Sejarah Asia, Benua Terbesar dengan Sejarah Besar
Asia adalah benua terluas di dunia, dan dihuni oleh lebih banyak penduduk dibanding benua lainnya. Tiga negara berpenduduk terbanyak berada di benua ini, yaitu China, India, dan Indonesia. Daratan luas ini diisi berbagai ras, suku, dan budaya.
Sejarahnya dimulai dari peradaban kuno di Mesopotamia, lembah Hindustan dan Cina. Dengan segala keterbatasan, mereka ternyata mampu menciptakan peradaban yang mengagumkan.
Berawal dari Turki
Sejak zaman Neolitikum benua ini telah dihuni oleh manusia-manusia purbakala, yang tercatat dalam berbagai peninggalan bersejarah. Salah satunya adalah sebuah kuil kuno yang berusia lebih dari 10.000 tahun di Turki.
Manusia pada zaman ini, hidupnya berpindah-pindah (nomaden) dan hanya mengandalkan diri dari berburu hewan. Tempat tinggalnya pun bukan rumah permanen melainkan hanyalah gua-gua.
Setelah ribuan tahun menghuni daratan Asia, manusia purbakala ini berkembang dan mampu mengolah sumber daya alam. Mereka tak lagi hanya mengandalkan hidup dari berburu. Mereka mulai membuat perkakas dari bahan perunggu.
Masa inilah yang dianggap sebagai cikal bakal kebudayaan baru yang banyak menggunakan perunggu sebagai bahan bakunya. Itulah sebabnya era ini disebut sebagai zaman perunggu.
Lahirnya Berbagai Kerajaan
Pelan tapi pasti, manusia Asia berkembang menjadi orang-orang yang tak nomaden lagi. Berbagai peralatan yang tersedia membuat mereka bisa mengolah alam, dan mulai bercocok tanam. Muncullah koloni-koloni di berbagai wilayah yang kemudian membentuk kerajaan-kerajaan.
Pada zaman ini lahir beberapa kerajaan di antaranya Achaemenid di Persia (600 SM-400 SM) wilayahnya meliputi Yunani, Turki, sampai lembah Hindu di India dan sebagian Asia tengah. Rajanya yang terkenal yaitu Aleksander Agung (400 SM).
Sedangkan di Asia Barat dikuasai oleh Dinasti Roman, Dinasti Selucid, Dinasti Parthian, dan Dinasti Sassanian. Kerajaan-kerajaan ini peradabannya dipengaruhi oleh adanya Jalur Sutra yang menghubungkan China, Asia Tengah, sampai Eropa.
Disebut Jalur Sutra karena bangsa China berdagang kain sutra sampai ke Asia Barat dan Eropa menggunakan jalur ini. Otomatis kebudayaan China dan Eropa ikut memengaruhi sebagian Asia.
Perubahan budaya kemudian terjadi ketika Jalur Sutra mulai ditinggalkan dan para pedagang menggunakan jalur laut. Penyebaran pengaruh dari satu bangsa ke bangsa lain terjadi semakin cepat.
India yang kuat dengan budaya Hindu dan Budhanya, mulai menyebarkan ajaran itu ke Asia Timur dan Tenggara. Mereka pula yang menyebarkan Islam dari Asia Barat ke Asia Tenggara. Sedangkan bangsa Eropa yang dikenal sebagai petualang samudera, mulai menancapkan pengaruhnya terhadap bangsa Asia.
Munculnya Negara-negara
Jumlah negara di Asia saat ini lebih dari 40 buah. Negara-negara ini lahir lebih banyak setelah kedatangan bangsa Eropa, karena sebelumnya yang ada di Asia bukan negara melainkan kerajaan-kerajaan kecil. Bangsa Eropa yang menjajah sebagian wilayah Asia, punya andil besar terhadap berdirinya negara di Asia.
Misalnya Indonesia, yang lahir setelah merdeka dari Belanda. Atau Malaysia, India, dan Singapura, bekas jajahan Inggris. Filipina juga lahir setelah bebas dari tangan Portugis. Pada masa modern pun, sebagian negara Asia lahir karena pengaruh Eropa. Sebut saja negara-negara bekas Uni Sovyet yaitu Kazakstan, Uzbekistan dan Turkmenistan.
Saat ini, negara-negara Asia menjadi salah satu kekuatan hebat di dunia. Sebelumnya, kutub dunia hanya terbagi dua, yaitu Amerika dan Eropa. Sedangkan Asia, Afrika dan Amerika Latin, lebih sering menjadi anak bawang. Lihat saja di PBB, tak ada satu negara pun di luar Amerika dan Eropa yang punya hak khusus di Dewan Keamanan.
Namun kini, Asia tak bisa lagi dipandang sebelah mata. Kehebatan dagang China yang dulu terkenal dengan Jalur Sutranya, kini kembali menggeliat dan menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia. Sedangkan Jepang dan Korea, mampu menyaingi teknologi canggih Eropa dan Amerika.






