Memaknai Kilas Sejarah Dakwah Rasulullah
Ilustrasi sejarah dakwah rasulullah
Sejarah dakwah Rasulullah adalah perjalanan tugas yang diberikan Allah Swt. Ditunaikan sepenuh hati sebagai utusan-Nya. Dakwah Rasulullah saw, menghimpun semua ajaran-ajaran Islam. Baik dalam bentuk perintah, larangan, dan petunjuk jalan kebenaran untuk kebaikan hidup umat manusia di dunia dan di akhirat. Sejarah ini harus dipelajari karena bisa menjadi sebuah contoh yang pasti tidak akan menyesatkan. Keyakinan kepada apa yang telah dilakukan oleh Rasulullah itu mengandung kebenaran adalah sesuatu yang sangat penting.
Kesempurnaan Islam
Islam diturunkan untuk menjadi pedoman hidup manusia dalam menempuh jalan kebenaran. Memiliki panduan dan petunjuk untuk memilih dan memilah kebaikan dan keburukan. Allah Swt telah menurunkan agama Islam melalui kedatangan Nabi Muhammad saw, berlaku sebagai seorang nabi dan rasul terakhir. Yang tidak mengakui hal ini, artinya orang yang tersesat. Apalagi hingga mengaku sebagai seorang nabi. Maka orang seperti ini harus dihancurkan karena ia telah sesat dan menyesatkan.
Islam ini telah sempurna dan itu telah tertuang dalam Al-Quran. Umat Islam itu tidak perlu menambah atau mengurangi ajaran Islam. Jangan juga tertipu oleh bacaan-bacaan yang berbahasa Arab, lantas mengira bahwa bacaan itu berasal dari Al-Quran atau dari hadits. Perhatikan dengan saksama dan jangan mudah tertipu. Bahan berbahasa Arab itu belum tentu berasal dari Al-Quran. Tetapi bahasa Al-Quran itu pasti bahasa Arab. Hal ini harus dimengerti dengan baik agar tidak terjebak dalam perbuatan yang menyimpang.
Dengan belajar sejarah Nabi Muhammad saw dari sumber yang benar, maka akan didapatkan keyakinan yang sebenarnya. Betapa apapun kata-kata Rasulullah itu mengandung kebenaran. Misalnya, ketika Rasulullah menyambut kedatangan malaikat penyabut nyawa. Rasulullah terlihat kesakitan dan mengatakan bahwa saat nyawa dicabut itu seperti terkena sabetan 300 pedang yang sangat tajam. Bahkan malaikat pun memalingkan mukanya.
Malaikat tak sanggup menatap wajah Rasulullah yang menahan kesakitan. Manusia yang mulia itu disayangi oleh yang di bumi dan yang di langit. Ruhnya telah dinantikan oleh penduduk langit. Mereka bahagia. Sedangkan penghuni bumi menangis. Bahkan seorang Umar bin Khattab pun marah dan mengancam siapa pun yang berani mengatkan bahwa Rasulullah telah meninggal dunia.
Kalau bukan Abu Bakar yang mengingatkan bahwa setiap yang bernyawa pasti mati dan bahwa Rasulullah hanyalah manusia dan bukan Tuhan, mungkin kemarahan Umar bin Khattab tidak akan reda. Kisah seperti ini masih harus disebarkan. Bayangkan saja masih banyak yang menangis membaca sejarah kematian Rasulullah ini. Seolah beliau memang masih ada dan baru saja meninggal dunia. Inilah salah satu keajaiban dunia.
Umat Islam diakhir zaman tak pernah bertemu dengan Rasulullah, tetapi kecintaan kepada beliau begitu mendalam hingga tak rela siapa pun menghina dengan cara apapun. Betapa luar biasanya cinta yang ada di hati umat Islam terhadap junjungan mereka itu. Pentingnya mengetahui sejarah ini akan semakin meningkatkan keimanan dan ada semangat untuk meniru perjuangan para sahabat dalam mempertahankan keimanan mereka.
Inilah salah satu jalan membangkitkan dan membina serta menumbuhkan karakter seorang muslim yang kuat. Kalau contoh dari manusia biasa, mungkin mengandung kelalaian dan ketidakbenaran. Tidak dengan apa yang terjadi pada Rasulullah. Nabi yang mulia ini bergelar ‘Al Amin’, yang bisa dipercaya. Artinya Rasulullah tidak pernah berbohong. Kebenarannya hakiki. Itulah mengapa harus mengambil Rasulullah sebagai teladan dalam hidup.
Karakteristik Islam
Nabi mendakwahkan Islam di antara umat manusia dengan karakteristik yang jelas. Karakteristik tersebut menjadi identitas Islam yang dibentuk dalam proses kelengkapan kesinambungan wahyu-wahyu Tuhan.
Pertama. Kesederhanaan ajaran Islam dalam ikatan rasional, dan mampu dilaksanakan secara praktis dalam kenyataan. Ajaran Islam yang diwahyukan kepada Rasulullah mengajak manusia untuk menggunakan kemampuan berpikir. Senantiasa menuntut manusia untuk mengoptimalkan potensi nalarnya. (Lihat QS. ke-39 ayat 9, QS. ke 6 ayat 98, QS. ke-2 ayat 269). Islam ingin orang tidak taklik buta tanpa tahu ilmunya. Kedudukan orang yang berilmu ini sangat tinggi di sisi Allah Swt.
