logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Agama & Kepercayaan    Islam    Abu Bakar Shidiq

Abu Bakar As-Shidiq - Sahabat Nabi yang Dijamin Masuk Surga


Ilustrasi sahabat nabi

Tak ada yang membahagiakan dalam hidup umat muslim selain mendapat kabar jaminan masuk surga. Ini adalah anurgah tak terkatakan mungkin bagi perjalanan hidup seorang muslim. Namun, sayang jaminan masuk surga ini tidak diberikan pada sembarang orang dan tidak juga disampaikan oleh asal manusia. Kabar ini langsung disampaikan oleh Muhammad sang utusan Allah pada masa awal Islam kepada beberapa sahabat nabi yang gigih tanpa pamrih menegakkan panji-panji dan menebarkan dakwah Islam. Dan salah satu sahabat yang mendapat jaminan langsung dari Rasulullah adalah sosok Abu Bakar As-Shidiq.

Sahabat Nabi - As-Shidiq sang Khalifah Pertama 

Nama lengkap Abu Bakar adalah Abdullah bin Abi Kuhafah At-Tamimi. Sewaktu kecil ia juga mempunyai nama panggilan ciliknya yakni Abdul Ka’bah. Gelar As-Shidiq yang disematkan pada Abu Bakar oleh Rasullallah sendiri merupakan bentuk penghargaan kepada Abu Bakar karena ia termasuk orang yang cepat masuk ke dalam agama Islam yang kemudian disebut-sebut sebagai As-saabiquunal Awwaluun atau golongan pertama masuk Islam. As- Shiddiq sendiri bermakna ‘membenarkan’ karena Abu Bakar langsung membenarkan Rasulullah sebagai Rasul dan membenarkan dalam setiap peristiwa di mana pun.

Jika dilihat dari sisi keturunan kedua orangtuanya, yakni Usman bin Amir bin Amr bin Sa’ad bin Taim bin Murra bin Ka’ab bin Lu’ayy bin Talib bin Fihr bin Nadr bin Malik (jalur ayah), serta Ummu Khair Salama binti Skhar (jalur ibu dari Quraisy) memang Abu Bakar masuk dalam kategori suku terpandang karena ayahnya berasal dari suku Taim sementara ibunya dari suku Quraisy. Dalam catatan sejarah, dua suku ini banyak melahirkan orang-orang besar dan berpengaruh kelak. Semenjak masa kanak-kanak, Abu Bakar memang terkenal cerdas, jujur lembut, dan penyabar. Menginjak remaja ia sudah menjadi sahabat Nabi yang juga sama-sama remaja.

Kemuliaan sifatnya membuatnya disegani kawan dan lawan dalam menegakkan perjuangan Islam. Sementara salah satu kemahiran Abu Bakar adalah ilmu hisab. Perjuangannya yang tanpa pamrih dan rela berkorban harta benda dan nyawa, menjadikan Abu Bakar mendapat tempat istimewa di sisi Muhammad.

Siti ‘Aisyah, yang tak lain adalah putri Abu Bakar pun menjadi istri kesayangan Muhammad. Lebih dari itu Abu Bakar juga mendapat kepercayaan penuh untuk menggantikan Muhammad ketika ia hendak wafat. Maka jadilah Abu Bakar sebagai khalifah pertama sesudah Muhammad.

Jaminan Surga bagi Abu Bakar sang Sahabat Nabi

Kiprah perjuangan Abu Bakar inilah yang kemudian menjadikan Muhammad mengatakan bahwa Abu Bakar termask orang-orang yang akan dijamin masuk surga. Abu Bakar dinilai ikhlas dalam melakukan perjuangan dan pengorbaban demi Islam, dan dia layak mendapatkan surga. Hal ini sebagaimanan telah diceritakan Abu Dzaar ketika Muhammad masuk ke rumah istrinya yang bernama ‘Aisyah. Muhammad mengatakan kalau Abu Bakar termasuk dalam golongan Al ‘Asyarah Al Mubasysyiriina Bil Jannah atau 10 orang yang dijamin Rasulullah masuk surga.

Nama-nama sahabat seperti Umar bin Khaththab, Usman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Thalhah bin Ubaidillah, Zubair Ibnul Awwam, Abdurrahman bin ‘Auf, Sa’ad bin Abi Waqqas, Said bin Zaid, dan Abu Ubaidah Ibnul Jarrah, adalah 9 orang lainnya yang masuk dalam golongan terjamin sebagai ahli surga.

Abu Bakar sang Sahabat Nabi Menaklukkan Negeri Parsi

Abu Bakar adalah salah satu sahabat Nabi Saw. yang namanya disegani sekaligus dikagumi. Tidak hanya berhasil memelihara kedamaian di dalam negeri, sebagai khalifah juga ia mampu membawa kemenangan bagi rakyatnya dengan menaklukkan negara-negara lain di sekitarnya. Salah satunya adalah negeri Parsi atau Persia (kini menjadi wilayah negara Iran). Saat itu, wilayah-wilayah negeri Parsi terpecah belah, dikuasai oleh tentara Parsi, Romawi, dan Arab; yang satu sama lain tidak bersatu.

Abu Bakar dan pasukannya memasuki negeri Parsi dari wilayah utara Irak. Ia mengangkat Iyadh bin Ghanam sebagai pembantunya. Setelah berhasil memasuki wilayah Parsi, satu per satu desa ditaklukkannya. Namanya tersohor melebihi kedatangannya. Meskipun datang sebagai penakluk, bukan berarti ia tidak disukai. Sebagian besar masyarakat menganggapnya penakluk yang bijaksana. Pasalnya, segera setelah sebuah desa ditaklukkan, ia memilih pemimpin (amir) untuk mengatur cukai dan pemerintahan di sana. Para petani tidak pernah dirampas hasil taninya, dan mereka yang beragama selain Islam tak pernah dipaksa untuk menganut kepercayaan tersebut.

Semakin lama, namanya semakin harum sehingga penaklukan menjadi mudah dilakukan. Rakyat pun lebih suka dikuasai olehnya. Dalam berperang, ia sangat jantan. Ia tak suka perang dengan banyak pasukan dan memakan banyak waktu. Ia lebih suka berduel secara jantan dengan pemimpin daerah yang ingin ditaklukkannya. Baginya, cara ini lebih adil, efisien, dan jantan.

Abu Bakar sang Sahabat Nabi Menaklukkan Negeri Syam

Setelah sukses mendaratkan kekuasaannya di tanah Parsi, ia mulai menyusun strategi menaklukkan Syam dan sekitarnya. Syam adalah negeri yang kini disebut Palestina. Untuk itu, Abu Bakar melayangkan surat kepada penduduk tanah Arab, khususnya Mekkah, Thaif, dan Yaman untuk mempersiapkan bala tentara dalam jumlah besar untuk menaklukkan negeri Syam. Negeri tersebut saat itu dikuasai oleh tentara Romawi.

Abu Bakar membagi pasukannya berdasarkan tempat tinggal mereka masing-masing. Bagi tentara dari Hems, diketuai oleh Abu Ubaidah, daerah Damsyik oleh Yazid bin Abu Sufyan, Urdan atau Jordan oleh Syurahbil bin Hasanah, dan Palestin oleh Alqamah bin Al-Munzir. Penaklukan pun terjadi dengan perlawanan tentara Romawi di sana-sini.

Di antara beberapa peperangan penaklukan negeri Syam, yang paling termasyur adalah pertempuran Yarmuk yang terjadi di sisi sungai besar bernama Yarmuk. Melalui perang legendaris itu tentara Romawi membuktikan kekuatan dan kebesaran pasukan Abu Bakar. Setelah itu, beberapa negeri jatuh berturut-turut, seperti Damsyik, Quds, Humaat, Hems, Halab, dan lain-lain.

Sang Sahabat Nabi di Penghujung Hidup

Abu Bakar menjabat sebagai khalifah hanya selama 2 tahun lebih 3 bulan. Meskipun tergolong pendek, tetapi ia banyak memberikan sumbangsih kepada umat muslim. Ia mempersatukan umat muslim, menjaga ajaran Islam, dan menyebarluaskan Islam ke berbagai wilayah. Sebelum wafat, Abu Bakar menunjuk Umar bin Affan untuk menggantikan dirinya. Kepada Umar, Abu Bakar berwasiat agar Umar senantiasa menegakkan keadilan.

Sebelum meninggal, Abu Bakar sempat jatuh sakit selama 15 hari. Setelah berjuang melawan sakitnya akhirnya ia kembali kepada Allah Swt. pada tanggal 21 Jumadil Akhir tahun 13 Hijriah; bertepatan dengan tahun 634 Masehi. Ia dikebumikan di samping makam Rasulullah Saw., di kamar Aisyah r. a.

Kutipan Kalimat Inspiratif dari Abu Bakar, Sang Sahabat Nabi

Tidak hanya karismatik dan adil, dari mulut Abu Bakar sering kali meluncur kata-kata yang memotivasi sekaligus inspiratif. Inilah beberapa di antaranya:

  • “Ketika Rasulullah berada di hadapan, kupandangi pesonanya dari kaki hingga ujung kepala. Tahukah kalian apa yang terjelma? Cinta!”

  • “Sesungguhnya seorang hamba itu jika merasa ujub karena suatu perhiasan dunia, niscaya Allah akan murka kepadanya hingga dia melepaskan perhiasan itu.”

  • “Orang yang bakhil itu tidak akan terlepas daripada salah satu dari 4 sifat yang membinasakan, yaitu: ia akan mati dan hartanya akan diambil oleh ahli warisnya, lalu dibelanjakan bukan pada tempatnya; atau hartanya akan diambil secara paksa oleh penguasa yang zalim; atau hartanya menjadi rebutan orang-orang jahat dan akan dipergunakan untuk kejahatan pula; atau adakalanya harta itu akan dicuri dan dipergunakan secara berfoya-foya pada jalan yang tidak berguna.”

Itulah sekilas informasi seputar Abu Bakar as-Shidiq, sang sahabat nabi yang patut menjadi teladan. Kepribadiannya yang senantiasa menegakkan keadilan, pemberani, dan mencintai Rasulullah Saw. seyogianya menjadi inspirasi bagi umat muslim.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Abu Bakar Ash-Shiddiq, Sang Khulafaur Rasyidin Pertama
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA