logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Referensi    Profil    Tokoh    Sejarah Gusdur

Sejarah Gus Dur dan Pemikirannya yang Unik

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Banyak sudah buku yang menulis tentang sejarah Gusdur. Sosok yang satu ini, memang memiliki perjalanan hdup, pemikiran, sepak terjang, dan sisi lain yang unik. Mengapa Gusdur dapat menjadi sosok yang pemikirannya dianggap unik, “nyleneh”, kontroversial sekaligus menjadi sumber inspirasi dari berbagai generasi? Maka tidaklah mengherankan jika cerita mengenai sejarah Gusdur pun menjadi cerita yang menarik, terlebih bagi mereka yang memang mengidolakannya.

Seorang yang diberi kekurangan dalam hal fisik oleh Tuhan nyatanya menyimpan sebuah keistimewaan tersendiri. Gusdur istimewa, sangat istimewa. Terlebih di mata para pengagumnya. Sejarah Gusdur yang sangat istimewa itu kemudian menjadi bacaan menarik yang memberikan kita hiburan sekaligus pelajaran.

Buku sejarah yang menceritakan perjalanan hidup Gusdur atau sejarah Gusdur juga cukup mudah ditemui di toko-toko buku. Ketika membaca buku tersebut, kemungkinan untuk ikut terhanyut di dalam kisah perjalanan hidup Gusdur cukup besar. Gusdur menyimpan banyak cerita menarik yang bisa membuat Anda tersenyum bahkan bisa jadi sedikit berkaca-kaca.

Dari sosoknya yang tidak sempurna secara fisik, Gusdur memiliki segudang pemahaman tentang hidup. Bahwa menganggap hidup tidak sebagai sesuatu hal yang "merepotkan". Kata-kata Gusdur yang cukup terkenal akan hal ini adalah "gitu aja kok repot". Kata-kata dari Gusdur ini juga pasti terangkum dalam sejarah Gusdur.

Cerita Sejarah Gusdur – Latar Belakang Keluarga

Sejarah Gusdur dimulai semenjak kelahiran tokoh ini. Gusdur terlahir pada 4 Agustus 1940 di Jombang-Jawa Timur, dengan nama Abdurrahman “Addakhil” yang artinya “Sang Penakluk”. Nama yang ternyata menjadi kenyataan di kemudian harinya. Gusdur memiliki “trah biru”  di kalangan nahdiyin. Ayahnya K.H. Wahid Hasyim adalah mantan Menteri Agama pertama.

Kakek dari ayahnyanya adalah K.H. Hasyim Asy’ari, pendiri jam’iyah Nahdlatul Ulama (NU sekaligus pendiri Pesantren Tebu Ireng Jombang. Sedangkan kakek dari ibunya adalah  K.H. Bisri Syamsuri ulama terpandang di kalangan NU yang juga pernah menjadi Rais ‘Aam PBNU. Sejarah Gusdur memiliki cerita yang cukup panjang semenjak dari pendahulunya.

Tak mengherankan bila Gusdur kecil sudah seringkali mendengarkan pembicaraan bertopik politik-keagamaan di rumahnya yang selalu ramai didatangi para tokoh dari berbagai bidang profesi. Sejarah Gusdur sejak kecil memang sudah dipenuhi dengan “ilmu-ilmu pengetahuan”.

Dari pembicaraan tersebut, Gus Dur kecil dapat menyerap berbagai permasalahan yang menyangkut urusan umat, bangsa, dan negara. Hal ini terekam dan terinternalisasi dalam dirinya hingga dewasa.  Takheran jika sejarah Gusdur sekaligus berisi tentang berbagai cerita menarik dari para tokoh besar.

Sejarah Gusdur – Multi Talent

Sejarah Gusdur sejak kecil sudah menunjukkan tanda-tanda kecerdasan berganda (multi talent). Ia menunjukkan bakat di bidang bahasa dan sastra, terlihat dari kegemarannya  membaca di saat anak sebayanya banyak menghabiskan waktunya untuk bermain. Berbagai buku, jurnal, majalah, koran, bahkan buku berat seperti filsafat pun telah ia lahap.

Sejarah Gusdur tidak hanya berisi itu.  Gusdur  merasa perlu belajar Bahasa Belanda dengan memanggil guru les privat ke rumahnya. Saat di SD ia juara pertama lomba karya tulis se-Jakarta. Bakatnya tersebut terus terasah hingga di kemudian hari Gusdur terkenal sebagai penulis produktif yang buah pikirannya banyak tertuang di berbagai media massa. Sejarah Gusdur diisi dengan berbagai cerita menarik yang penuh prestasi.

Ia juga memiliki bakat di bidang seni, bahkan sewaktu SD ia belajar seni musik klasik dari seorang guru berkebangsaan Jerman yang bernama Willem Buhl. Kecintaan dan minatnya di bidang seni menjadikan dirinya sempat menjadi ketua juri Festival Film Indonesia (1986-1987) dan Ketua Dewan Kesenian Jakarta. Sejarah Gusdur memang menarik.

