Sejarah Dakwah Nabi Muhammad SAW

Sejarah Dakwah Nabi Muhammad SAW
Tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah, begitulah syahadat sebagai gerbang menuju cahaya Islam itu. Sejarah dakwah Nabi Muhammad SAW begitu mendaki. Manusia suka mengeluh, padahal berdasarkan sejarah dakwah Nabi Muhammad SAW, beliau tidak begitu, sedangkan amanah yang diembannya sangat berat, apalagi bagi manusia biasa seperti kita.
Namun, bukankah Rasulullah juga manusia? Lalu bagaimana sikap mulia dalam sejarah dakwah Nabi Muhammad SAW? Berikut merupakan beberapa cerita tentang sejarah dakwah Nabi Muhammad SAW.
Abu Bakr Masuk Islam
Muhammad SAW merupakan pribadi yang terkenal bersih, jujur dan dapat dipercaya. Oleh karena itu, ia disenangi oleh orang-orang, termasuk Abu Bakr Abi Quhafa dari kabilah Taim. Maka, karena segala sifat Nabi Muhammad yang demikian itu akhirnya beliau masuk Islam, dan meninggalkan berhala-berhalanya, juga menyayangi anak yatim piatu.
Sejarah dakwah Nabi Muhammad SAW hampir seluruhnya berkat sikap dan sifat Rasulullah itu sendiri. Betapa mulianya budi pekertinya. Inilah yang ingin kita contoh dalam kehidupan kita sehari-hari. Namun, sedikit sekali orang-orang yang mengambil pelajaran. Apalagi orang-orang yang tidak suka kepada Islam, mereka masih menganggap Rasulullah itu sebagai penyair gila.
Kaum Muslimin pada Awalnya
Kemudian Abu Bakr bersama sahabat-sahabatnya, Usman bin ‘Affan, Abdurrahman bin 'Auf pun masuk Islam. Kemudian mereka bersama-sama datang kepada Rasulullah dan mempelajari Islam dari Rasulullah. Akhirnya ajaran Islam bertambah meluas ke Mekkah. Wahyu Rasulullah pun menambah iman para pengikutnya.
Mengapa dalam sejarah dakwah Nabi Muhammad SAW sangat berkembang? Dakwah itu berkembang sebenarnya lagi-lagi karena teladan yang diberikan Muhammad sangat baik sekali: ia penuh bakti, penuh kasih-sayang, rendah hati, tutur katanya lemah-lembut, dan adil. Beliau sangat santun kepada orang-orang fakir, miskin dan anak yatim piatu. Beliau sangat suka bersedekah, namun beliau tidak mau diberi sedekah, beliau hanya mau menerima bila yang diberi itu hadiah, bukan sedekah.
Nabi Muhammad tidak cepat tidur di malam hari. Beliau mendirikan shalat tahajjud setiap hari. Beliau pun dalam shalatnya selalu khusyuk. Hal inilah yang membuat dakwahnya seperti ada ruh cahaya yang terpancar indah dan terang benderang pada wajahnya yang terlihat murah senyum dan teduh.
Rasulullah Mengajak Memeluk Islam kepada Keluarganya
Tiga tahun setelah kerasulan Nabi Muhammad, perintah Allah datang, lalu beliau mengumumkan ajaran yang masih disembunyikan itu. Ketika itu wahyu datang kepada beliau dalam Quran Surat 26: 214-216.
"Sampaikanlah apa yang sudah diperintahkan kepadamu, dan tidak usah kauhiraukan orang-orang musyrik itu."(Qur'an 15: 94)
Rasulullah pun mengundang keluarganya makan di rumahnya. Lalu beliau mulai berbicara dengan lembut untuk mengajak keluarganya dalam cahaya Islam. Namun, Abu Thalib, pamannya, langsung menyetop pembicaraan beliau. Ia mengajak orang-orang pergi meninggalkan tempat itu. Muhammad pun tetap sabar.
Keesokan harinya sekali lagi Muhammad mengundang mereka. Rasulullah mulai mengajak lagi keluarganya ke dalam cahaya Islam. Namun, mereka semua menolak, lalu bersiap-siap meninggalkannya. Lalu, tiba-tiba Ali bangkit ketika itu ia masih anak-anak, belum baligh.
"Rasulullah, saya akan membantumu. Saya adalah lawan siapa saja yang kau tentang."
Banu Hasyim tersenyum, dan ada juga yang tertawa terpingkal-pingkal. Mata mereka berpindah-pindah dari Abu Thalib kepada anaknya. Kemudian mereka semua pergi meninggalkannya sambil mengejek. Namun, Rasulullah tetap sabar.






