Rumah Joglo Khas Banjar
Rumahku adalah surgaku. Kita sering kali mendengar pepatah ini. Pepatah yang menggambarkan betapa berartinya rumah bagi kita.
Rumah sebagai tempat kita berteduh, melepaskan kepenatan setelah seharian beraktifitas. Tak tenang rasanya bila sehari tidak melihat rumah.
Rumah memiliki fungsi dan bentuk tertentu. Kita mengenal adanya istilah rumah adat, rumah tradisional, rumah permanen, rumah kayu, rumah panggung dan sebagainya.
Meski berbeda-beda nama, tetap rumah merupakan tempat kita tinggal. Sebelum adanya rumah permanen, yang terbuat dari material semen dan batu bata, orang dahulu memilih membuat rumah bermaterikan kayu.
Rumah Joglo Gudang
Rumah yang bermaterikan kayu dan bahan alam lainnya seperti batu, ijuk, rumbia, bambu identik dengan rumah tradisional. Setiap daerah di wilayah negara kita memiliki rumah tradisionalnya masing-masing.
Istilah populernya untuk rumah tradisional adalah rumah adat. Salah satunya adalah rumah adat khas suku Banjar. Rumah Joglo namanya, tepatnya rumah Joglo Gudang.
Rasanya pernah mendengar istilah rumah Joglo ini. Ya, rumah Joglo yang terdapat di Jawa. Apa mungkin rumah Joglo ini juga di bawa ke Banjar? Atau orang Banjar meniru rumah Joglo dari Jawa?
Nah, rumah Joglo juga terdapat di Banjar, tepatnya di daerah Kalimantan Selatan. Rumah Joglo Gudang ini merupakan salah satu rumah adat di sana. Memang mirip dengan rumah Joglo di Jawa, hanya saja konstruksinya berupa rumah panggung kayu dengan teknik bangunan lokal khas suku Banjar.
Suku Banjar
Rumah Joglo Gudang ini merupakan salah satu rumah kebanggaan suku Banjar di Kalimantan Selatan. Suku Banjar adalah suku asli sebagian penduduk di wilayah Kalimanta Selatan. Suku Banjar diduga berasal dari penduduk asal Sumatera atau daerah sekitarnya, yang membangun tanah air baru di kawasan ini sekitar lebih dari seribu tahun yang lalu.
Setelah sekian lama bercampur dengan penduduk asli, suku Dayak, dan dengan imigran-imigran dari daerah lain, terbentuklah setidak-tidaknya tiga subsuku, yaitu Banjar Pahuluan, Banjar Batang Banyu, dan Banjar Kuala.
Nama Banjar diambil karena mereka dahulu adalah warga Kesultanan Banjarmasin atau disingkat Banjar, sesuai dengan nama ibukotanya pada mula berdirinya. Ketika ibukota dipindahkan ke arah pedalaman, terakhir di Martapura, nama tersebut nampaknya sudah baku atau tidak berubah lagi.
Keunikan Rumah Joglo Gudang
Rumah Joglo Gudang berasal dari kata joglo dan gudang. Dinamakan demikian karena bentuk rumah ini menyerupai rumah limasan suku Jawa yang dinamakan juga rumah Joglo.
Bedanya dengan rumah Joglo di Jawa, rumah Joglo Gudang di Banjar bagian kolong rumahnya, yang dalam bahasa Banjarnya berumahan, digunakan sebagai gudang untuk menyimpan hasil hutan, khususnya karet yang merupakan komoditas perdagangan pada zaman dulu.
Rumah yang bentuknya bulat ini terdapat di desa Penghulu, Marabahan, Barito Kuala. Bentuk bangunan rumah Joglo terdiri atas 3 susunan atap limas yang berderet ke belakang dengan tambahan atap limas yang lebih kecil di bagian belakang berupa dapur. Rumah limas seperti ini kalau di Jawa disebut Rumah Limasan Endas Telu.
Tipe Rumah Joglo Gudang
- Joglo Gudang dengan ciri-ciri atap berbentuk limas bertiang tinggi, bagian bawah rumah menjadi tempat menyimpan barang hasil hutan, ukuran rumah sangat besar lebih dari 40 meter.
- Joglo Segi Empat dengan ciri-ciri bentuk rumah segi empat dan ukuran lebih kecil.
Denah Rumah Joglo Gudang
Ruang-ruang dalam rumah Joglo Gudang khas suku Banjar ini berturut-turut dari depan ke belakang terdiri atas :
- Surambi Sambutan (teras rumah)
- Pamedangan (serambi setengah terbuka)
- Panurunan (ruang tamu)
- Paluaran (ruang keluarga)
- Palidangan (ruang tidur)
- Panampik Dalam (ruang dalam)
- Padapuran (dapur)






