Merencanakan Ruang Tumbuh Rumah Idaman

Setiap orang yang akan menikah atau telah berumahtangga tentunya ingin memiliki rumah idaman sendiri, terlepas dari orang tuanya. Namun untuk merealisasikannya tak semudah saat membayangkan atau ketika menginginkannya.
Dibutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menabung sebelum dapat membayar uang muka ataupun membeli rumah. Apalagi kebutuhan hidup terus meningkat yang kadang malah menggerogoti tabungan yang sudah lama disiapkan.
Dibandingkan dengan cara tunai, membeli rumah melalui kredit pemilikan rumah (KPR) memang lebih meringankan. Apalagi kalau penghasilan kita pas-pasan, maka alternatif ini lebih menguntungkan.
Namun sayangnya, dengan uang tabungan yang hanya cukup untuk membayar uang muka, tentu saja tidak bisa membuat kita bebas memilih desain yang diharapkan.
Tumbuh Kembang
Hal ini tentu berbeda dengan cara membangun sendiri rumah dimana kita bisa bebas merencanakan desain, lay out ruang, maupun gaya arsitekturnya. Dengan membangun sendiri, kita juga dapat menerapkan konsep rumah tumbuh dengan membuat fondasi yang kuat yang direncanakan untuk dua atau tiga lantai, meski saat ini dibangun untuk satu lantai sesuai kemampuan keuangan kita.
Meskipun kita bisa memiliki rumah hanya dengan memilih yang sudah jadi melalui KPR, bukan berarti kita tidak bisa berkreasi untuk meningkatkan fungsi dan manfaatnya. Rumah sebagai hunian memang diharapkan menjadi tempat yang menyenangkan bagi seluruh anggota keluarga. Di rumah ini pula tumbuh kembang anak diharapkan dapat berlangsung secara optimal, sehat dan menyenangkan.
Fungsional
Seperti halnya konsep rumah tumbuh, melalui rumah yang ada kitapun dapat mengembangkan konsep ruang tumbuh untuk anak-anak kita. Konsep ini tentu saja lebih mengacu pada fungsinya dengan membangun suasana yang berbeda untuk setiap tahap perkembangan. Berikut beberapa tips langkah-langkah praktis mengembangkan ruang tumbuh dalam rumah idaman Anda.
- Apabila Anda adalah rumah tangga baru yang akan memiliki anak, Anda bisa siapkan kamar terpisah khusus untuk buah hati Anda. Atau kalau Anda tidak tega, Anda dapat membuat ruang di sebelah kamar tidur Anda dengan pembatas sketsel. Ini akan tetap memudahkan Anda terbangun bila mendengar anak menangis.
- Di ruangan bayi ini letakkan box bayi dan meja laci setinggi kira-kira sepinggang Anda untuk menyimpan berbagai keperluan buah hati Anda, seperti popok, pakaian, dan perlengkapan bayi lainnya. Meja laci juga berguna sebagai tempat atau alas untuk mengganti popok bayi.
- Bila anak sudah tumbuh dan mulai masuk pra sekolah, tempatkan dia di kamar tidur terpisah. Buat suasana kamar dengan cat yang agak berwarna-warni. Selain itu, Anda bisa meletakkan keranjang untuk tempat meletakkan mainan disalah satu sisi tembok agar anak dapat bermain di tengah ruang yang agak luas.
- Bila anda berniat menambah anak, maka calon bayi baru dapat diletakkan di ruang yang sebelumnya telah digunakan kakaknya, yaitu disamping ranjang di kamar tidur Anda yang dipisahkan dengan sketsel.
- Begitu juga ketika anak pertama telah tumbuh remaja, kamarnya bisa dikembangkan dengan merubah warna cat yang lebih ceria sesuai kebutuhan usia remaja. Laci pun perlu diganti dengan meja belajar yang lebih baik dengan fungsi yang lebih banyak. Termasuk lemari bajunya. Nah, dengan cara mengembangkan fungsi inilah kita tidak perlu repot membangun ruang atau kamar baru bila tidak atau belum memungkinkan. Dengan konsep ruang tumbuh, rumah kita akan selalu menjadi rumah idaman bagi keluarga kita.






