Santun Bahasa Mencerminkan Tingkat Intelektual
Ilustrasi santun bahasa
Bahasa menunjukkan bangsa. Di dalam ilmu komunikasi, bahasa merupakan alat komunikasi penting yang menjembatani seseorang dengan orang lainnya.
Santun bahasa menunjukkan bagaimana seseorang melakukan interaksi sosial dalam kehidupannya secara lisan. Setiap orang harus menjaga santun bahasa agar komunikasi dan interaksi dapat berlangsung baik. Bahasa yang dipergunakan dalam sebuah komunikasi sangat menentukan keberhasilan pembicaraan.
Bahasa memang alat komunikasi dan interaksi paling utama dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Dengan bahasa, dapat dibina hubungan atau menciptakan kondisi terbaik dalam kehidupan. Oleh karena itu, maka santun bahasa seharusnya menjadi pola dasar komunikasi lisan. Kondisi ini harus dijaga agar setiap orang merasa nyaman saat berkomunikasi dengan Anda.
Berjalan Peliharalah Kaki, Berbicara Peliharalah Lidah
Lidah itu lebih tajam daripada pedang. Begitu sebuah pepatah memberikan pencerahan. Ada pula yang mengatakan lidah lebih panjang dari jalan. Sungguh, lisan sangat berpengaruh dalam kehidupan. Banyak hal negatif di masyarakat terjadi karena kesalahan dalam penggunaan bahasa.
Dalam interaksi antar personal, peranan lisan atau bahasa memang sangat menentukan. Setiap orang berharap agar kondisi interaksi sosialnya selalu dalam kondisi nyaman saat berinteraksi.
Pergaulan di masyarakat pada dasarnya merupakan upaya menjaga eksistensi sebagai bagian integral kehidupan. Jika Anda menginginkan eksistensi terjaga, maka bergaullah dengan orang lain. Dan, untuk menjaga kondisi pergaulan dalam kondisi terbaik, maka jagalah santun bahasa Anda.
Bergaul memang harus menjaga banyak hal. Semua ini karena di dalam pergaulan, ada banyak personal yang terkait dan setiap personal mempunyai kondisi masing-masing.
Anda tidak dapat melakukan perubahan terhadap kondisi masing-masing personal. Hal tersebut merupakan privasi dan pembawaan. Untuk hal tersebut, maka Anda yang harus beradaptasi dengan mereka.
Oleh karena itulah, maka Anda harus memahami kebenaran pepatah yang mengatakan 'Berjalan peliharalah kaki, berkata peliharalah lidah'. Kurang lebih maknanya adalah jika berjalan, hati-hatilah dengan kaki Anda. Kaki dapat tertusuk duri dan sebagainya.
Demikian juga halnya dengan berkata. Maka peliharalah lidah memberi gambaran bahwa ketika berbicara, Anda seharusnya hati-hati dan tidak mengumbar kata seenaknya. Apa yang Anda katakan harus bisa dipertanggungjawabkan.
Gaya Bahasa Menunjukkan Tingkat Kualitas Diri
Diakui atau tidak, gaya berbahasa terkait dengan kualitas diri. Orang-orang dengan tingkat intelektualitas tinggi selalu melambari hidup dan kehidupannya dengan komunikasi lisan yang baik. Mereka selalu mempergunakan bahasa yang sesuai dengan situasi dan kondisi pada saat berbicara.
Komunikasi menggunakan bahasa sebagai jembatan. Dengan bahasa, maka semua bisa disampaikan. Mungkin ini merupakan sebuah pepatah yang seharusnya dijadikan sebagai landasan berkomunikasi. Bahwa setiap urusan dalam hidup ini dapat diselesaikan dengan sebaik-baiknya. Dan, bahasa adalah jembatan penghubungnya.
Orang-orang yang santun dalam bahasa adalah orang-orang yang mempunyai tingkat kualitas diri tinggi. Semakin tinggi kualitas seseorang, maka santun bahasanya semakin tinggi pula. Ini merupakan perbanding lurus antara santun bahasa dan tingkat kualitas diri.
Jadi jika seseorang ingin diakui memiliki intelektual dan kualitas diri yang tinggi, mulailah dengan berbahasa santun. Sekarang, bagaimana dengan Anda? Apakah Anda sudah bersikap santun bahasa?
Santun Bahasa Menunjukkan Kepribadian
Cara kita berkomunikasi juga bisa menunjukkan kepribadian. Berkomunikasi yang baik itu menggunakan bahasa yang baik. Santun bahasa dengan demikian menjadi katalisator apakah seseorang itu berkomunikasi dengan baik atau tidak. Implikasinya, jika berkomunikasi dengan baik, orang itu tentu memiliki sisi kepribadian yang baik pula.
Apa yang dikatakan seseorang itu bisa mencerminkan apa yang ada dalam dirinya. Segala sesuatu yang bersumber dari dalam diri kita itulah sebenarnya kita. Cara kita berkomunikasi dengan orang lain akan menyampaikan pesan kepada orang lain siapa diri kita sebenarnya.
Dari cara kita berkomunikasi orang bisa menilai apakah kita termasuk orang yang santu bahaya atau tidak. Setiap orang memiliki cara dan gaya komunikasi yang berbeda-beda, dan itu tergantung dari keribadiannya. Namun bisa saja kondisinya terbalik, cara orang berkomunikasi bisa menujukkan kepribadiannya.
Tentu saja di sini bukan berarti kita menilai cara berkomunikasi seseorang itu selalu menujukkan kepribadiannya. Bisa saja seseorang terlihat memiliki kepribadian yang baik karena menerapkan cara berkomunikasi yang baik, begitu sebaliknya seseorang akan terlihat kurang baik hanya karena faktor lain yang menyebabkannya berkomunikasi kurang menyenangkan.
Namun, apapun yang terjadi, orang lain tentu akan menilai apa yang terlihat dari sisi luar kita. Oleh karena itu, ketika kita berkomunikasi yang menyenangkan dengan orang lain, orang akan mengira kita adalah pribadi yang menyenangkan. Jadi, tidak ada salahnya jika kita memiliki santun bahasa yang baik ketika berkomunikasi.
Santun Bahasa Ketika Berkomunikasi Menentukan Kesuksesan
Komunikasi dimulai dari dalam, dengan pikiran, nilai-nilai dan keyakinan tentang diri kita dan orang lain. Bagaimana cara meraih kesuksesan pribadi dan komunikasi maksimun, semuanya bermula dari dalam.
1. Nilai-Nilai
Nilai-nilai adalah keyakinan dan prinsip yang dipegang kuat-kuat dan mendalam tentang apa yang benar dan salah, baik dan buruk, penting dan tidak penting, apa yang seharusnya dan apa yang tidak seharusnya.
Sebagian orang menghargai jalannya kehidupan yang diisi bersama orang-orang, kesenangan dan kegembiraan. Sebagian lain menghargai gagasan, menyendiri dan mempelajari hal-hal baru. Sebagian lagi menghargai membantu orang dan lebih suka menggunakan waktunya dengan cara ini. Banyak nilai-nilai kita terkubur begitu dalam di dalam bawah sadar kita, bahkan kita tidak menyadari bahwa kita memegangnya erat-erat.
2. Keyakinan
Keyakinan kita yang paling penting barangkali adalah keyakinan yang kita pegang tentang diri kita. Pesan apa tentang diri Anda sendiri pada saat berkembang dewasa? Dengan pesan apa Anda membesarkan anak Anda?
Jika orang-orang yang kita pedulikan seringkali mengulang pesan-pesan seperti ini, mereka punya cara untuk “melekat” dan menjadi kenyataan. Inilah bentuk lain dari ramalan pemenuhan diri.
Kita seolah-olah berkata kepada diri sendiri, “Oh, jadi beginikah saya! Oke, akan menjadi seperni inikah saya!” keyakinan kita sendiri tentang diri kita merupakan sumber dari rasa self-esteem (harga diri) kita dan menjadi dari citra diri kita.
3. Harga Diri
Bagaimana menurut Anda diri Anda sendiri? Apakah Anda menyukai diri Anda sendiri? Apakah Anda berpikir sebagai orang yang berharga dan penting? Apakah Anda percaya Anda patut mendapatkan yang terbaik? Seberapa Anda nyaman dengan diri Anda yang sebenarnya? Inilah harga diri Anda.
Tingkat harga diri merefleksikan perasaan penghormatan diri dan nilai diri, nilai yang kita tempatkan pada diri kita sendiri sebagai orang dan harapan yang kita miliki dari dan untuk diri kita sendiri.
Orang-orang dengan harga diri yang tinggi merasa nyaman dan percaya diri. Mereka mampu berkomunikasi secara jelas dan santun bahasa dengan orang lain. Orang-orang dengan harga diri yang rendah merasa tidak bernilai dan tidak nyaman. Mereka kurang percaya diri untuk mengatakan apa yang ada dalam benak mereka. Komunikasi mereka tidak jelas.
Pandangan yang kita pegang tentang diri kita, apakah positif, negartif, yang biasa-biasa saja, memandu segala sesuatu yang kita katakan dan lakukan. Pandangan itu memainkan peran sentral dalam kesuksesan kita dalam berkomunikasi dan kehidupan kita. Berikut ini beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk menaikkan harga diri:
- Daripada menyalahkan orang lain, terimalah tanggung jawab untuk bergembira, mencapai tujuan, menikmati kehidupan Anda.
- Daripada memusatkan pada kesalahan Anda, pikirkan perasaan dan pikiran positif yang membangun kepercayaan diri Anda dan yang membuat Anda merasa baik, kompeten dan berkecukupan.
- Daripada terus berhubungan dengan para pecundang, bertemanlah dengan orang-orang yang punya harga diri tinggi dan yang membuat Anda merasa nyaman dengan diri Anda sendiri.
- Daripada duduk di rumah, ikutilah aktivitas yang Anda senangi.
- Daripada bersikap kritis kepada diri sendiri dan orang lain, carilah sesuatu yang Anda sukai pada diri Anda sendiri dan pada setiap orang yang Anda kenal dan temui.
4. Citra Diri
Citra diri mengalir dari harga diri. Citra diri adalah bagaimana kita melihat diri kita sendiri, berkompeten atau tidak berdaya, malu atau ramah, lembut atau kasar, pembelajar cepat atau lamban, dapat diandalkan atau serampangan. Dengan harga diri yang tinggi dan citra diri yang kuat, pilihan kita berlipat ganda.
Kita punya lebih banyak pilihan dalam situasi apapun. Citra diri dan harga diri kita jelas bagi orang lain, bahkan sebelum kita berbicara, dalam cara kita berpakaian, cara kita “membawa” diri kita, dalam banyak dan jenis kontak mata yang kita lakukan, cara kita duduk. Inilah bagaimana harga diri dan citra diri menyusun irama komunikasi bahkan sebelum dansa dimulai.

