logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Industri & Perdagangan    Pertanian    Hasil Pertanian

Lebih Dekat dengan Salak Pondoh


Ilustrasi salak pondoh

Sebagian besar masyarakat Indonesia, khususnya yang berada di daerah Jawa, tentu sudah tidak asing dengan yang namanya salak pondoh. Salak pondoh merupakan varietas salak yang dinilai paling manis di antara yang lainnya. Salak ini banyak dibudidayakan di daerah Jawa, meski penyebarannya sudah mencapai seluruh Nusantara hingga negara tetangga.

Pada kesempatan kali ini, penulis akan mengajak pembaca untuk mengenal lebih jauh salak ini. Ya, penulis akan mengungkapkan beberapa informasi seputar salak ini yang meliputi deskripsi, nama-nama lokal, dan mengenalkan tempat serta syarat tumbuh salak ini. Anda semua penasaran, bukan? Mari kita mulai pembahasannya.

Deskripsi Salak Pondoh

Salak pondohmemiliki nama latin salacca zalacca“pondoh”. Salak ini memiliki banyak deskripsi. Berikut adalah deskripsi mengenai salak ini.
Salak ini merupakan salah satu tumbuhan yang berasal dari keluarga palem. Salak ini memiliki termasuk tumbuhan yang berumah dua, memiliki banyak duri, tunas, dan tumbuh subur di daerah tropika basah pada tanah berpasir yang berada di ketinggian 400 m dpl.

Batang pokoknya berbentuk stolon yang berbaring di tanah. Bagian yang berdaun tumbuh tegak silindris dengan diameter antara 10-15 cm.
Salak ini memiliki tunas batang dan tunas lateral yang menempel pada sisi batang.

Runutan daun tertancap hampir horizontal dan ruas batangnya sangat pendek. Salak ini berakar serabut. Akar-akar baru akan tumbuh dari batang, tepat di bawah tajuk daun dan menjulur ke bawah hingga masuk ke dalam tanah.

Salak ini memiliki daun majemuk, menyirip genap, dan beranak daun gasal. Pada bagian daun, 2-3 helai anak daun menyatu. Duduk daun tersebar berjejal di ujung batang. Tangkai daun berbentuk silindris dengan panjang antara 100-220 cm. Pada tepi bawah daun memiliki duri tempel yang banyak, runcing, pipih, dengan panjang antara 4-5 cm.

Salak ini memiliki perbungaan berbentuk tongkol majemuk yang muncul pada ketiak daun. Penyerbukan pada salak ini terjadi secara entomofili dan antropofili. Perbungaan jantan memiliki ukuran panjang antara 25-50 cm, bertangkai, dan memiliki seludang berwarna coklat kemerahan. Sementara perbungaan betina memiliki ukuran panjang antara 20-30 cm, bertangkai panjang, dan bentuk seludang lebih besar dibanding salak jantan.

Salak ini memiliki buah sejati tunggal bertipe buah batu, berbentuk bulat huingga bulat telur terbalik dengan diameter 4-6 cm. Tiap dompol salak biasanya terdiri atas 10-40 butir salak. Biji salak ini umumnya berjumlah tiga butir per buah. Tiap biji salak memiliki selubung biji (arillus) sempurna yang disebut daging buah.

Nah, itulah deskripsi tentang salak pondoh. Dengan deskripsi itu, tentunya pembaca bisa lebih mengenal salak ini. Pembahasan selanjutnya akan beralih pada nama-nama lokal yang dimiliki salak ini.

Salak pondoh yang tumbuh di beberapa daerah di Jawa biasanya memiliki ukuran, bentuk, dan warna yang berbeda. Dengan begitu, salak ini memiliki penamaan berbeda di tiap daerah. Berikut adalah nama-nama lokalnya.

Nama-nama Lokal Salak Pondoh

Nama pondoh awalnya diberikan kepada salak hitam yang tumbuh di Dusun Soka, Desa Merdikorejo, KecamatanTempel, Kabupaten Sleman. Selain itu, nama ini juga digunakan untuk menyebut salak hitam yang tumbuh di Dusun Candi, Desa Bangunrejo, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Penamaan pondoh ini sudah dikenal sejak 1920-an.

Berdasarkan bentuk, ukuran, warna kulit, dan tempat budidayanya, hingga saat ini dikenal beberapa nama lokal salak ini, yakni sebagai berikut.

1. Salak Pondoh Hitam

Salak ini berbentu bulat hingga bulat telur terbalik dengan diameter 4-5 cm. Salak ini memiliki ukuran yang paling kecil dibanding salak lainnya. Dalam 1 kg salak bisa terdiri atas 25-30 butir. Kulit salak ini berwarna hitam, sedang buahnya berwarna putih kapur, renyah, dan sangat manis, baik ketika masih muda, maupun ketika sudah masak.

2. Salak Pondoh Cokelat Kemerahan

Bentuk salak ini lonjong dengan ukuran panjang antara 5-6 cm dan berdiameter 4-4,5 cm. Dalam 1 kg, biasanya terdiri atas 20-25 butir. Kulit salak ini berwarna hitam kecoklatan dengan warna daging buah krem. Jika masih muda, rasanya seperti nanas dan setelah masak rasanya seperti apel.

3. Salak Pondoh Hitam Kemerahan

Bentuk buahnya bulat dengan diameter antara 5-6 cm. Dalam 1 kg biasanya terdapat 10-15 butir. Warna kulitnya hitam kemerahan dan warna buahnya adalah krem. Saat muda, rasanya seperti nanas dan saat masak seperti apel.

4. Salak Nglumut

Dinamakan salak nglumut karena salak ini tumbuh di Desa Nglumut, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang. Salak ini merupakan dikenal sebagai pondoh super. Bentuk salak ini bulat dengan diameter 5-6 cm. Panjangnya antara 6-7,5 cm, sehingga dalam 1 kg hanya terdapat 8-13 butir. Saat masih muda, rasanya asam manis dan ketika matang rasanya manis.

5. Salak Lawu

Salak lawu merupakan salak pondohyang dibudidayakan di lereng Gunung Lawu. Salak ini berbentuk bulat dengan diameter antara 5-5,5 cm. Dalam 1 kg biasanya terdapat 15 sampai 20 butir. Salak ini memiliki kulit berwarna cokelat kehitaman dan daging buahnya berwarna putih. Aroma salak ini yang sangat harum dan rasanya manis tanpa mengandung rasa sepet.

6. Salak Lumajang

Salak ini merupakan salak yang dibudidayakan di lereng Gunung Semeru. Bibitnya sendiri berasal dari Desa Nglumut, Lumajang. Bentuk buahnya bulat dan sedikit lebih kecil dari salak Nglumut. Dalam 1 kg, biasanya terdapat 12-15 butir. Salak ini memiliki warna kulit cokelat kekuningan dengan buah daging berwarna kekuningan. Saat masih muda rasanya asam, tetapi menjadi manis setelah masak. Kandungan air salak ini lebih banyak dibanding salak pondoh lainnya.

7. Salak Tasik Super

Salak ini merupakan salak yang dikembangkan di daerah Cibungur, Tasikmalaya. Bibitnya berasal dari Selema tetapi telah diserbuk dengan salak hutan Tasikmalaya. Buahnya bulat lonjong dengan ukuran persia dengan salak pondoh hitam kemerahan, hanya rasanya lebih manis. Dalam 1 kg terdapat 20-25 butir. Kulitnya hitam kekuningan dan daging buahnya berwarna putih kekuningan.

Perbedaan warna, ukuran, dan bentuk yang terdapat pada masing-masing salak di atas lebih banyak terjadi karena modifikasi, terutama karena pengaruh edafik dan klimatik, bukan karena penyilangan sebagaimana yang banyak disebutkan petani. Setelah mengetahui nama-nama lokal, saatnya Anda mengetahui tempat dan syarat tumbuh salak ini.

Tempat dan Syarat Tumbuh Salak Pondoh

Salak ini dapat tumbuh subur dan berproduksi secara maksimal di daerah dataran rendah hingga ketinggian 400 m dpl dengan iklim tropika basah yang memiliki curah hujan antara 2000-2800 mm per tahun. Salak ini memerlukan garis permukaan air yang dangkal dan pengairan sepanjang tahun, tetapi tidak sampai menggenang.

Salak pondoh umumnya ditanam di bawah naungan, baik itu tanaman pelindung maupun tumpang sari. Ini dilakukan guna mengurangi transpirasi dan evaporasi sehingga tanah tidak cepat mengalami kekeringan. Untuk pertumbuhan salak yang maksimal, biasanya salak ini ditanam di tipe tanah regosol dan podzolik. Pengetahuan mengenai ciri-ciri morfologi tanah, terutama teksturnya sangat penting dalam budidaya pondoh.

Nah, itulah beberapa informasi yang bisa penilis sampaikan untuk lebih mengenalkan pondoh kepada pembaca. Kurang lebihnya, pembaca bisa menambah refernsi melalui buku-buku yang secara khusus mengulas tentang salak pondoh. Semoga informasi yang baru saja disampaikan bisa bermanfaat untuk pembaca.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Pertanian dan Pengertian Sayuran Organik
  • Agrobisnis Pertanian Buah Naga
  • Perkembangan dan Varietas Tanaman Padi
  • Jenis Tanaman Sayuran, Membuat Tanaman Hidroponik
  • Beras Pandan Wangi Makanan Kita Semua
  • Memperoleh Harga Tinggi, Kiat Pemasaran Pertanian
  • Peningkatan Komoditi Pertanian Beras
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA