logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Tempat    Kabupaten

Pesona Kota Sawahlunto


Ilustrasi sawahlunto

Sawahlunto, kota tambang yang pernah ditinggalkan setelah semua hasil tambang terkuras. Menyisakan kesepian dan keputusasaan sebagian masyarakatnya, hingga banyak para pemudanya yang pergi merantau karena melihat tak ada lagi masa depan di sana.

Namun lihatlah kini, Kota Sawahlunto telah berbenah dan mempercantik diri. Pesona yang sempat tenggelam, kini layaknya mutiara yang bersinar.  Peninggalan-peninggalan zaman belanda menjadi aset penting bagi Sawahlunto. Kota yang didirikan oleh Hendrik De Greve karena temuan hasil tambangnya kini mulai bangkit.

Dahulu, kota ini adalah cadangan emas hitam dalam jumlah besar.  Berbagai sarana dan prasarana dibangun untuk menunjang ekspor hasil tambang. Pelabuhan, jalur kereta api, gudang ransum, dan pembangkit listrik. Tenaga kerja didatangkan paksa dari berbagai daerah di Indonesia. 

Sebagian dari mereka adalah para narapidana dengan kaki yang dirantai.
Setelah semua sarana dan prasarana jadi, para buruh paksa ini dijadikan buruh tambang. Hidup dan menetap di Sawahlunto hingga anak cucu.  Sehingga, tidak perlu heran bila Anda menjumpai orang Sawahlunto yang mampu berbahasa Jawa atau bahasa daerah lain.

Pesona Wisata Sawahlunto

Setelah semua aktivitas ditinggalkan yang tersisa hanyalah kota sepi yang mati. Di sinilah awal mula kebangkitan Kota Sawahlunto. Suatu semangat yang patut kita beri acungan jempol, di mana masyarakatnya yang multietnis dapat membaur bergotong-groyong membangun kota yang telah merampasnya dari tanah kelahirannya.

Mereka memanfaatkan peninggalan budaya untuk bisa menarik wisatawan berkunjung ke sana. Menjadikan peninggalan-peninggalan yang menjadi potret buram mereka berubah menjadi tambang emas. Mereka bergotong-royong membuat kota wisata. Hasilnya dapat kita lihat, bangunan-bangunan bersejarah itu masih tetap berdiri kokoh.

Gedung perkantoran tambang batubara yang dibangun pada 1916 dengan nama Ombilin Meinen masih difungsikan sebagai kantor pertambangan.  Berjarak 200 meter dari situ, akan kita temui gedung pusat kebudayaan yang dahulu adalah gedung pertemuan dengan nama “Gluck Auf”.
Sisa-sisa kejayaan itu masih tampak, yang menjadikan kota ini sebagai tempat nostalgia turis Belanda untuk mengenang masa lalu nenek moyang  mereka. Ini menjadi salah satu daya tarik wisata bersejarah.

Selain wisata sejarah, Sawahlunto juga memiliki wisata empat air terjun yang tak kalah menawan. Keempatnya berada di Desa Rantih, masing-masing bernama Air Terjun Lurah Tibarau, Air Terjun Sungai Bikan, Air Terjun Lurah Lobah, dan Air Terjun Landu.  Air terjun ini lokasinya berdekatan satu sama lain

Kurang lebih 90 menit perjalanan dengan jalan kaki, kita akan sampai pada salah satu air terjun tersebut, melewati hamparan areal persawahan yang hijau dan rimbunnya daun-daun. Benar-benar nuansa alam yang eksotik.   
Air terjun terdekat yang bisa Anda jangkau adalah Air Terjun Sungai Bikan. 

Air terjun yang dibuka pada tahun 1991 ini banyak didatangi wisatawan domestik dan mancanegara. Air terjun ini memiliki muara yang sangat dangkal, hingga kita tidak perlu melompat layaknya di kolam renang atau di laut.  Bisa-bisa, tulang ekor kita retak semua..

Setelah puas berendam di Air Terjun Sungai Bikan, kita dapat melanjutkan menuju air terjun lainnya. Terbayar sudah kelelahan yang tadi kita rasa dengan menikmati keindahan pesona air terjun ini. Berendam dan merasakan seolah tubuh dipijat pada titik-titik refleksi dengan guyuran air terjun.

Ada lagi yang tak kalah menarik dari wisata sejarah Sawahlunto, yaitu kisah Lubang Tambang Mbah Suro. Lubang tambang yang mencapai ratusan meter dengan ketinggian dua meter ini dahulu digunakan untuk mengangkut batubara dari lokasi penambangan ke kota ini. Lubang tambang ini berhubungan dengan gedung pembangkit listrik yang kini dialihfungsikan sebagai masjid. Dahulu, sebelum digunakan kembali, lubang tambang ini dibersihkan terlebih dahulu, diberi blower dan kamera cctv.

Menurut pengakuan Pak Win, waktu lubang tambang ini dibersihkan untuk dibuka kembali, Pak Win sang juru kunci dan beberapa orang lainnya banyak menemukan kerangka manusia dan rantai bekas yang digunakan untuk merantai para pekerja paksa zaman kolonial Belanda.

Malam setelah menemukan kerangka manusia tersebut, Pak Win dan beberapa orang yang terlibat pada pengerjaan itu bermimpi didatangi orang rantai, yakni para pekerja tambang yang kakinya dirantai. Mereka meminta agar arwah mereka disempurnakan dengan menguburkan tulang-tulang mereka secara layak.

Kuliner Lezat di Sawahlunto

Bicara tentang sawahlunto tentu tidak akan lepas dari wisata kulinernya.  Kota yang dulu terkenal sebagai kota tambang terbesar, kini juga dikenal dengan wisata dan kulinernya yang lezat. Salah satu kota di Provinsi Sumatra Barat ini tidak hanya menjadi kota tambang, namun juga kota wisata yang patut diperhitungkan.

Berbagai jenis wisata telah berkembang di sana, mulai dari wisata alam, wisata budaya, wisata sejarah, wisata olahraga, wisata religius, wisata minat khusus, wisata umum, dan tidak ketinggalan wisata kulinernya.  Bicara tentang wisata kuliner, membuat kita berimajinasi tentang rasa. Terbayang sudah lezatnya masakan khas Sawahlunto yang takkan kita temui di daerah lain.

Lezatnya dendeng batokok, renyahnya kerupuk tempe khas sawah lunto, dan kuliner lain yang mampu membuat lidah kita bergoyang merasakan sensasinya. Belum lagi tradisi makan bersama yang unik, yang diselenggarakan hampir setiap tahun yang dikenal dengan makan bajambanya.

Berbagai aneka menu makanan dari seluruh penjuru Indonesia tersaji di sini. Sekelompok orang berjumlah 5-7 akan duduk dan makan dari dulang yang sama. Tradisi makan bajamba kini telah menjadi salah satu wisata kuliner yang bisa Anda nikmati. Tradisi yang dihelat setiap tanggal 1 Desember ini dihadiri oleh semua kalangan, mulai dari pelajar hingga pejabat.

Para peserta akan duduk di tenda yang telah disediakan, dengan menggunakan pakaian adat daerahnya masing-masing. Sebuah tradisi yang memperlihatkan kebhinekaan yang kini hampir memudar. Seolah melihat sebuah miniatur Indonesia dan kembali pada zaman di mana persatuan, kesatuan, dan toleransi amat dijunjung tinggi.

Selain tradisi makan bajamba, kota ini juga terkenal akan kelezatan dendeng batokoknya. Dendeng yang terbuat dari daging sapi atau kerbau ini memiliki citarasa yang berbeda dengan dendeng pada umumnya.  Renyah dan beraroma menggoda. Bentuknya yang tipis dengan paduan antara aroma bumbu dengan proses pembuatan yang tidak biasa, membuat dendeng ini berbeda dari yang lain. Pemakaian minyak kelapa yang khusus didatangkan dari Talawi membuat citarasa dendeng ini semakin lengkap.

Anda mungkin belum pernah merasakan makan nasi dengan siraman minyak dan garam. Cara yang unik ini dilakukan oleh masyarakat Sawahlunto. Mereka menggunakan minyak yang berasal dari kelapa yang sangat tua. Rasanya jangan ditanya, Anda pasti ketagihan. Minyak yang digunakan disebut  minyak batanak. Minyak ini mampu bertahan hingga tahunan tanpa bahan pengawet dengan cara penyimpanan yang benar.

Ada lagi kuliner yang tidak boleh Anda lewati bila berkunjung ke Sawahlunto, yaitu soto silungkang yang banyak Anda temui di jalur lintas Sumatra- Silungkang. Atau mungkin Anda ingin mengunjungi “Kedai Soto Pami” yang cukup terkenal di Sawahlunto dengan soto parunya yang sangat garing.

Kedai Soto Pami menyediakan berbagai menu soto dan sop yang mampu menggoyang lidah Anda. Kedai yang awalnya hanya berjualan sop ini mengalami kemajuan sejak pemiliknya menambahkan menu soto parunya sebagai salah satu menu andalan. Resep yang diracik dengan tangan pemiliknya sendiri ternyata mampu membuat kedai ini menjadi salah satu tujuan kuliner di Sawahlunto.

Tujuan selanjutnya adalah Kedai Sup Win. Kedai yang menawarkan sajian nasi sup win yang cukup terkenal di Pasar Silungkang. Tak ada yang istimewa bila kita melihatnya, hanya sepiring nasi dengan teman semangkuk sop kikil, tulang rawan, dan daging sapi yang dicampur menjadi satu. Namun, aroma yang kuat dari sop tersebut akan mendorong Anda untuk mencicipi rasanya.

Ternyata sup win memiliki citarasa yang sangat Indonesia sekali. Aroma rempahnya sangat semerbak dan rasa sop dipadu dengan taburan bawang goreng dan daun bawang begitu sensasional. Kita tak perlu merogoh kocek terlalu dalam untuk bisa menikmatinya. Cukup dengan Rp 12.000 kita sudah dapat menikmati sup ini. Pastikan Anda tidak melewatkan kuliner-kuliner ini jika Anda berkunjung ke Sawahlunto.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Batang - Pesona Kabupaten di Pesisir Jawa Tengah
  • Purwakarta yang Wibawa Karta Raharja
  • Lebih Dekat dengan UPI Purwakarta
  • Mengenal Wilayah Bantul dan Daya Tariknya
  • Objek Wisata dan Kuliner yang Seru di Lamongan
  • Purbalingga Dunia Wisata yang Seru
  • Hotel di Purwakarta: Bungalow Hingga Hotel Berbintang
  • Pembenahan Polres Purwakarta
  • Sistem Bagi Hasil Perkebunan Ala Gunung Raya
  • Keunikan-keunikan Kota Tuban
  • Mengenal Lebih Dekat Kabupaten Sragen
  • Banyumas dan Potensi Sumber Daya Alamnya
  • Potensi Jember dan Wisatanya
  • Bupati Purwakarta dan Sumbangannya dari Masa ke Masa
  • Ingat Keramik, Ingat Plered Purwakarta
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA