logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Pengetahuan Umum    Flora dan Fauna

Sejuta Manfaat Sawi


Ilustrasi sawi

Bagi Anda yang menggemari dan tidak pantang mengonsumsi sayuran, sayuran yang satu ini pasti tidak asing. Ya. Sawi. Pilihan Anda untuk tidak menolak mengonsumsi sayuran sudah sangat tepat. Karena, bahan makanan yang satu itu memiliki kandungan elemen-elemen atau zat yang dibutuhkan tubuh untuk proses metabolisme.

Benarkah demikian? Sayuran, rata-rata kaya akan zat hijau daun, dan di situlah letak nilai tambah yang dimiliki oleh sayuran. Lalu bagaimana dengan sayuran berwarna putih? Secara kebetulan, sawi yang akan kita bicarakan ini juga memiliki varian berwarna putih. Tidak masalah, karena baik sawi hijau maupun sawi putih sama-sama memiliki kandungan gizi yang baik bagi tubuh.

Sawi bisa digolongkan sebagai menu sayuran yang bisa jadi jarang sekali disuguhkan di meja makan. Khususnya sebagai menu untuk makan anak. Berbeda dengan bayam atau wortel, sawi cenderung boleh dikatakan tidak begitu diminati. Hal ini mungkin karena resep masakan berbahan sawi cenderung jarang ada yang pas dengan selera anak-anak. Entahlah, itu menurut hemat saya.

Tapi, jika hal itu salah, justru akan lebih baik. Karena membiasakan konsumsi sayur pada anak-anak, apapun jenis sayurannya, termasuk sawi sangat baik bagi kesehatan. Sayuran dapat memenuhi kebutuhan tubuh mereka terhadap zat-zat penting. Karena dalam masa pertumbuhan, makanan-makanan dengan nutrisi yang baik sangat dibutuhkan oleh mereka.

Seperti apa sesungguhnya sawi itu? Rasanya tidak usah dideskripsikan bukan bagaimana bentuk fisik sayuran yang satu ini? Anda pasti sering melihatnya, terutama ketika jajan di warung mie ayam atau warung kopi pinggir jalan yang menjual mie rebus. Karena memang, sawi banyak digunakan ketika kita membeli mie ayam atau mie rebus.

Ya. Itu yang terjadi, sawi lebih akrab di masyarakat Indonesia sebagai bahan campuran ketika membuat mie instan atau mie ayam. Sawi justru tidak begitu terkenal karena tidak begitu disukai jika disajikan secara "mandiri" sebagai sebuah lauk makan.

Daun sawi berwarna hijau, dengan bentuk yang cukup lebar. Bagian dari sawi yang umumnya digunakan sebagai bahan olahan masakan adalah batang dan daun. Tapi, batang yang digunakan juga tidak semuanya. Hanya setengah dari panjang keseluruhan. Karena batang yang berada di dekat akar, cenderung memiliki rasa yang pahit.

Meskipun tidak terlalu, tapi hal tersebut cukup mampu untuk membuat selera makan menurun. Jadi lebih baik, ketika Anda akan mengolah sawi menjadi campuran ketika membuat mie instan atau ingin berkreasi dengan resep baru, buang bonggol atau pangkal batangnya terlebih dahulu.

Sawi yang biasa dijumpai di pedagang-pedagang mie ayam, bakso atau mie instan adalah sawi hijau. Dapat dilihat dari warna daunnya yang hijau. Masyarakat biasa mengenalnya dengan nama caisin atau caisim. Sawi hijau biasanya "berduet" dengan tauge atau kecambah dalam menu bakso, atau "berduet" dengan semur ayam pada penyajian mie ayam.

Varian lain dari sawi adalah sawi putih. Sawi putih belakangan juga sering dilihat digunakan oleh para pedagang tersebut sebagai pengganti sawi hijau. Padahal, lumrahnya sawi putih digunakan sebagai bahan pembuatan sup atau asinan. Anda tahu atau pernah mendengar tentang kimchi? Ya. Makanan khas Korea Selatan itu terbuat dari sawi putih yang difermentasikan.

Sawi dan Kandungan Nutrisinya

Tidak ada sayuran yang tidak bermanfaat bagi tubuh. Selama dikonsumsi dengan batas yang wajar dan pengolahan yang tepat, tubuh akan merasakan manfaat dari kandungan nutrisi yang dimiliki oleh sayuran. Termasuk sawi ini. Lalu, apa saja kandungan sawi yang bermanfaat?

Sawi mengandung cukup banyak serat. Sebuah zat yang juga dimiliki oleh banyak sayuran lainnya. Sawi juga kaya akan mineral dan aneka vitamin, seperti vitamin A, vitamin B, B2, B6, C, E, K yang keseluruhannya dalam kadar bagus. Sawi juga mengandung fosfor, magnesium, kalium, zat besi, tembaga, asam folat dan protein. Bukan hanya itu, sawi juga terbukti mengandung asam amino tritofan.

Kandungan sawi ternyata cukup banyak, ya? Siapa yang menyangka, sayuran yang jarang sekali dipikirkan dan bahkan cenderung digunakan hanya sebagai bahan pelengkap justru memiliki kandungan yang sangat banyak. Ketika Anda mengonsumsi sawi sebanyak satu mangkuk, kebutuhan vitamin harian Anda sudah terpenuhi.

Manfaat Mengonsumsi Sawi

Kandungan vitamin K dalam sawi membantu dalam proses terjadinya pembekuan darah pada tubuh. Vitamin ini berpotensi untuk mencegah penyakit seperti jantung juga stroke. Karena ketika membantu proses pembekuan darah, sesungguhnya sawi telah membantu berkurangnya pengerasan pembuluh darah yang diakibatkan oleh timbunan kalsium.

Vitamin K pada sawi juga baik untuk menghambat tumbuhnya sel kanker dalam tubuh, penderita Alzheimer, sebagai pengontrol kadar gula dalam darah, mencegah masuknya racun ke dalam darah serta ketika proses penuaan pada tulang terjadi, vitamin K ini bereaksi dengan membuat sambungan tulang menjadi bengkak.

Ditambah lagi manfaat dari vitamin A dalam sawi yang baik untuk kesehatan mata juga vitamin C yang baik untuk daya tahan tubuh. Juga pembentuk kolagen. Manfaat lain dari kandungan vitamin C yang dimiliki sawi adalah baik untuk membantu penyembuhan luka secara cepat dan yang sudah pasti, mampu membuat daya tahan tubuh menjadi baik.

Kandungan asam folat yang dimiliki sawi juga baik untuk kesehatan tubuh, terutama bagi para wanita yang tengah mengandung. Masalah kesehatan pada ibu hamil salah satunya adalah anemia, dan dengan mengonsumsi sawi, anemia pada ibu hamil akan berkurang.

Dalam sebuah proses yang terjadi selama masa kehamilan, proses sintesis nukleoprotein, yang merupakan salah satu peran dari asam folat, hal tersebut dapat membantu terciptanya sel-sel darah merah pada janin dengan baik.

Sesungguhnya, asam folat juga dibutuhkan bukan hanya oleh ibu hamil. Tapi, kebutuhan terhadap asam folat menjadi meningkat pada wanita hamil terutama menyusui. Rajin mengonsumsi sayuran sawi terbukti dapat memenuhi kebutuhan tubuh terhadap asam folat.

Asupan asam folat dan vitamin B khususnya B6 yang masuk ke dalam tubuh melalui sayuran sawi sangat baik untuk mencegah pengeroposan tulang. Vitamin E yang juga terkandung dalam sayuran sawi sama baiknya ketika berbicara tentang sumbang-menyumbang manfaat. Vitamin E berfungsi sebagai antioksidan sehingga mencegah penuaan dini.

Kandungan sawi lainnya yang sangat bermanfaat adalah serat. Secara sederhana, serat membantu proses pencernaan makanan menjadi lancar. Tapi, jauh lebih detail dijelaskan bahwa serat dapat membantu dalam menurunkan jumlah kadar kolesterol serta gula dalam darah. Ketika serat masuk dalam tubuh, ia bersifat mengikat pada empedu, yang merupakan bentukan terakhir dari kolesterol dalam darah, kemudian membuangnya bersama feses.

Kandungan sawi lainnya yang bermanfaat bagi tubuh adalah kalsium. Zat ini merupakan salah satu mineral terpenting yang sangat dibutuhkan tubuh. Sudah banyak yang mengetahui bahwa asupan kalsium yang cukup akan membantu tulang menjadi lebih kuat dan tidak mudah keropos atau osteoporosis, terutama pada kaum wanita.

Bentuk mineral lainnya selain kalsium yang dimiliki oleh sawi adalah magnesium. Kandungan zat ini memiliki fungsi mereduksi stress serta membantu tubuh untuk mengubah pola tidur yang salah. Jika Anda merasa kurang fit karena pola tidur yang salah, maka perbanyaklah mengonsumsi sawi.

Bukan hanya itu. Untuk mencegah datangnya penyakit yang sifatnya lebih berat pun, sawi mampu. Sayuran ini memiliki senyawa fitokimia yang cukup tinggi, sehingga bisa diandalkan untuk mencegah penyakit kanker. Termasuk kanker payudara, ginjal, kandung kemih, paru-paru, serta prostat.

Namun, sebaik dan sebanyak apapun manfaat yang dimiliki oleh sesuatu, termasuk sayur sawi ini, tetap saja, jumlah yang dikonsumsi haruslah diperhatikan. Menurut penelitian, selain kandungan-kandungan bermanfaat tersebut, sawi juga mengandung oksalat. Oksalat adalah kandungan yang menjadi penyebab utama terbentuknya kristalisasi pada ginjal.

Selain oksalat, giotrogen pada sawi juga tidak baik untuk tubuh. Karena sifatnya yang menghambat kinerja dari kelenjar tiroid. Ketika kerja kelenjar tiroid terganggu, maka kelenjar tersebut akan menjadi penyebab penyakit gondok. Jadi, sebaiknya bijak dalam mengonsumsi sawi juga diperlukan. Dan yang pasti, masak sawi hingga matang secara benar.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • 71 Hewan-Hewan Langka di Indonesia yang Terancam Punah
  • Peran Gambar Hewan bagi Pendidikan
  • Mengenal Kucing Himalaya
  • Sawo – Buah Manis dengan Khasiat yang Juga Manis
  • Nama Ilmiah - Nama Latin Tumbuhan Sebuah Studi Kasus
  • Aneka Hewan dan Tumbuhan Langka di Indonesia
  • Artikel Ekosistem
  • Ikan Terbang, Melayang di Udara
  • Harimau Sumatra - Si Belang Yang Manis
  • Aneka Tanaman Obat Tradisional
  • Berbagai Jenis Fauna Indonesia Barat
  • Lestarikan Komodo Dragon
  • Animalia - Kerajaannya Para Binatang
  • Kelapa, Tumbuhan yang Dimanfaatkan Manusia Keseluruhan Bagiannya
  • Sejuta Manfaat Lebah
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA