logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Olah Raga    Atletik    Artikel Umum Atletik    Sejarah Atletik Dunia

Mengenal Sejarah Atletik Dunia

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Atletik. Sebagian besar penduduk bumi sangat kenal dengan olahraga yang satu ini. Bahkan, boleh jadi, semua orang—yang tubuhnya normal—pernah mempraktikkannya, walau tidak dalam rangka perlombaan. Hal ini disebabkan karena atletik, khususnya lari, bukanlah olahraga yang asing lagi dan telah menjadi sebuah “kebutuhan”. Sebenarnya, seperti apa sejarah atletik dunia?

Zaman Prasejarah

Sejarah atletik dunia dapat kita lacak pada masa-masa yang sangat lampau, tepatnya pada masa awal peradaban manusia. Aktivitas lari yang merupakan cikal bakal atletik telah dipraktikkan oleh manusia purba sebagai sarana menjaga eksistensi dirinya. Manusia berlari untuk mengejar binatang buruan atau sebaliknya, menjauh dari binatang dan musuh yang memburunya.

Pada perkembangan berikutnya, seiring berkembangnya peradaban manusia, lari menjadi bagian penting dari sistem komunikasi manusia. Para pelari tercepat dalam suatu masyarakat dijadikan pembawa pesan antarkota, bahkan antarnegara. Mereka ditugasi untuk menyampaikan pesan-pesan atau berita penting, semisal pesan peperangan.

Yunani Kuno

Dari aktivitas inilah, lahir legenda-legenda tentang para pelari terkenal semacam Phillipides. Dia berlari dari Athena ke Sparta tanpa henti untuk meminta pertolongan saat pasukan Persia menyerang negaranya.

Kisah perlombaan lari tertua ditemukan dalam karya seorang pujangga Yunani Kuno bernama Homerus. Dia menceritakan bahwa pada abad ke-12 SM manusia telah melakukan perlombaan lari. Masih menurut Homerus, Archiles adalah sebagai sprinter hebat pertama negeri Yunani. Berdasarkan keterangan ini, lomba lari telah dipraktikkan manusia selama lebih dari 3.000 tahun yang lalu.

Tidak hanya orang-orang Yunani, lomba lari cepat (sprint) pun dilakukan oleh orang-orang Syria sekitar 5.000 SM. Kegiatan ini menjadi bagian dari festival keagamaan untuk menghormati para dewa yang mereka sembah. Selain dua bangsa ini, para sejarawan pun menduga bahwa pada setiap peradaban, perlombaan lari telah dipraktikkan, hanya saja tidak ada bukti tertulis yang menginformasikan hal tersebut.

Orang-orang Yunani berjasa besar dalam menjadikan lari sebagai kegiatan olahraga. Kegiatan ini mereka lakukan sebagai bagian dari ritual persembahan untuk para dewa di Gunung Olimpus. Lambat laun, atletik menjadi olahraga kegemaran masyarakat Yunani hingga akhirnya dilembagakan dalam kegiatan olimpiade yang dilaksanakan pertama kali sekitar 800 SM.

Olimpiade

Pada awalnya, di stadion Olimpus hanya ada satu nomor lari yang dipertandingkan, yaitu 200 meter. Kemudian ditambah lagi dengan nomor dioulos (400 meter) dan dolichos (2400 meter). Para pemenang lomba akan dimahkotai dengan serangkaian daun bari pohon zaitun. Mereka akan dihormati dan dianggap sebagai pahlawan oleh masyarakatnya. Konon, seorang ratu Yunani Kuno sempat memilih suaminya melalui perlombaan lari cepat.

Ketika orang-orang Sparta menancapkan kekuasaannya di Yunani dan mulai ikut berkompetisi, mereka pun memperkuat pengaruhnya dalam bidang atletik. Sebagai bangsa yang gemar perang, mereka pun mulai memasukkan nomor-nomor khusus, yang sangat kental dengan unsur militer, semacam lempar lembing atau tombak.

Dengan demikian, pertandingan-pertandingan atletik dalam olimpiade kuno pun semakin hari semakin berkembang dan semakin menarik. Status profesional pun mulai disandang oleh para atlet yang berlomba. Bahkan, atlet dengan prestasi tertinggi akan dibuatkan patung diri sebagai tanda penghargaan dan naiknya status sosial mereka di masyarakat.

Namun, perkembangan ini tidak berjalan mulus. Pada 394 SM, pertandingan olimpiade dilarang oleh Kaisar Theodosius dari Kerajaan Romawi. Alasannya, kegiatan tersebut sangat kental dengan praktik-praktik paganisme alias penyembahan berhala.

Atletik, khususnya lari cepat, sebagai cabang olahraga pun sempat menghilang selama beberapa abad lamanya. Walaupun demikian, lari tetap hidup dalam memori banyak orang. Mereka menggambarkannya dalam karya-karya seni.

Atletik Modern

Setelah Abad Pertengahan, atletik pun hidup kembali dan mulai dipraktikkan oleh sebagai kecil masyarakat, semisal di Italia, kemudian Jerman, dan Swedia. Dalam perkembangan selanjutnya, orang-orang Inggrislah yang berjasa besar dalam menghidupkan pertandingan lari, tepatnya pada masa Revolusi Industri. Tidak hanya diperlombakan, sejumlah uang pun mulai dijadikan hadiah bagi para pemenang.

Sejak masa itulah, lomba lari khususnya dan atletik umumnya, mulai rutin diselenggarakan hingga terlembagakan dalam olimpiade modern sampai sekarang.

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Olahraga Cabang Atletik, Tolak Peluru
  • Lompat Tinggi dan Atletik
  • Sejarah Atletik
  • Mengenal Cabang Atletik, Lompat Jauh
  • Ukuran Lapangan Atletik
  • Mengenal Macam-Macam Olahraga Atletik
  • Persatuan Atletik Seluruh Indonesia yang Memprihatinkan
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA