Rumah Disewakan, Properti yang Tak Pernah Mati

Memiliki rumah merupakah anugerah yang layak disyukuri. Beribu bahkan berjuta orang barangkali pernah mengalami pedihnya tak memiliki rumah. Ada yang karena jatuh pailit, namun ada pula yang tak memiliki rumah karena terjadinya sebuah bencana alam. Maka bersyukurlah mereka yang memiliki rumah.
Apalagi yang memiliki rumah lebih dari satu dan terhitung mewah pula, bisa jadi lahan menebalkan pundi-pundi. Caranya? Rumah disewakan adalah salah satu solusi untuk mengoptimalkan asset dalam wujud rumah!
Banyak iklan menyewakan rumah, muncul diberbagai website atau blog. Jika Anda berjalan-jalan di sebuah perumahan pasti ada beberapa agent property yang akan menempelkan pemberitahuan mengenai sewa atau jual rumah. Rumah disewakan merupan iklan yang muncul dengan mudah jika Anda coba untuk browsing melalui google atau yahoo.com.
Jual rumah seringkali memakan waktu karena dana yang dibutuhkan untuk membeli rumah biasanya besar dan tidak semua orang memiliki kemampuan untuk langsung membeli rumah. Biasanya orang akan mencoba untuk menyewa rumah terlebih dahulu sebelum memiliki kemampuan untuk membeli rumah. Bagaimana prosedur untuk menyewa rumah? Sulitkah?
Kini telah banyak agent property yang bersedia untuk membantu Anda dalam memburu rumah idaman. Rumah disewakan biasanya mematok harga sesuai dengan kondisi bangunan baru atau lama, lokasi strategis yang mudah dijangkau dan tidak jauh dari fasilitas publik seperti pasar, rumah sakit dan tempat ibadah.
Bagi pemilik rumah yang ingin menyewakan rumahnya juga hendaknya memahami trik-trik khusus dalam perjanjian sewa menyewa rumah agar tidak dirugikan di kemudian hari. Acapkali terjadi penyewa kabur sebelum melunasi seluruh biaya sewa, bahkan tak sedikit yang merusak atau tidak memelihara bangunan rumah.
Rumah disewakan tentu saja merupakan lahan basah bagi para investor properti dan juga kesempatan bagus bagi para penyewa untuk menikmati indahnya hunian dengan budget yang masih mudah dijangkau. Nah, apa saja tips sewa-menyewa rumah?
Perhatikan Lokasi
Apakah lokasi rumah berada di daerah hunian yang elite atau di daerah pinggiran yang kurang terjaga keasriannya. Penyewa yang berstatus lajang atau berkeluarga juga perlu melihat lokasi rumah yang disewakan tersebut, apakah cocok bagi mereka. Karena pergaulan sosial kaum lajang dan mereka yang sudah berkeluarga tentunya akan berbeda.
Kondisi Bangunan
Bagaimana kondisi bangunan? Apakah terawat baik ataukah kurang? Menyewakan rumah yang masih baru dan terawat tentu berbeda dengan menyewakan rumah yang kondisinya sudah tua dan kusam. Penyewa akan lebih tertarik pada rumah yang terawat baik sehingga hal ini dapat berpengaruh pada ongkos sewa.
Kemudahan Transportasi
Seindah dan semenarik apapun rumah yang disewakan akan menjadi sulit jika lokasinya terpencil dan jauh dari pusat keramaian dan transportasi umum. Sekalipun calon penyewa memiliki kendaraan pribadi, lebih baik jika tersedia transportasi yang mudah dijangkau pada lokasi tersebut. Kendaraan pribadi dapat saja sewaktu-waktu rusak/ masuk bengkel.
Dekat dengan Fasilitas
Bagi penyewa berstatus lajang atau mereka yang ditugaskan oleh sebuah instansi tertentu, akan lebih mudah jika rumah disewakan tersebut terletak dekat dengan kantor atau tempat penugasan. Sebaliknya bagi mereka yang berkeluarga akan lebih menyukai lokasi yang dekat dengan fasilitas umum seperti pasar, sekolah, rumah sakit, tempat ibadah dan sebagainya.
Perjanjian Sewa
Ada baiknya perjanjian sewa dibuat sebaik mungkin dengan menyebutkan pasal-pasal yang menguntungkan bagi kedua belah pihak baik penyewa maupun pemilik rumah. Hal yang perlu disebutkan adalah masa sewa, masa tenggang, besarnya uang sewa, pemeliharaan bangunan, pelunasan biaya-biaya terkait dengan sewa rumah dst.






