang dikenal dengan aksen luas yang dilengkapi oleh empat tiang yang menyangga rumah tersebut.

Bentuk rumah adat Indonesia ini berbentuk luas karena orang-orang Jawa (Keraton) terkenal dengan anggota keluarga atau kerajaan yang banyak sehingga dibutuhkan tempat yang luas pula untuk bisa berkumpul.

Kemudian rumah adat Indonesia lainnya adalah rumah adat Manado yang ditempatkan secara tinggi. Hal ini disebabkan oleh posisi geografis rumah adat yang kebanyakan berada di pesisisr pantai, tidak di pegunungan seperti wilayah Jawa Barat atau sebagian Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Faktor Pembentuk Rumah Adat Indonesia

Rumah adat Indonesia muncul disebabkan oleh berbagai faktor. Faktor-faktor tersebut meliputi aspek geografis dan budaya. Kondisi geografis di wilayah tertentu akan berpengaruh terhadap rumah adat tertentu. Misalnya, wilayah yang keadaan geografisnya menunjukkan suhu udara yang tinggi biasanya membentuk rumah adat yang lebih tertutup daripada rumah adat dari wilayah dengan suhu udara yang rendah.

Sebagai contoh, rumah adat Indonesia yang berada di wilayah Jawa berbeda dengan rumah adat Bali, Lombok, atau rumah adat lain yang posisinya berdekatan dengan daerah pantai. Rumah adat Jawa cenderung lebih tertutup dibandingkan dengan rumah adat Bali dan Lombok.

Selain itu, rumah adat Indonesia yang berada di daerah dataran rendah (sekitar pantai) biasanya dibangun lebih tinggi dibandingkan dengan rumah adat yang berada di daerah perbukitan atau pegunungan. Hal ini disebabkan oleh antisipasi ombak yang datang jika sedang musim pasang surut tiba sehingga kegiatan yang dilakukan di rumah tidak terganggu oleh ombak yang datang tersebut.

Aspekbudaya pun berpengaruh terhadap jenis-jenis rumah adat Indonesia. Sebagai contoh, bentuk atap, hiasan ukiran, dan anyaman kayu atau rotan yang berbeda-beda di tiap daerah memperlihatkan bahwa tiap daerah memiliki ciri kreativitas tersendiri. 

Kebanyakan suku-suku di Indonesia memercayai bahwa rumah adat Indonesia merupakan gambaran kosmologi yang menggambarkan susunan keberadaan semesta. Pembuatan rumah adat tidak bisa dibuat sembarangan berdasarkan selera arsitektur pemiliknya. Varian bentuknya bisa bermacam-macam, tapi polanya harus tetap ditaati.

Rumah adat Indonesia tidak dapat dipisahkan dari sistem kepercayaan asli suku-suku yang terdapat di dalamnya. Begitu juga dengan kosmologi yang terdapat di suku-suku adat yang ada di Indonesia. Oleh sebab itu, rumah adat tidak bisa dipisahkan dengan upacara-upacara adatnya. 

Sebagai contoh, Rumah Adat Indonesia yang terdapat di suku Sunda jika dibandingkan dengan rumah adat Jawa atau Bali memiliki perbedaan kosmologi yang cukup kuat, meskipun ketiganya mendapat pengaruh dari budaya Hindu.

Seperti sudah dijelaskan sebelumnya, rumah adat Sunda dibangun memanjang dengan konsep batas laki-laki dan perempuan. Hal ini disebabkan oleh kepercayaan orang Sunda yang meyakini bahwa ‘batas’ adalah hal penting yang harus dimiliki untuk membedakan depan-belakang dan kanan-kiri. 

Dengan konsep seperti inilah, maka rumah adat Indonesia memiliki kekhasan dibandingkan dengan rumah-rumah di negara lain. Walaupun hampir semua rumah adat di dunia memiliki kepercayaan kosmologinya masing-masing. Hal ini disebabkan oleh masyarakat adat lebih memercayai kekuatan alam dibandingkan kekuatan manusia.

Dengan demikian, dapat kita ketahui, bahwa struktur rumah adat Indonesia tidak hanya melambangkan adat tertentu, tapi juga menyiratkan simbol-simbol semesta yang bisa kita pelajari dalam hal kebudayaan. 

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Memilih Keramik Rumah Minimalis
  • Poin-Poin Perhatian Ketika Akan Merenovasi Rumah
  • Ruang Tidur Anak Laki-Laki: Berbagi dengan Manis
  • Memilih Keramik Lantai
  • Memilih Jenis Keramik Lantai
  • Konsep Rumah Minimalis untuk Rumah Ukuran Besar
  • Perumahan Murah - Tak Henti Menggantung Harapan
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA