logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Ilmu Pasti    Fisika

Dinamika Rumus Fisika


Ilustrasi rumus fisika

Cintailah rumus fisika bila Anda ingin menawan hati si dia. Ungkapan ini tidak seluruhnya benar, meski juga tidak salah. Biasanya mereka yang memiliki kelebihan karena pandai dalam ilmu fisika, akan memiliki nilai lebih di atas kebanyakan rata-rata orang.

Dasar-dasar Rumus Fisika

Ilmu Fisika pada umumnya mulai diajarkan pada saat Anda duduk di Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP). Meskipun dasar-dasar Fisika telah diperkenalkan pada saat anak duduk di Sekolah Dasar (SD), hanya saja ilmu Fisika diselipkan pada beberapai ilmu pengetahuan lain, seperti matematika dasar serta Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Belakangan IPA dipopulerkan sebagai pelajaran science dewasa ini.

Rumus fisika sebenarnya sudah akrab dengan anak-anak di bangku Sekolah Dasar. Ketika mereka mendapatkan soal mengenai jarak pada mata pelajaran matematika, maka lambat laun fisika akan dikenalkan pada anak-anak sekolah secara bertahap dan lebih detil.

Pada siswa kelas VII Sekolah Lanjutan Pertama (SLTP) atau kelas 1 SLTP, rumus-rumus fisika dasar dan sederhana diberikan. Antara lain, pengenalan besaran dan satuan, suhu dan thermometer, dan pengukuran. Lalu wujud zat, massa jenis zat, dan pemuaian zat, juga kalor (panas) dan gerak.

Di tahun berikutnya, dasar-dasar rumus fisika yang lebih pelik mulai diberikan, seperti gaya dan penerapannya, usaha dan energi, tekanan, getaran dan gelombang, hingga pengenalan pesawat sederhana, serta bunyi dan optika.

Kesemua rumus fisika diramu dalam kurikulum dan diberikan sesuai standar yang ditentukan oleh pemerintah melalui Departmen Pendidikan dan Kebudayaan. Oleh karena itu, pada setiap buku-buku paket ilmu-ilmu Fisika di Indonesia, penyusunannya akan mengacu pada Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Penerapannya telah ditetapkan melalui Peraturan Menteri Permen No.22 Tahun 2006, yang lazim dikenal sebagai Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).

Rumus Fisika Akrab dengan Fenomena Alam

Rumus fisika sendiri sebenarnya diciptakan pertama kali karena terinspirasi oleh fenomena yang ada di alam semesta. Semua rumus fisika muncul karena adanya dorongan untuk memudahkan suatu masalah yang ditemui.

Contohnya adalah rumus fisika gerak. Pada saat Anda sedang menaiki kendaraan, Anda seolah melihat semua pohon-pohon yang dilewati bergerak cepat melaju berlawanan arah dengan Anda. Inilah yang disebut dengan gerak semu. Gerak semu yang dilakukan oleh pohon-pohon tersebut, yang pada kenyataannya, pepohonan tersebut diam, tapi Andalah yang bergerak cepat. Karena jenis gerak memang ada dua, yakni gerak relatif dan gerak semu.

Dari gejala-gejalan dan fenomena seperti itulah, rumus fisika muncul dan dilahirkan. Pada dasarnya, rumus fisika diciptakan dengan maksud untuk memudahkan aktivitas manusia.

Contoh lain, ketika manusia telah mengenal ekonomi dan peredaran mata uang, maka manusia mulai hidup secara mobile. Mobilitas manusia pada saat-saat awal ekonomi dan perdagangan menjadi sangat tinggi. Pada saat itulah, manusia mulai sering berpindah dan kadang-kadang melakukan perjalanan jauh melalui lautan, sehingga kapal uap mulai diciptakan. Prinsip dasar pembuatan kapal uap juga mengacu pada rumus fisika, yaitu teori Archimedes. Juga kapal selam yang dapat mengapung di permukaan air dan menyelam ke dalam air, berdasarkan rumus fisika yang ditemukan, yaitu yang disebut dengan hukum Pascal. Masih banyak contoh-contoh lainnya, seperti orang-orang yang hidup di kutub dan memerlukan sepatu salju untuk dapat berjalan di atas salju. Kondisi yang sebenarnya terjadi adalah bahwa orang-orang yang hidup di daerah kutub memanfaatkan konsep tekanan. Dengan cara menciptakan sepatu salju yang memiliki luas alas yang besar, dapat memperkecil tekanan berat tubuh pada salju, sehingga orang pun akan mudah berjalan di atas salju.

Beberapa Contoh Rumus Fisika

Berikut ini adalah beberapa contoh rumus fisika yang dekat dengan kehidupan sehari-hari Anda.

1. Rumus Fisika Optika

Adalah rumus fisika yang menjelaskan hukum pembiasan. Penjelasan berupa proses dan sifat pembentukan bayangan. Baik bayangan pada cermin datar, cermin cembung, atau cermin cekung.

Pembiasan cahaya dikenal sebagai hukum I Snellius. Rumus Fisika optika yang membahas pembiasan bayangan, yaitu

f = 1 R

     2

Dengan definisi f sebagai jarak fokus cermin dan R sebagai jari-jari kelengkungan cermin.

2. Rumus Fisika Bunyi

Adalah rumus fisika yang memaparkan karakteristik gelombang bunyi secara spesifik dan yang menjelaskan perbedaan antara audiosonik, ultrasonik, dan infrasonik.

Penjelasan tentang gelombang bunyi termuat dalam hukum Marsenne. Rumus fisika bunyi yang membahas masalah gelombang bunyi, yaitu

l1 = f2

l2    f1

Dengan definisi l1 dan l2 adalah panjang dawai pertama dan kedua, dalam satuan meter,  dan f1 dan f2 adalah frekuensi dawai pertama dan kedua, dalam satuan Hz.

3. Rumus Fisika Pesawat Sederhana

Pesawat sederhana adalah sistemasi sederhana yang biasa dijumpai dalam kehidupan Anda sehari-hari, seperti tuas pengungkit dan katrol tunggal atau bergerak. Pesawat sederhana juga sering diterapkan untuk memudahkan masalah-masalah yang umum ditemui setiap hari.

Pesawat sederhana mengacu pada hukum Newton, yang menemukan sistematika gerak dalam rumus fisika. Rumus fisika pesawat sederhana yang perlu Anda ketahui, semisal rumus fisika pada bidang miring, yang rumusnya adalah sebagai berikut.

F = h . w

      S

Dengan definisi F menunjukkan gaya atau usaha dalam satuan Newton dan h adalah tinggi tumpuan bidang miring dalam satuan meter, S sebagai panjang bidang miring, dalam satuan meter, dan w sebagai berat beban dalam satuan Newton.

4. Rumus Fisika Pengukuran

Yang dimaksud dengan pengukuran adalah rumus fisika yang khusus berkutat pada hal ukuran, besaran, dan satuan. Pada tahun 1960, Lembaga Tertinggi Masalah Pengukuran yang lebih dikenal dengan Conference Generales des Poids Measures, menetapkan sistem satuan internasional dalam hal pengukuran, yang dikenal dengan ISU atau International Systems of Units.

Adapun rumus fisika pengukuran terdiri atas alat ukur panjang, alat ukur massa, dan alat ukur waktu. Satuan dasar dari alat ukur panjang adalah meter standar. Kemudian satuan dasar alat ukur massa adalah kilogram standar dan satuan alat ukur waktu adalah second (detik).

Terapan Dinamika Rumus Fisika

Berdasarkan contoh-contoh rumus fisika yang telah disinggung sebelumnya, maka terapan rumus fisika tersebut dapat diaplikasikan pada beberapa hal, yang berkaitan dengan aktivitas Anda sehari-hari.

Rumus fisika optika diterapkan pada saat Anda tengah bercermin atau ketika Anda memerlukan kacamata yang berfungsi membantu mata Anda membaca atau melihat sesuatu. Jadi, rumus fisika optika adalah terapan yang tepat.

Rumus fisika bunyi diterapkan pada saat Anda berada dalam ruangan yang kosong. Kemudian, suara Anda terdengar dipantulkan sebagai gema. Gema atau gaung sering Anda temui pada tempat-tempat tertentu, dalam kehidupan sehari-hari.

Rumus fisika pesawat sederhana diterapkan begitu sering dalam kehidupan Anda. Hal-hal sulit dibuat mudah dengan adanya sistemasi pesawat sederhana. Contohnya, orang-orang yang tinggal di pedesaan dan masih menggunakan sumur dan timba, maka air akan mudah diperoleh dari sumur dengan bantuan katrol yang mengacu pada sistemasi pesawat sederhana. Terapannya merujuk pada rumus fisika pesawat sederhana.

Rumus fisika pengukuran bisa dikatakan sebagai rumus fisika yang paling akrab dengan kehidupan Anda. Anda membeli bahan kain untuk baju harus diukur panjangnya. Ketika Anda ingin membeli daging untuk rendang, harus diukur berat per kilonya. Ataupun, ketika Anda akan pulang mudik saat lebaran, Anda perlu mengukur lamanya perjalanan dengan satuan waktu.

Nah, sekarang bagaimana? Ternyata ilmu fisika dengan rumus fisika bukan menjadi momok yang ditakuti bukan? Justru rumus fisika sangat akrab dan familiar dengan kehidupan Anda. Dengan rumus fisika, sesungguhnya kesulitan Anda dapat teratasi dengan melakukan terapan dinamika rumus fisika.

Sekarang bukan saatnya lagi untuk membenci setumpuk rumus fisika. Namun, jadilah cool dengan mengakrabi rumus fisika. Bahkan kepiawaian Anda dalam mengolah rumus fisika justru akan menjadi nilai lebih bagi eksistensi Anda.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Membincang Hukum Fisika Dasar
  • Penurunan Permukaan Tanah dalam Tinjauan Ilmu Fisika Tanah
  • Fisika Material: Superkonduktor
  • Fisika Gelombang Bunyi Sederhana
  • Fenomena Aurora sang Cahaya Kutub
  • Mengenal Generator - Mesin Pembagi Beban
  • Tornado, Jenis Angin Topan Multi-Pusaran
  • Angin - Kawan dan Lawan Manusia
  • Pengaruh Suhu dan Kalor Terhadap Berbagai Zat
  • Albert Einstein dan Teori Relativitas
  • Cara Melakukan Konservasi Energi
  • Copernicus - Sang Pegawai Katedral
  • Berkenalan dengan Energi Nuklir
  • Perubahan Fisika dan Kimia dalam Kehidupan
  • Hukum Avogadro
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA