Sejarah Email Pertama
Ilustrasi sejarah email
Email sudah bukan barang aneh di zaman modern ini. Bahkan kata ini sekali pun sudah ada padanan katanya dalam bahasa Indonesia menjadi pos elektronik atau surat elektronik, tapi tetap digunakan kata aslinya sesuai dengan sejarah email.
Email berkembang seiring perkembangan internet. Teknologi inilah yang membuat kantor pos kekurangan order. Dan orang yang bertanggung jawab atas semua itu adalah Ray Tomlinson.
Sejarah Email
Tahun 1971 adalah tahun bersejarah dalam perkembangan dunia internet, karena pada tahun itu email pertama dikirim. Uniknya pengiriman email pertama itu dilakukan oleh dua komputer yang berdampingan.Samuel B Morse mengetikkan kata ‘Sesungguhnya hebat apa yang telah Tuhan tulis!’ pada Mei 1844 saat menciptakan mesin telegraf.
Sementara Alexander Graham Bell sebagai sang pionir telepon memiliki pesan yang sangat legendaris pada Maret 1876 yaitu, ‘Tuan Watson, kemarilah. Saya ada perlu dengan Anda!’ pada asistennya. Lalu apa yang dikirimkan Ray Tomlinson pada e-mail pertamanya?
Kata pertama yang tertulis dalam email pertama itu adalah ‘QWERTYUIOP’ yang tidak lain adalah baris pertama tuts alfabet pada papan ketik. Namun, sebenarnya Tomlinson sendiri tidak terlalu ingat apakah itu benar kata pertamanya atau bukan.
Penggunaan tanda @ tidak melalui proses panjang, melainkan hanya pemikiran sekira setengah menit. @ sendiri dibaca ‘at’ yang merupakan preposisi dalam bahasa Inggris untuk menunjukkan tempat (terkadang waktu juga).
Profil Ray Tomlinson
Tomlinson lahir di Amsterdam, New York, tapi kemudian keluarganya pindah ke sebuah desa kecil bernama Vail Mils. Dia bersekolah di Rensselaer Polytechnic Institute di Troy, New York. Dia berpartisipasi dalam program co-op dengan IBM. Pada 1963 dia lulus dari institut tersebut dengan gelar sarjana dalam bidang teknik listrik.
Setelah lulus, dia melanjutkan pendidikan ke Massachusetts Institute of Technology. Di sana dia mengembangkan synthesizer analog-digital hibrida untuk penelitian tesisnya. Kemudian pada 1965 dia lulus dengan gelar master teknik elektro.
Tahun 1967 dia bergabung dengan perusahaan teknologi Bolt, Beranek dan Newman yang sekarang bernama BBN Technologies. Di sini dia membantu mengembangkan sistem operasi TENEX untuk ARPANET. ARPANET adalah sebuah divisi pengembangan internet dari departemen pertahanan Amerika Serikat.
Di sinilah dia menulis program untuk mentransfer file yang diberi nama CPYNET. Kemudian, dia juga diminta membuat program SNDMSG (send message). Terpikir olehnya untuk menggabungkan dua program tersebut dan hasilnya e-mail pertama.
Lucunya, sewaktu dia menunjukkan email pertama itu pada rekan kerjanya, justru ia disuruh menyembunyikannya, “Ini bukan yang seharusnya kita kerjakan!” ujar Jerry Burchfiel, rekan sekerjanya itu. Tapi apa daya, teknologi ini merupakan teknologi pengiriman pesan paling murah saat ini. Jutaan orang mengirimkan e-mail setiap harinya.
Walaupun berpredikat sebagai penemu email, tapi namanya tidak sepopuler Morse atau Bell. Mungkin karena teknologi internet berkembang sangat cepat sehingga yang lama mudah terlupakan.
Tapi hasil kerjanya juga mendapatkan penghargaan dari berbagai pihak seperti George R. Stibitz Computer Pioneer Award dari American Computer Museum pada tahun 2000, Webby Award dari International Academy of Digital Arts and Sciences untuk kategori Pencapaian Seumur hidup.
Tahun 2001 dia dilantik sebagai Rensselaer Alumni Hall of Fame. Kemudian, pada 2002 Majalah Discover memberikannya penghargaan innovation Award. Pada 2004 dia menerima IEEE Internet Award bersama Dave Crocker. Dan pada 2009 dia bersama Martin Cooper menerima Prince of Asturias award untuk kategori Penelitian sains dan teknologi.
Perkembangan Media Komunikasi
Komunikasi digambarkan dengan bahasa universal berarti adanya suatu individu atau kelompok yang mencoba memberikan informasi dengan menggunakan gagasan atau pendapat kepada seseorang atau sekelompok orang yang menerimanya. Individu atau sekelompok orang yang menerima komunikasi tersebut haruslah mengerti informasi, gagasan, atau pendapat yang diberikan oleh si pengirim komunikasi.
Perkembangan komunikasi memang semakin menggeliat. Jika di abad ke-17 atau 18, komunikasi dilakukan melalui kantor pos, di abad ke-20 komunikasi sudah dipengaruhi oleh teknologi. Teknologi komunikasi yang terus berkembang ini pada awalnya berupa telepon.
Kemudian mulai bergeser ke hal-hal seperti adanya radio, fax, dan tanpa melupakan jasa komunikasi yang bernama pos. Semakin bertambahnya umur, perkembangan teknologi komunikasi semakin canggih. Dari macam-macam komunikasi yang ada, kita mengenal komunikasi cyber.
Sebuah komunikasi yang ditunjang dengan kehadiran perangkat piranti lunak bernama internet dan didukung alat-alat yang memadai. Teknologi ini akhirnya bisa terlihat pada penggambaran, seperti internet, email, dan lain-lainnya. Itulah teknologi komunikasi yang tergambar di dunia saat ini.
Teknologi komunikasi digital, begitu orang menyebutnya sekarang ini. Kelebihan yang bisa didapat dengan adanya teknologi yang serba cepat saat ini adalah sistem komunikasi menjadi fleksibel dan memiliki kemudahan. Salah satunya adalah fungsi handphone.
Degan bentuk kecil dan ringan, kita bisa berkomunikasi dengan siapa saja dan di mana saja. Teknologi yang diterapkan di handphone di antaranya adalah jaringan tunggal yang digiat oleh para operator telekomunikasi di Indonesia. Efisensi juga menjadi penting, apalagi perusahaan-perusahaan yang membuat perangkat teknologi komunikasi ini sekarang sudah menanamkan sebuah chip dalam setiap produknya. Di setiap ponsel dinamakan dengan ic.
Begitu pula dengan perangkat laptop yang kita milki. Dengan adanya chip, kita bisa terhubung langsung dengan koneksi internet yang sekarang semakin tinggi dan berkembang dengan pesat. Kita tidak perlu lagi menenteng komputer atau menunggu sebuah komputer dipakai oleh orag lain. Dengan adanya perangkat seperti laptop, semuanya menjadi mudah.
Ongkos produksi untuk pemeliharaan barang pun menjadi murah. Perawatan perangkat-perangkat teknologi komunikasi sekarang lebih efisien seiring dengan keinginan para perusahaan yang membuat perangkat komunikasi tersebut, yaitu membuat sebuah benda yang tahan lama dan jauh lebih awet dalam penggunaannya.
Hal itu pun menjadi perhitungan di dunia pada saat ini. Pada akhir tahun 2000-an ini kita sudah dijejali produk-produk smartphone. Ponsel ini tidak hanya lagi sebagai sarana berkomunikasi, seperti menelepon atau sms. Tapi, juga bisa dijadikan sebagai alat komunikasi sebagai pengganti komputer atau laptop. Ukurannya juga lebih kecil, bisa dimasukkan ke dalam saku,dan menjadi lebih fleksibel tentunya.
Berbagai macam namanya, ada blackberry, iphone, atau ponsel android. Teknologi komunikasi tidak hanya bersandar pada fungsinya, tapi juga pada bentuk gaya dan perubahan hidup. Menjelang akhir tahun produk-produk berupa komputer tablet siap merebut konsumen yang menginginkan teknologi dengan cara lain.
Pada perkembangannya, teknologi komunikasi di seluruh dunia saat ini masih dipengaruhi oleh adanya jaringan internet tanpa kabel generasi ketiga atau yang sering kita dengar dengan sebutan 3G. Sedangkan tahun berikutnya, generasi 4G siap hadir.
Bagaimana perkembangannya di Indonesia? Masyarakat Indonesia yang terdiri dari kurang lebih 240 juta penduduk, hampir dari 200 juta penduduk di Indonesia sudah memiliki ponsel sebagai bentuk adaptasi mereka dengan adanya teknologi komunikasi. Hal ini bisa menghilangkan bentuk komunikasi tradisional, seperti berkirim surat melalui kantor pos. Hal itu terjadi karena teknologi yang ada sekarang lebih fleksibel, lebih mudah, lebih cepat, dan efisien.
Dampak negatifnya mungkin akan terasa setelah beberapa lama kemudian, terutama dalam hal bersosialisasi. Teknologi komunikasi yang semakin canggih mengubah cara manusia bersosialisasi dalam berinteraksi dengan orang lain.
Pada awalnya manusia bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya dengan bertatap muka atau saling bertemu, begitu juga dengan orang yang jaraknya jauh. Akan tetapi, teknologi yang semakin canggih ini membuat manusia malas besosialisasi dengan lingkungan sekitarnya atau orang yang berada jauh di sana. Cukup dengan teknologi tersebut manusia berkomunikasi, seperti ketika ada keperluan cukup menelepon atau chating.
Malas bersosialisasi dengan lingkungan sekitar karena kecanggihan teknologi tersebut menjadikan manusia kurang peduli pada lingkungan sekitarnya. Rasa tenggang rasa, gotong royong, peduli lingkungan, silaturohim kepada tetangga atau kerabat, menjadi berkurang. Sibuk dengan teknologi canggih yang dimilikinya.
Apakah Anda merasakan hal tersebut di lingkungan sekitar Anda? Atau bahkan di lingkungan keluarga Anda? Bagaimana rasanya dalam satu rumah ada beberapa anggota keluarga, tapi jarang berkomunikasi atau berbincang-bincang karena kesibukan dengan teknologi yang dimilikinya?
Yah, seperti itulah yang sekarang terlihat di lingkungan sekitar kita. Ada sekelompok orang yang berkumpul dalam satu ruangan, tapi mereka tidak berkomunikasi satu sama lainnya. Tidak ada suara orang berbincang-bincang atau suara canda tawa, tapi yang ada hanya keheningan. Setiap orang sibuk dengan teknologi komunikasi yang dimilikinya. Miris sekali bukan. Silahkan Anda menilai sendiri mengenai hal tersebut.
Demikian informasi tentang sejarah email dan perkembangan media komunikasi yang memberikan dampak positif dan negatif bagi kehidupan manusia. Semoga informasi tersebut bermanfaat dan menambah wawasan Anda.