Sejarah Gusdur juga menceritakan prestasinya di bidang olahraga. Di bidang olahraga pun Gusdur kecil sudah terlihat tanda-tanda bakatnya. Ia piawai bermain bola, bahkan pandai mengulasnya. Tak mengherankan bila ia menjadi komentator dan kolumnis sepak bola saat dewasa.

Dari cerita sejarah Gusdur di atas terlihat bahwa sosok Gusdur ternyata sudah menunjukkan pribadi yang cerdas dan multi talent sejak kecil.

Sejarah Gusdur – Akses Informasi

Sejarah Gusdur pun berlanjut. Setelah lulus dari Sekolah Dasar, Gusdur melanjutkan pendidikannya ke SMEP (Sekolah Menengah Ekonomi Pertama), sebuah sekolah yang dikelola oleh Gereja Katolik Roma yang sepenuhnya menggunakan kurikulum sekuler.

Di sini, dalam waktu satu-dua tahun Gusdur sudah mampu menguasai bahasa Inggris dan menghabiskan beberapa buku dalam bahasa Inggris, seperti buku karya Ernest Hemingway, John Steinbach, William Faulkner, dan banyak lagi yang lainnya.

Sejarah Gusdur taklepas dari pengaruh orang-orang disekitarnya. Salah seorang gurunya yang bernama Sumatri adalah anggota Partai Komunis, ia pernah memberikan buku Lenin yang berjudul What is To Be Done. Sejak itu dimulailah pengembaraan intelektualnya di dunia Marxis-komunis, sejumlah buku “kiri” telah ia baca, seperti Das Kapital-nya Karl Marx, di usia SMP.

Jelas tergambar bahwa sejak remaja Gus Dur  memiliki akses informasi yang luas dari berbagai kalangan dan dari berbagai pemikiran, sehingga membentuk cakrawala berpikir dan  wawasan yang luas pula.

Sejarah Gusdur – Persinggungan Kultural

Sejarah Gusdur dewasa dimulai. Gusdur pernah mondok di Pesantren Tegarejo Magelang Jawa Tengah di bawah asuhan K.H. Chudhari. Kyai Chudhari inilah yang memperkenalkan Gusdur dengan dunia sufi lengkap dengan ritual mistiknya, seperti ziarah ke kuburan-kuburan keramat para wali.

K.H. Chudhari juga memperkenalkan hiburan-hiburan yang tak umum diajarkan di dunia pesantren seperti gamelan, tarian tradisional, kuda lumping, jathilan, dan sebagainya.

Selesai mondok di pesantren, Gusdur melanjutkan kuliah di Universitas al-Azhar, Mesir kemudian di Universitas Bagdad di Irak. Mesir dan Irak pada saat itu adalah Negara Arab yang keras, otoriter, dan ultranasonalis. Paham pemikiran Pan Arabisme dan Nasionalis Arabnya Partai Baath di Irak juga tak luput dari kajian pemikiran Gusdur. Rangkaian sejarah Gusdur dalam menuntut ilmu menjadi cerita yang cukup menarik.

Selepas belajar di Baghdad Gus Dur melanjutkan studinya ke McGill University di Kanada dengan mengambil jurusan kajian Islam. Gus Dur yang berlatar belakang pesantren saat itu justru belajar Islam dari para orientalis Barat yang sekuler. Sejak saat itu, warna pemikiran Barat yang sekuler, rasional, dan humanis ikut pula membentuk pemikiran Gus Dur. Sejarah Gusdur tentang pendidikannya yang hingga ke luar negeri mewarnai perjalanan Gusdur sebagai seorang yang berpengaruh di Indonesia.

Keempat alasan tersebut membentuk pandangan, cara berpikir dan masuk dalam pribadi Gusdur tanpa ada yang dominan. Inilah sebabnya mengapa Gusdur seperti “nyleneh”, sulit dipahami, dan dinamis. Kebebasannya dalam berpikir dan luasnya cakrawala pemikiran yang dimilikinya telah menembus batas pemikiran banyak orang yang tidak memahaminya.

Sejarah Gusdur memberikan inspirasi tersendiri bagi para pencintanya. Mengetahui cerita sejarah Gusdur baik secara langsung ataupun melalui berbagai media pasti akan semakin menambah kecintaan mereka terhadap sosok lucu ini.

Sejarah Gusdur dan nilai-nilai kehidupan yang tersirat diajarkannya memberikan motivasi serta perenungan, bahwa hasil yang baik memerlukan perjuangan yang tidak sedikit. Bahwa menuntut ilmu dan menjadikan otak kita seperti spons yang menyerap ilmu layaknya air adalah bukan suatu kerugian. Dari sejarah Gusdur kita pun belajar banyak hal.

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Bercermin dari Tokoh Wirausaha yang Sukses
  • Tokoh-Tokoh Sosiologi Dunia yang Terkenal
  • Biografi Suharto dalam Beberapa Versi
  • Iwan Tirta: Tokoh Batik Indonesia
  • Biografi Ki Hajar Dewantara
  • Mengenal Tokoh-Tokoh Reformasi
  • Bill Gates: Kombinasi Totalitas dan Moralitas
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA