SCTV
Merupakan ‘adik’ dari RCTI. Yang pada kelahirannya, memang ditujukan untuk merelay siaran kabel decoder RCTI di Surabaya. Setelah perusahaan holding pemilik RCTI go publik, SCTV merasa ada ketidakadilan yang mengakibatkan pemisahan utuh dari kelompok ‘Jakarta’.
Maka pada 1997, RCTI dan SCTV mengudara secara terpisah. Program berita unggulan RCTI, Seputar Indonesia, disaingi oleh program andalah SCTV liputan6 yang mengudara pada primetime yang sama, pukul 06 sore.
Pada 1998, SCTV dikategorikan sebagai ‘pemberontak’ melalui corong liputan6, karena secara kritis terus menerus melakukan rongrongan kepada kekuasaan orde baru. Selain itu, keanehan lain SCTV adalah mempersilahkan acara sejenis untuk hidup dan melakukan kritik bebas, pada pemerintah.
Seperti acara Perspektif Wimar Witoelar. Setelah keran demokrasi terbuka bebas. Kini SCTV seperti laiknya stasiun TV lain, menikmati kue bisnis dari siaran-siaran yang mengeruk uang lebih banyak. Seperti sinetron dan infotainment.

