Sayuran Berserat Tinggi Penting bagi Kesehatan

Orang cenderung memilih daging ketimbang sayuran karena rasa daging dinilai lebih enak. Namun, tahukah Anda bahwa sayuran mengandung banyak nutrisi, salah satunya nutrisi berserat tinggi yang berkhasiat untuk kesehatan tubuh. Mengonsumsi sayuran berserat tinggi akan memperlancar sistem pencernaan.
Sayuran adalah salah satu jenis makanan yang memiliki nutrisi serat antara 0,5 gram (mentimun kecil) sampai 4 gram (wortel) per 100 gram. Dengan asupan (intake) sayuran yang teratur, Anda bisa memenuhi jumlah serat yang harus dipenuhi orang dewasa sekitar 20-35 gram per hari.
Dengan mengonsumsi sayuran berserat tinggi, sistem pencernaan kita, terutama usus besar, menjadi lancar. Dengan demikian, Anda akan terhindar dari sembelit (konstipasi), kanker kolon, dan penyakit lainnya.
Fiber
Fiber atau serat adalah bahan yang terdiri atas unsur-unsur pembentuk jaringan yang komplit. Diatery fiber (serat pangan) adalah unsur tanaman yang tidak tercerna dalam saluran pencernaan. Diatery fiber, khususnya sayuran, memiliki 2 jenis, yaitu soluble fiber (serat larut dalam air) dan insoluble fiber (serat tidak larut dalam air).
Para ahli menganjurkan untuk mengonsumsi kecukupan serat dari sumber serat, seperti sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Mengonsumsi makanan tersebut lebih efektif mencegah dan menangani penyakit kronik ketimbang hanya mengonsumsi suplemen serat.
Kandungan vitamin, mineral, dan komponen yang terdapat dalam sayuran (selain serat), bermanfaat dalam pencegahan penyakit. Hal itu terjadi karena semakin tinggi kadar serat dalam sayuran, semakin banyak pula komponen positif lain yang membantu kesehatan tubuh.
Perubahan Pola Hidup
Kesadaran masyarakat akan kesehatan serta semakin beragamnya penyakit dalam tubuh, memicu perubahan pola makan menjadi makan yang sehat dan menyehatkan. Beruntunglah kita menjadi bagian dari penduduk Indonesia. Sebagai negara agraria, Indonesia memiliki lahan pertanian melimpah.
Tercatat, untuk daerah Pangalengan saja (Kabupaten Bandung), rata-rata petani memiliki lahan pertanian antara 0,08 hektare hingga puluhan hektar. Lahan pertanian yang digarap oleh petani menghasilkan sayuran berkualitas serta bernutrisi tinggi yang notabene sebagai sumber serat pangan. Lalu, didistribusikan ke seluruh pelosok Indonesia.
Dengan demikian, diharapkan efek kesehatan berkaitan dengan pangan berserat tinggi bisa mengubah image masyarakat. Perubahan image tersebut akan mengubah pola makan. Makanan yang kurang menyehatkan diganti menjadi makanan menyehatkan. Selain itu, mengganti makanan berkadar lemak dan berkalori tinggi menjadi makanan berkadar lemak dan berkalori rendah.
Makanan-makanan tersebut, umumnya, mengandung serat yang tinggi. Oleh sebab itu, biasakanlah mengonsumsi sayuran berserat tinggi sejak dini agar Anda terhindar dari berbagai penyakit. Jangan pernah takut mengonsumsi sayur. Jangan pikirkan rasanya, namun pikirkan khasiatnya!






