Makanan Sedap dan Kreativitas
Ilustrasi sedap
Jika mendengar kata sedap, hal pertama yang terpikirkan adalah rasa makanan. Makanan yang sedap selalu menjadi pilihan siapa pun, asalkan sehat. Makanan sedap akan berbeda dengan makanan tidak sedap. Makanan yang sedap akan terus mengundang siapa pun yang penasaran dengan rasanya. Setelah melihat, mencicipinya, kemudian menikmatinya sepuas hati.
Tetapi, setiap orang memiliki selera yang berbeda-beda. Ini merupakan hal lumrah yang terjadi pada manusia. Selalu ada hal yang subjektif menyertai kesimpulan setiap orang. Ini fitrah manusia yang dasarnya berbeda-beda. Beda suku bangsa, beda agama, beda negara, dan lain-lain.
Perbedaan ini juga ditunjukan dengan berbedanya rasa yang hinggap di lidah. Secara fisik, mungkin tidak terlihat perbedaannya. Akan tetapi, jika melihat lebih dalam maka perbedaan ada pada sisi yang non-fisik. Berbeda lidah berbeda rasa, begitu juga berbeda lidah berbeda pula cita rasa sedap yang dimiliki seseorang.
Adakalanya, kata beberapa orang sedap, tetapi bagi sebagian orang tidak sedap. Misalnya, bagi beberapa orang buah durian itu aromanya menggoda, enak, rasanya pun sangat sedap. Tetapi, tahukah kalau di belahan dunia lain, buah durian adalah buah terjelek dan buah paling tidak sedap yang pernah ada di bumi. Buah yang membuat muntah jika dimakan.
Bahkan, ada pula kontes memakan buah durian untuk mengetes tingkat rasa jijik seseorang. Jika dia berhasil makan buah durian dan mengalahkan rasa jijik terhadap buah durian, maka dia pemenangnya. Ini fakta bahwa sedap menurut beberapa orang bisa jadi tidak sedap bagi sebagian orang lagi.
Beda lidah, beda orang, beda juga arti sedapnya. Tetapi ada kalanya justru orang tertarik ketika ada beberapa orang yang mengatakan sedap pada makanan tertentu. Hingga memancing kepenasaran orang lain untuk merasakan makanannya. Nah, itu pula yang saya rasakan ketika wisata ke Yogyakarta. Salah satu hal yang ingin saya kunjungi dan rasakan sedapnya adalah soto kadipiro.
Soto Kadipiro dan Gudeg Sedap
Kalau ke Yogyakarta, jangan lupa ke jalan wates. Di sana ada sebuah tempat makanan sedap bernama Soto Kadipiro. Namanya juga Yogyakarta, tidak Yogya jika bentuk bangunan, desain interior-nya tidak jadul (zaman dulu). Inilah keunikannya, sekaligus daya tarik yang tidak dimiliki oleh kota-kota lainnya. Teman saya menyebutkannya sebagai kota yang berkarakter. Berkarakter dalam arti memiliki pendirian untuk tetap menjadi tempo dulu tanpa mengesampingkan modernitas.
Salah satu bentuk karakter yang masih kuat yang dimiliki Yogyakarta adalah adat istiadat yang tetap lestari. Dengan adat istiadat ini, corak kehidupan bermasyarakatpun ikut terbawa. Termasuk di dalamnya adat perilaku masyarakat dalam pola pembangunan sebuah kota. Bangunan dengan arsitektur lama akan tetap ada jika masyarakat memiliki keinginan kuat untuk mempertahankannya.
Warung Soto Kadipiro hanya sebagian kecil dari tempat makan yang direkomendasikan jika mengunjungi Yogyakarta.
Masih ada tempat lain yang tidak kalah menariknya dalam menyajikan makanan sedap. Sementara sebelum mengunjungi yang lain dan perut kekenyangan, nikmati saja dulu soto kadipiro ini.
Lidah saya sebenarnya lidah Sunda yang familiar dengan masakan yang manis. Sayangnya, selera masakan sumatera sudah sedemikian besar mempengaruhi sel saraf pengecap ini. Tapi untungnya, tidak fanatik dengan selera pedas sumatera.
Nah ini pula yang ditemui di sebuah warung soto yang sedap di Jalan Wates Yogyakarta tersebut. Warungnya sangat tradisional, tata letaknya dibiarkan seperti masa lalu.
Dekorasi penghias dindingnya juga demikian. Bahkan, foto-foto zaman dahulu, seperti foto pejuang dan funding father negara Indonesia, Soekarno, menghiasi salah satu sudut warung tersebut. Entah karena pemiliknya adalah seorang Soekarnois atau Soekarno pada zamannya pernah menyinggahi Warung Soto Kadipiro ini.
Jangan ditanyakan menu sotonya, tetapi rasakan kenikmatan soto sedap khas kadipiro ini. Saya menyantap dengan sepenuh hati sambil memperhatikan suasana dalam warung tersebut. Lembaran kalender yang bersampul gadis kalender dengan pose kalender pula, berjajar dari depan sampai belakang. Dalam kalender itu, terpampang iklan sebuah toko dan gerai-gerai bahan jualan yang dibuat dengan harapan bisa membuat pengunjung datang ke alamat yang dimaksud.
Masakan Yogyakarta terkenal karena manisnya. Kadang disebutnya ‘giung’ (sebuah rasa yang ditunjukan untuk kondisi masakan yang terlalu banyak gula). Misalnya sebut saja gudeg, tempe bacem, dan tahu bacem. Ketiga jenis masakan khas ini, terkenal di Yogya dan juga terkenal karena manisnya.
Setelah makan soto yang sedap, Yogyakarta terkenal dengan gudeg. Menurut saya, gudeg juga termasuk makanan yang sedap. Salah satu tempat makan gudeg yang saya temui di Yogyakarta adalah Gudeg Yu Djum yang teretak di sebelah luar keraton.
Jika akan menuju tempat itu dari arah Malioboro, maka kita akan menemui sebuah lorong di benteng keraton. Lurus dari lorong ini, sampai menemukan sebuah tempat bernama Gudeg Yu Djum. Awalnya, saya menyangka gudeg ini bernama yujum, ternyata dua buah kata Yu Djum. Yu untuk perempuan “ayu” dan nama Djum.
Ada banyak pilihan di Gudeg Yu Djum ini, seperti umumnya gudeg. Ada gudeg, krecek, ayam, tempe bacem, tahu bacem, telur bacem, dan lain-lain. Biasanya gudeg ini selain disantap di tempat, juga bisa dibawa pulang untuk oleh-oleh. Nah gudeg sedap yang dibawa untuk oleh-oleh akan dikemas sedemikian rupa dalam wadah yang khas. Gudeg yang dijadikan oleh-oleh ini akhirnya bisa dinikmati oleh semua keluarga yang belum sempat ke Yogyakarta.
Kreativitas Makanan Sedap di Bandung
Selesai Yogya, saatnya melihat lebih dekat makanan sedap di kota Bandung. Ada yang bilang kalau Bandung itu surganya kuliner. Mendengar kata surga saja, pikiran bisa melayang pada hal yang berarti sesuatu yang enak-enak, yang nyaman, yang sedap, yang nikmat. Jika Bandung disebut sebagai surganya kuliner, berarti banyak tempat-tempat yang menyajikan makanan sedap dan tentu saja enak di kota Bandung ini.
Katanya, dari beberapa orang yang datang ke Bandung, mereka selalu mengatakan makanan Bandung itu khas. Makanan Bandung itu memiliki kekhasan tertentu yang berbeda dengan makanan dari tempat lain. Katanya juga, hal ini terjadi karena kreativitas warga kota Bandung yang tidak perlu diragukan lagi dalam meracik dan membuat makanan sedap.
Kreativitas bukan hanya manifesto orang muda saja yang mengklaim muda, gaya, dan kreatif. Ternyata, banyak juga orang-orang dewasa atau bahkan yang sudah lanjut usia yang tidak kalah kreatifnya. Bedanya, hanya ego dan publikasi.
Kalau orang-orang dewasa, misalnya orang yang sudah lanjut usia, kemudian dia meracik dan menghasilkan makanan jenis baru, enak, dan sedap.
Kepuasan dia berhenti sampai melihat orang senang dengan makanan yang dia buat. Dia bersyukur atas makanannya yang bisa menyenangkan orang lain.
Berbeda dengan orang muda, berpikir komersil, pasar, dan kemudian keuntungan. Ini manusiawi karena usaha butuh keuntungan.
Nah, apa saja makanan sedap di kota Bandung. Jika disebutkan satu per satu, rasanya banyak sekali. Tetapi kita coba runut makanan sedap dan hasil kreativitas dari kota ini.
Sebut saja misalnya cireng (aci digoreng). Yang kemudian berkembang menjadi cireng isi. Lalu, berkembang menjadi cimol (aci dikemol-kemol).
Ada juga baso, menjadi baso tahu, kemudian berkembang lagi menjadi baso tahu goreng (batagor). Selanjutnya, berkembang lagi menjadi batagor kuah dan batagor kering. Jangan dilupakan juga bahwa batagor adalah kekhasan sendiri Kota Bandung.
Setelah itu ada tahu, kemudian menjadi gehu (toge tahu), berkembang menjadi tahu isi bandung. Lalu ada surabi, kemudian berkembang menjadi surabi manis, surabi oncom, surabi telur, dan masih banyak lagi.
Selain yang sudah disebutkan, kreativitas pada makanan sedap terus berkembang di Kota Bandung. Seiring berkembangnya kota dan periklanan, pengemasan makanan sedap menjadi sebuah hal yang diperlukan.
Banyak makanan-makanan sedap tradisional yang dikemas menjadi bentuk lebih menarik. Kemasan yang menarik ini menambah nilai pada makanan sedap yang dibeli di kota Bandung.
So… kreativitas makanan sedap apalagi yang bisa menjadi kejutan untuk wisatawan yang datang ke kota Bandung? Kita tunggu makanan sedap lainnya.

