logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Kesehatan    Medis    Dokter

Otak dan Sistem Saraf pada Manusia


Ilustrasi saraf

Otak menjadi organ pengendali dalam tubuh kita. Pesan tubuh yang disampaikan melalui saraf akan diterjemahkan oleh otak. Otak bersama sistem saraf menyediakan mekanisme pengendalian atas aktivitas yang disadari, seperti gerakan dan pikiran; dan aktivitas yang tidak disadari, seperti pencernaan dan pernapasan.

Saraf juga mencatat rangsangan, seperti temperatur dan rasa nyeri. Otak dan sistem syaraf membutuhkan kiriman darah dan oksigen setiap saat. Terputusnya aliran darah ke setiap bagian sistem merupakan salah satu penyebab umum tidak berfungsinya otak dan sistem saraf.

Sel-sel otak akan mengalami kerusakan permanen jika tidak dialiri darah selama lebih dari dua menit. Oleh karena itu, pencegahan gangguan sirkulasi darah merupakan hal yang sangat penting. Pecah dan tersumbatnya pembuluh darah di otak bisa berakibat sangat serius, bahkan bisa menyebabkan kelumpuhan permanen.

Sistem Saraf pada Manusia

Seluruh aktivitas tubuh manusia dikendalikan oleh sistem saraf pusat. Sistem ini yang mengintegrasikan dan mengolah semua pesan yang masuk untuk membuat keputusan atau perintah yang akan dihantarkan melalui saraf motorik ke otot atau kelenjar. Sistem saraf pusat terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang.

Otak dilindungi oleh tulang-tulang tengkorak, sedangkan sumsum tulang belakang dilindungi oleh ruas-ruas tulang belakang. Selain itu kedua organ tersebut dilindungi oleh selaput yang terdiri dari jaringan ikat yang disebut meninges. Meninges tersusun atas tiga lapisan yaitu: piameter, arachnoid dan durameter.

Piameter, merupakan lapisan paling dalam yang banyak mengandung pembuluh darah. Arachnoid, merupakan lapisan tengah berupa selaput jaring yang lembut. Antara arachnoid dengan piameter terdapat rongga arachnoid yang berisi cairan. Durameter, merupakan lapisan paling luar, yang berupa membran tebal fibrosa yang melapisi dan melekat pada tulang.

Otak

Otak kita tersimpan aman di dalam rongga tulang tengkorak. Tulang tersebut cukup keras dan kuat untuk melindungi otak. Otak tersusun dari jutaan sel saraf (neuron) dan serabut saraf. Otak merupakan tempat menampung tak terhingga banyaknya variasi komunikasi, tempat bergantung intelegensia, dan kreativitas kita.

Otak adalah organ tubuh yang paling kompleks dan banyak aspek struktur dan fungsinya yang belum dipahami. Bagian tertentu otak mengendalikan fungsi tubuh yang berbeda. Kedua belahan otak, yakni otak kecil dan batang otak, merupakan 90% dari jaringan otak, mengontrok gerak dan pikiran sadar serta menerjemahkan rangsangan indera perasa.

Otak dibagi menjadi tiga bagian yaitu otak depan, otak tengah, dan otak belakang. Pembagian daerah ini tampak nyata hanya selama perkembangan otak pada fase embrio. Otak pada manusia dewasa terdiri dari beberapa bagian (lobus). Bagian-bagian dari otak adalah otak besar.

1. Otak Besar

 

Otak besar mengisi penuh bagian depan dari rongga tengkorak, dan terdiri dari dua belahan besar, yaitu belahan kiri dan belahan kanan. Setiap belahan mengendalikan bagian tubuh yang berlawanan, yaitu belahan kiri mengatur tubuh bagian kanan, sebaliknya belahan kanan mengatur tubuh bagian kiri.

Otak besar terdiri atas dua lapisan yaitu lapisan luar yang berisi badan neuron dan lapisan dalam yang berisi serabut saraf yaitu dendrit dan neurit. Otak besar terbagi menjadi empat lobus, yaitu lobus frontalis bagian dahi, lobus parietalis bagian ubun-ubun, lobus temporalis bagian pelipis, lobus oksipitalis bagian belakang kepala.

Otak besar merupakan saraf pusat yang utama karena berperan dalam pengaturan seluruh aktivitas tubuh,yaitu kecerdasan, keinginan, ingatan, kesadaran, kepribadian, daya cipta, daya khayal, pendengaran, pernapasan dan sebagainya.

Setiap aktivitas akan dikendalikan oleh bagian yang berbeda, yaitu Lobus frontalis (daerah dahi), berhubungan dengan kemampuan berpikir. Lobus temporalis (daerah pelipis), dan ubun-ubun mengendalikan kemampuan berbicara dan bahasa.

Daerah belakang kepala merupakan pusat penglihatan dan memori tentang apa yang dilihat. Daerah ubun-ubun selain sebagai pusat berbicara juga pusat untuk merasakan dingin, panas, dan rasa sakit. Daerah pelipis selain sebagai pusat bicara juga sebagai pusat pendengaran.

2. Otak Tengah atau Otak Kecil

 

Otak kecil mengatur aktivitas bawah sadar. Misalnya, koordinasi gerakan dengan keseimbangan. Adapun batang otak menghubungkan otak dengan batang saraf yang mengandung pusat saraf yang mengatur fungsi-fungsi otomatis untuk mempertahankan hidup, seperti detak jantung dan pernapasan.

3. Otak Belakang

Otak belakang terletak di bawah lobus oksipital serebrum, terdiri atas dua belahan dan permukaannya berlekuk-lekuk. Otak belakang terdiri atas tiga bagian utama yaitu: jembatan Varol (pons Varolli), otak kecil (serebelum), dan sumsum lanjutan (medula oblongata). Ketiga bagian otak belakang ini membentuk batang otak.

Jembatan Varol berisi serabut yang menghubungkan lobus kiri dan lobus kanan otak kecil, menghubungkan antara otak kecil dengan korteks otak besar. Otak kecil, terletak di bawah bagian belakang otak belakang, terdiri atas dua belahan yang berliku-liku sangat dalam. Otak kecil berperan sebagai pusat keseimbangan, koordinasi kegiatan otak, koordinasi kerja otot dan rangka.

Sumsum lanjutan, medula oblongata membentuk bagian bawah batang otak, berfungsi sebagai pusat pengatur refleks fisiologis, misalnya pernapasan, detak jantung, tekanan darah, suhu tubuh, gerak alat pencernaan, gerak refleks seperti batuk, bersin, dan mata berkedip.

Otak dan serabut batang saraf merupakan pusat sistem saraf, dengan batang saraf sebagai penghubung antara otak dengan bagian tubuh lainnya. Jalur motorik membawa rangsangan dari otak ke organ-organ tubuh melalui batang saraf.

Sementara jalur sensorik membawa pesan dari kulit atau pun indera perasa lainnya ke otak melalui batang saraf pula. Rangkaian saraf tepi menghubungkan pusat sistem ini dengan bagian tubuh lain dan menjaga kendali otot sadar serta fungsi-fungsi organ tak sadar.

Batang saraf tersusun dari sejumlah kumpulan serabut saraf pembawa pesan dari dan ke otak. Sistem saraf tepi terhubung kepadanya dan terjulur ke mana-mana, mengontrol gerakan sengaja maupun tidak. Terdapat 12 pasang serabut saraf yang menyebar dari otak dan 31 pasang dari batang saraf.

Sumsum Tulang Belakang

 

Sumsum tulang belakang terletak di dalam rongga ruas-ruas tulang belakang,yaitu lanjutan dari medula oblongata memanjang sampai tulang punggung tepatnya sampai ruas tulang pinggang kedua (canalis centralis vertebrae).

 

Sumsum tulang belakang berfungsi sebagai pusat gerak refleks, penghantar impuls sensorik dari kulit atau otot ke otak, dan membawa impuls motorik dari otak ke efektor. Di dalam tulang punggung terdapat sumsum punggung dan cairan serebrospinal.

Pada potongan melintang bentuk sumsum tulang belakang tampak dua bagian yaitu bagian luar berwarna putih sedang bagian dalamnya berwarna abu-abu. Bagian luar berwarna putih karena mengandung dendrit dan akson dan berbentuk seperti tiang, sedangkan bagian dalam berwarna abu-abu berbentuk seperti sayap atau huruf H.

Sayap (huruf H), yang mengarah ke perut disebut sayap ventral dan banyak mengandung neuron motorik dengan akson menuju ke efektor. Sedangkan sayap yang mengarah ke punggung disebut sayap dorsal, mengandung badan neuron sensorik.

Saraf Tepi

Sistem saraf Tepi atau sistem saraf Perifer adalah lanjutan dari neuron yang bertugas membawa impuls saraf menuju ke dan dari sistem saraf pusat. Berdasarkan cara kerjanya sistem saraf tepi dibedakan menjadi dua yaitu sistem saraf Sadar, sistem saraf yang mengatur segala gerakan yang dilakukan secara sadar atau dibawah koordinasi saraf pusat atau otak.

Berdasarkan asalnya sistem saraf sadar dibedakan menjadi dua yaitu: sistem saraf kepala (kranial) dan sistem saraf tulang belakang (spinal). Sistem saraf tak sadar. Berdasarkan sifat kerjanya saraf tak sadar dibedakan menjadi dua yaitu, saraf simpatik dan saraf parasimpatik.

Saraf Sadar

Sistem saraf sadar adalah sistem saraf yang mengatur segala gerakan yang dilakukan secara sadar atau dibawah koordinasi saraf pusat atau otak. Gerakan yang terjadi karena proses yang disadari yang disebut juga gerak sadar atau gerakan biasa.

Gerakan biasa atau gerakan sadar adalah gerak yang terjadi melalui serangkaian alur impuls. Alur impuls tersebut dimulai dari reseptor sebagai penerima rangsangan, lalu ke saraf sensorik sebagai penghantar impuls, kemudian dibawa ke saraf pusat yaitu otak untuk diolah. Setelah diolah di otak, akhirnya muncul tanggapan yang akan disampaikan ke saraf motorik menuju ke efektor dalam bentuk gerak yang disadari. Contoh gerakan sadar antara lain: berjalan, olah raga, makan , minum dan sebagainya.

Saraf Tak Sadar

Sistem saraf tak sadar disebut juga saraf otonom adalah sistem saraf yang bekerja tanpa diperintah oleh sistem saraf pusat dan terletak khusus pada sumsum tulang belakang. Sistem saraf otonom terdiri dari neuron-neuron motorik yang mengatur kegiatan organ-organ dalam, misalnya jantung, paru-paru, ginjal, kelenjar keringat, otot polos sistem pencernaan, otot polos pembuluh darah. Gerakan yang tidak disadari atau gerak refleks merupakan suatu reaksi yang bersifat otomatis atau tanpa disadari.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Beberapa Buku Karangan dokter Hembing
  • Bahaya Hidrokinon-Kulit Putih
  • Populernya Pekerjaan Dokter di Indonesia
  • Anatomi Mata Anda
  • Macam-Macam Golongan Darah
  • Mengenal Cara Beberapa Jenis Virus Masuk ke Dalam Tubuh
  • Alergi Makanan yang Menyebalkan
  • Mengatasi Kasus Malpraktek Kedokteran
  • Spesifikasi Golongan Darah Pada Manusia
  • Menimba Ilmu dari Jurnal Kedokteran
  • Mengenal Tipe Golongan Darah Manusia
  • Ancaman Racun dalam Sebatang Rokok
  • Memahami Fisiologi Dari Jantung Manusia
  • Fungsi Jas Dokter
  • Mengenal Ragam Virus dari Makalah Tentang Virus
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA