logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Cinta & Persahabatan    Tips    Tips Cinta

Ketika Sahabat Jadi Pacar - ANNEAHIRA.COM


Ilustrasi sahabat jadi pacar

Jalinan persahabatan memang bisa menjadikan hari-hari lebih menyenangkan. Kita dapat berbagi cerita, gagasan, dan melakukan aktivitas bersama-sama. Layaknya saudara, kita menjadi satu hati dengan sahabat kita. Bersahabat dengan seseorang mungkin tidak akan terlalu banyak masalah. Apalagi kalau sahabat kita sesama jenis.

Yang menjadi agak rumit kalau bersahabat dengan beberapa orang dan di dalamnya ada cowok dan cewek. Tidak mustahil juga kan seorang cowok sahabatan dengan cewek. So, gimana jadinya kalau dari sahabat kemudian berubah jadi pacaran? Tentu ada perasaan yang berbeda ketika sahabat kita berubah jadi pacar. Berikut beberapa dampak yang terjadi jika sahabat jadi pacar.

Arti Sahabat dalam Kehidupan

Siapa yang sanggup hidup sendiri di dunia ini. Pada dasarnya manusia itu merupakan makhluk sosial, yang selalu membutuhkan orang lain. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, manusia memerlukan manusia lainnya. Kurang lebih seperti itulah arti sahabat bagi kita dalam kehidupan sehari-hari.

Setiap orang tentu saja memiliki sahabat. Memiliki sahabat berarti kita bisa saling berbagi, toleransi, tolong-menolong, saling menghormati, menghargai dan sebagainya. Sahabat sangat penting bagi hidup kita, karena melalui merekalah kita bisa menjalankan kehidupan dengan penuh warna. Tidak saja wanita, kaum pria pun juga sama, semuanya membutuhkan sahabat.

Bersama sahabat kita bisa saling berbagi apapun dan kapan pun kita mau. Bisa dibayangkan jika kita hidup tanpa kehadiran seorang sahabat. Sahabat bisa memberikan pengaruh baik yang positif maupun negatif bagi kita. Namun, apapun itu seorang sahabat sangat penting artinya bagi kita.

Persahabatan dengan sesama jenis sangat mengasyikkan, karena kita bisa berbagi apapun tanpa merasa canggung. Berbeda jika persahabatan dengan lawan jenis. Ada pepatah yang mengatakan jika laki-laki dan perempuan itu pada dasarnya tidak ada yang benar-benar menjadi sahabat. Persahabatan lawan jenis biasanya diwarnai dengan ikatan emosional. Jika kita berpikir lagi, memang benar apa yang dikatakan oleh pepatah tersebut.

Namun, tidak jarang juga persahabatan dengan lawan jenis memang benar-benar menjadi sahabat sampai akhir hayat. Memang pada umumnya persahabatan dengan lawan jenis biasanya akan berakhir dengan pernikahan. Hal ini tidak bisa kita jadikan sebagai sesuatu yang pasti, karena yang namanya perasaan tidak bisa kita tebak ke mana arahnya.

Bisa saja saat ini kita mengatakan tidak ada hubungan yang spesial dengan sahabat lawan jenis kita, namun seiring berjalannya waktu, bisa saja berubah, apalagi jika persahabatan yang dijalani penuh dengan warna kehidupan. Perjalanan panjang penuh warna inilah yang seringkali menjadi pemicu percintaan dengan antar sahabat.

Fenomena Sahabat Jadi Pacar

Sahabat jadi pacar bukanlah sesuatu hal yang aneh, karena seringkali terjadi di lingkungan kita. Coba saja kita survei, pada umumnya mereka yang menikah, kebanyakan melalui proses persahabatan terlebih dahulu. Sekalipun baru kenalan, tetap saja proses bersahabat yang kita lalui. Persahabatan inilah yang membuat kita saling mengenal karakter masing-masing.

Intensitas pertemuan yang sering terjadi, serta serentetan peristiwa yang dilalui menjadikan satu sama lain saling memahami. Hal inilah membuat perasaan muncul bermain peran. Pepatah Jawa yang mengatakan cinta datang karena terbiasa memang bisa dijamin kebenarannya, karena banyak yang telah membuktikannya. Jadi, fenomena sahabat jadi pacar ini bukanlah hal yang baru atau hal yang dianggap tabu atau memalukan.

Meski tidak semua orang sependapat jika sahabat jadi pacar itu merupakan suatu keharusan yang akan terjadi, tetapi pada kenyataannya banyak yang demikian. Setiap orang mungkin memiliki caranya sendiri dalam memilih pacar, apakah dengan sahabat sendiri atau dengan orang yang baru mereka kenal.

Mungkin untuk sebagian tidak mempermasalahkan jika sahabat jadi pacar, tetapi sebagian lagi ada yang mempermasalahkannya. Namun keduanya bukanlah hal yang harus diperdebatkan. Namanya jodoh kita tidak akan pernah tahu dengan siapa nanti kita berpasangan.

Ada banyak hal yang menjadi alasan mengapa sebagian orang tidak mempermasalahkan jika sahabat jadi pacar, demikian juga banyak hal yang menjadi alasan mengapa sebagian orang mempermasalahkannya. Salah satunya yang tidak mempermasalahkan hal itu karena faktor ikatan emosional yang cukup kuat sehingga menimbulkan perasaan cinta, selain juga karena sudah mengenal satu sama lain.

Sedangkan yang mempermasalahkannya karena jika sahabat jadi pacar akan banyak yang berubah, hubungan yang selama ini hanya sebatas teman menjadi terikat secara emosional karena jadi pacar kita. Mau melakukan apapun jadi canggung. Mau cuek tidak bisa total, tetapi memberi perhatian seperti ada hal yang “aneh”. Jadi ada yang sedikit mengganjal di hati. Sementara hubungan dengan teman-teman yang lain menjadi ikut-ikutan “aneh”.

Banyak yang sudah menikah dengan sahabatnya sendiri, dan itu tidak berarti sebuah rumus jika bersahabat dengan lawan jenis pasti akan berujung menjadi pacar atau menikah. Semua kembali pada masing-masing pihak, manakah yang lebih dipilih dalam memilih pacar, apakah sahabat sendiri ataukah orang yang baru dikenal.

Sahabat Jadi Pacar, Mengapa Tidak?

Jika Anda memilih sahabat jadi pacar, tidak ada masalah, asalkan memang dua-duanya memang sama-sama yakin dan tidak mempermasalahkannya. Jangan menuruti pendapat orang lain yang mungkin berseberangan dengan kata hati Anda. Setiap orang memiliki hak untuk memilih siapa yang akan menjadi pacarnya.

Berdasarkan pengalaman mereka yang memiliki pacar dari sahabatnya sendiri, berpandangan jika sahabat jadi pacar kita sudah tahu karakter aslinya luar dalam. Dengan begitu kita bisa memahaminya, apa yang disukainya dan apa yang tidak disukainya. Seperti kita ketahui, jika sahabat jadi pacar kita sudah tahu dia apa adanya, karena sudah melalui persahabatan. Jadi, di sini tidak ada yang ditutup-tutupi oleh sahabat kita. Dengan kata lain watak aslinya sudah ketahuan.

Memang secara prikologis, kita tidak benar-benar tahu bagaimana karakter seseorang sekalipun sahabat karib kita. Hati itu tidak bisa kita ukur kedalamannya, dengan kata lain orang menjadi baik atau tidak tidak bisa kita ukur apakah sifat itu akan melekat dalam dirinya selamanya.

Namun, setidaknya kita bisa mempelajari karakternya dari kebiasaan hidupnya sehari-hari. Perlu kita camkan di sini, tidaka da manusia yang sempurna, jadi jangan jadikan ketidaksempurnaan itu sebagai sebuah sandungan untuk tidak mau menjadikan sahabat sebagai pacar.

Jika memang Anda mencintai sahabat Anda dalam arti ada perasaan cinta dalam hati untuk menganggapnya lebih dari teman, ada hal yang harus Anda perhatikan. Bila Anda memang benar-benar bersahabat dengannya hanya berdua sejak dulu, dengan kata lain tidak berkelompok dengan teman-teman yang lainnya, Anda bisa menjadikan sahabat sebagai pacar karena tidak ada yang merasa diacuhkan oleh kalian.

Namun, bila sahabat dalam kelompok teman Anda yang ingin dijadikan pacar, sebaiknya Anda pertimbangkan lagi. Kalau teman-teman Anda tidak keberatan silahkan Anda lanjutkan, namun bila ada yang berubah, bijaksanalah menyikapinya.

Dampak Positif Sahabat Jadi Pacar

1. Hubungan pacaran akan langgeng

Kenapa? Karena mereka sudah saling kenal luar dalam. Sampai karakter dan kebiasaan buruk masing-masing sudah diketahui. Jadi, tidak perlu bergombal ria lagi untuk memikat hatinya.

2. Tidak banyak salah paham

Karena sudah saling kenal dan sering berkomunikasi, perselisihan atau kesalahpahaman bisa diminimalisasi. Segala permasalahan bisa dibahas secara terbuka dan fair.

3. Saling percaya

Kita sudah tahu betul siapa sahabat kita. Ketika berkomitmen menjalin hubungan pacaran, tentu kita sudah tahu siapa saja teman-temannya, di mana tempat nongkrongnya, atau hal lainnya. Sehingga kita akan mudah untuk menanamkan saling percaya.

4. Pacaran bisa lebih serius sampai jenjang pernikahan

Setelah sahabatan terus pacaran, mau apa lagi? Orang tua masing-masing sudah saling mengenal. Tidak sulit untuk meyakinkan orang tua dan meminta restunya untuk menuju jenjang yang lebih serius.

Dampak Negatif Sahabat Jadi Pacar

Selain dampak positif, ada juga dampak dampak negatif kalau sahabat jadi pacar.

1. Hubungan persahabatan dengan sahabat lain terancam bubar

Biasanya ke mana-mana berlima (misalnya dua cowok, tiga cewek). Tiba-tiba di antaranya ada yang malah jadian. Ya, persahabatannya terancam bubar. Karena kalau sudah jadi pacar, perasaan cemburu akan muncul meskipun sebelumnya tidak ada.

2. Masalah kecil bisa jadi besar

Ketika jadi sahabat, masalah kecil bisa saling memaklumi. Misalnya, telat datang atau lupa janji. Tapi ketika jadi pacar, wah masalah itu bisa saja menjadi besar dan sumber percekcokan. Kecurigaan sangat besar karena sudah tahu sisi buruk dari sahabat kita itu. Yang ada bukannya saling percaya, tapi malah saling memperdaya. Bisa-bisa, hancurlah hubungan sebagai sahabat dan sebagai pacar.

3. Rindu jadi benci

Perasan rindu ingin ketemu ketika masih bersahabat, akan berubah jadi kebencian ketika hubungan percintaan yang dijalin gagal di tengah jalan. Kita akan sulit merajut kembali hubungan persahatan seperti dulu lagi. Ya, kalau main hati ibaratnya main api, kalau tidak hati-hati bisa kebakar sendiri. So, pikirkanlah secara matang dan komitmen yang kuat ketika persahabatan berubah menjadi pacaran.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Sensasi Panggilan Sayang untuk Pacar
  • Kata-Kata Rayuan Lucu yang Menghibur
  • Tip Menjadi Pasangan Bahagia
  • Tipe-Tipe Pasangan Sejati
  • Hakikat Mutiara Cinta Islami
  • Pasangan Hidup Kristen, Islam, Hindu, atau Budha, Gak Masalah!
  • Lupakan Mencari Pasangan Sempurna
  • Tip Memberikan Kado Buat Cowo
  • Tips Menjadi Pasangan Serasi
  • Hal yang Harus Dilakukan Sebelum Menemukan Pacar Pilihan
  • Tips Memilih Pasangan Hidup
  • Tips Ciuman: Lebih Enak Setelah Halal
  • 7 Tips Memikat Laki-Laki untuk Mendapatkan Perhatiannya
  • Trik Menjadi Pasangan Romantis
  • Jurus Meramu Agar Cinta itu Indah
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA