Ciri Khas Rumah Gaya Eropa
Rumah gaya Eropa? Yang kita bayangkan adalah rumah megah dengan segala macam tekstur dan interior gaya Eropa klasik; victorian, barok-rokoko, gotik, yang kesemuanya menampilkan sesuatu yang gelap, namun lembut dan hangat. Akan tetapi rumah bergaya Eropa tidak harus selalu masuk ke dalam hal-hal klasik dan kental akan nuansa “Allucard”. Memiliki rumah yang bagus dan sesuai dengan selera si pemilik tentulah menjadi dambaan kita semua.
Untuk saat ini, kebanyakan rumah gaya Eropa lebih disederhanakan untuk mengikuti tren dan perkembangan arsitektur. Bisa kita lihat pada ciri-ciri dekorasi dan asesori yang ada dalam ruangan tersebut. Salah satu ciri-ciri yang bisa digambarkan oleh kata-kata mengenai rumah gaya Eropa adalah seperti ini; misalnya pada ruang keluarga; pohon hidup akan dominan kita temui di dalam ruangan, kemudian meja yang terbuat dari batu kali yang diberi aksen warna tanah, agak gelap, tetapi menimbulkan kesan hangat di antara keluarga yang berkumpul.
Rumah gaya Eropa bisa dipadukan dengan berbagai gaya arsitektur. Contohnya dengan gaya etnik. Biasanya perpaduan ini banyak memakai batu-batuan sebagai hiasan. Misalnya pada sebuah dekorasi dinding yang penuh dengan lempengan batu alam yang dicat dengan warna merah marun, hingga menjadi kontras jika melihat warna keseluruhan yang menekankan warna tanah.
Biasanya, rumah dengan gaya Eropa tidak pernah meninggalkan tiang-tiang tinggi pada waktu pembuatannya. Dengan menampilkan warna-warna muda membuat rumah gaya Eropa menjadi elegan dan kita yang memandangnya tidak akan bosan. Kebnyakan pemilik dari setiap hunian Eropa memang menyukai hunian klasik karena pada dasarnya mereka ingin mengekspresikan kemapanan, gaya hidup, dan apresiasi terhadap seni.
Di Indonesia sendiri, rumah bergaya Eropa kebanyakan dipengaruhi oleh masa victorian, salah satu cabang rumah gaya Eropa. Gaya Victorian ini muncul ketika zaman kolonial masuk ke Indonesia. Kita bisa lihat pemakaian khas seperti pintu-pintu yang tinggi dan jendela dengan daun dobel: daun jendela luar berupa krepyak dan dilengkapi kaca.
Di samping itu, sosok bangunan pun memperlihatkan keseimbangan dan sistem pertimbangan yang sudah dianut oleh orang-orang Eropa pada zaman klasik, contohnya lantai dasar rumah sebagai kaki, lantai atas sebagai badan rumah, sampai atapnya yang dibuat sedemikian rupa serupa kepala bangunan. Jika menilik bagian atap rumah, maka akan kita lihat atap yang khas sekali gaya klasik Victorian Italianate, sebuah periode yang menjadi perkembangan Style Victorian.
Untuk penataan di dalam rumah, kita melihat upaya para desain interior menciptakan kesan lapang dan impresif, terutama di sekitar pintu masuk tamu yang dirancang menyatu dengan tangga di bagian muka rumah. Kita akan tertegun dengan segala bentuk kemegahan yang ada di dalam rumah gaya Eropa ini. Belum lagi penambahan barang-barangnya yang pas dengan segala bentuk ukiran, lukisan, dan lain-lainnya.
Sebenarnya, gaya dan bentuk rumah biasanya mencerminkan selera Anda sendiri. Anda yang menyukai sesuatu yang klasik biasanya akan menyukai rumah dengan corak arsitektur gaya Eropa yang serba megah, itu tidak masalah. Demikian pula dengan Anda yang suka pada hal-hal simpel dan sederhana, sudah pasti akan menyukai rumah bergaya minimalis yang coraknya sederhana, itu juga tidak masalah.
Tergantung dari keinginan kita, bagaimana kita menentukan corak dan gaya yang pas dengan pola hidup kita sebenarnya. Dengan gaya arsitektur yang banyak saat ini, sekarang tinggal bagaimana Anda memilih gaya dan desain yang tepat bagi Anda dan keluarga Anda.