Bahkan Allah Swt lebih menyukai orang yang berilmu daripada orang yang beribadah tanpa ilmu. Kalau beribadah tanpa ilmu, belum tentu orang yang bersangkutan beribadah dengan benar. Untuk itulah menuntut ilmu itu adalah kewajiban semua umat dari kecil hingga ia meninggal dunia. Tidak ada perbedaan antara laki-laki dan wanita. Semuanya harus berusaha mendapatkan ilmu yang benar dan yang baik demi membimbingnya ke jalan yang benar.
Maka agama Islam bukan berangkat dari dunia mitologi. Dunia imajinasi yang dibuat dan diilustrasikan manusia dengan segenap daya khayalnya. Dalam QS.13:3, umat manusia yang mempelajari ajaran-ajaran Islam harus berpikir rasional tanpa teori kosong. Semua daya pemikiran harus bermanfaat dan aplikatif. Para ulil albab, mereka yang memikirkan kekuasaan Allah Swt sehingga tetap bertaqwa dan terus mencari cara menjadi tetap sabar dan bersyukur dengan apa yang telah ditetapkan oleh Sang Kuasa.
Kedua. Agama Islam tidak memisahkan kehidupan dunia dan kehidupan akhirat. Ajaran Islam mengharmoniskan dunia materi dan dunia inmateri, atau kualitas spiritual. Kemajuan spiritual seseorang mampu tercapai ketika dia menjalani kehidupan di tengah-tengah hiruk pikuk manusia. Keselamatan rohani akan tercapai ketika manusia memanfaatkan sumber daya materi sesuai dengan petunjuk-petunjuk Allah Swt.
Ketiga. Proses sejarah dakwah Rasulullah, menghimpun berbagai petunjuk-petunjuk yang berlaku bagi setiap segi kehidupan manusia. Mukzijat Al-Quran mengandung kabar tersurat dan tersirat untuk menuntut manusia pada kebaikan dan kebesaran Allah Swt. Baik petunjuk yang bersifat umum ataupun yang bersifat khusus. Petunjuk tersebut harus digali dengan kemampuan iman dan akal yang optimal.
Keempat. Rasulullah mengajarkan bahwa Islam sangat menghormati hak-hak individu manusia. Sekaligus menuntut individu untuk bertanggung jawab secara sosial. Menyerukan manusia agar turut andil dalam kesejahteraan dan kebaikan masyarat. Inilah bentuk keseimbangan antara individu dan masyarakat.
Dakwah Rasulullah senantiasa mengingatkan manusia untuk bertanggung jawab pula kepada diri sendiri. Berupa tanggung jawab pribadinya kepada Tuhan. Tanpa mengesampingkan tanggung jawab sosial, Islam melindungi hak individu dan melarang campur tangan orang lain terhadap hak privasi tersebut. Misalnya, ketika bertamu ke rumah orang, tamu dilarang langsung masuk ke rumah tanpa dipersilahkan oleh penghuni rumah.
Kalau dua kali mengucapkan salam tidak ada respon, artinya mungkin penghuni rumah tidak mau menerima tamu atau sedang sibuk. Selain itu, seorang wanita yang telah dilamar oleh seorang laki-laki, tidak boleh dilamar oleh laki-laki lain sebelum memutuskan menolak lamaran laki-laki yang pertama. Saling menghormati hak pribadi ini sangat penting dalam Islam. Tetangga tidak boleh menyakit tetangganya. Ini juga ajaran yang sangat baik.
Kelima. Nabi Muhammad mengajarkan, Allah bagi umat manusia adalah Tuhan Semesta Alam. Nabi Muhammad adalah utusan Allah bagi seluruh umat manusia dan alam ini. Islam memandang semua manusia adalah sama di depan Tuhan. Perbedaan di antara mereka adalah ketakwaan kepada-Nya. Inilah bentuk keuniversalan dan ajaran kemanusian dalam setiap dakwah Islam.
Keenam. Allah Swt telah menetapkan Al-Quran dan As-Sunnah sebagai pedoman bagi umat Islam. Keduanya tidak terikat oleh ruang dan waktu. Berlaku pada lintas zaman dan waktu. Banyak sekali bersifat umum, mengungkapkan suatu petunjuk secara garis besarnya.
Keadaan ini memberikan ruang kepada umat Islam dalam setiap masa untuk menggali jalan Tuhan sesuai dengan kebutuhan dan tantangan zamannya. Inilah bentuk ketetapan dan bentuk perubahan dalam ajaran Islam.
Ketujuh. Al-Quran sebagai pedoman utama bagi umat Nabi Muhammad, terjamin keasliannya dan terjaga kemurniannya. Langsung berada dalam penjagaan dan jaminan perlindungan Allah Swt. Demikianlah yang telah berlangsung selama lima belas abad lamanya.
Demikianlah ketujuh karakteristik Islam yang telah terbentuk semasa sejarah berkaitan dengan dakwah Rasulullah berlangsung kepada umatnya. Perjalanan panjang dan lintasan waktu telah membuktikan kebenaran dan keagungan ajarannya.
Sosok Rasulullah
Sosok Rasulullah merupakan sosok sejarah manusia termulia dan terhebat sepanjang zaman. Semoga kita saat ini, terus berusaha menemukan petunjuk-Nya. Untuk tetap berjalan dalam jalan Muhammad saw, demi kebaikan hidup di dunia dan akhirat kelak. Amin! Jangan meragukan apapun yang telah disampaikan oleh beliau. Yang harus dilakukan adalah menginvestasikan waktu dengan benar agar tidak terjebak dalam kesia-siaan waktu.

