Memahami Sejarah HTML dan Manfaatnya
Perkembangan website yang demikian pesat, semakin memudahkan penggunanya dalam membuat situs ataupun blog. Untuk membuat website maupun blog, Anda tak perlu lagi menguasai bahasa pemrograman yang demikian rumit. Bahkan dalam hitungan menit, Anda sudah bisa menghasilkan sebuah blog dengan sangat mudah.
Meskipun demikian tak ada salahnya Anda juga mengetahui Sejarah Html dan sedikit memahami penggunaan html secara garis besar. Hal ini berguna untuk memahami bahwa sebuah situs atau website maupun blog tidaklah sesederhana yang terlihat. Yang lebih peting lagi, dengan memahami bahasa html secara garis besar dapat membantu Anda meningkatkan traffic atau kunjungan terhadap blog yang Anda buat.
Sejaran dan Perkembangan HTML
Sejarah html berawal pada tahun 1980 ketika IBM berniat membuat bahasa kode untuk menggabungkan teks dengan perintah pemformatan agar mengenali elemen dokumen. Bahasa yang menggunakan tanda-tanda ini dinamakan markup language, sedangkan IBM memberinya nama Generalized Markup Language (GML).
Namun pada tahun 1986, ISO mengeluarkan standarisasi bahasa markup berdasarkan GML dengan nama Standard Generalized Markup Language (SGML). Bahasa SGML ini kemudian banyak digunakan di dunia penerbitan dan percetakan.
Pada tahun 1989, Caillau Tim bekerja sama dengan Barners Lee Robert, ketika mereka bekerja di CERN, sebuah lembaga penelitian fisika energi tinggi di Jenewa, mencoba mengembangkan SGML. Dari merekalah lahir HTML atau hyper text markup language, yang digunakan untuk membuat halaman website. HTML dipopulerkan pertama kali oleh browser Mosaic.
Sejak tahun 1990, bahasa pemformatan ini mengalami perkembangan yang sangat pesat. Apalagi sejak tahun 1996, World Wide Web Consortium (W3C) turut mengembangkan html dan mengeluarkan versi html 3.2. Sejak saat itu, html digunakan sebagai bahasa standar internet yang dikendalikan penggunaannya oleh W3C.
Struktur HTML
Html sendiri sebenarnya bukan merupakan bahasa pemrograman, melainkan kode pemformatan sederhana yang ditulis dan disimpan dalam format Ascii. Melalui kode yang dinamakan tag, sebuah dokumen ascii dapat ditampilkan sebagai home page melalui penjelajah web internet, seperti internet explorer, mozilla, ataupun chrome. Tag ditulis dengan memberikan tanda lebih kecil (<) dan tanda lebih besar (>).
Ada beberapa elemen dalam bahasa html, seperti struktur, presentasional, hypertext, dan elemen widget. Struktur bahasa html memperlihatkan adanya tingkatan yang ditandai dengan tag h1, h2, h3, dan seterusnya. Struktur inilah yang akan menginformasikan kepada browser dalam melakukan identifikasi. Struktur ini juga dibedakan setidaknya dalam tiga bagian, yaitu bagian kepala (header), tubuh (body), dan bagian kaki (footer).
Apabila Anda mempunyai sebuah blog atau situs dan ingin mendapatkan kunjungan dalam jumlah yang banyak, maka Anda setidaknya harus menempatkan keyword pada bagian header. Karena disinilah mesin pencari akan membaca isi sebuah website.
Oleh karena itu apabila Anda menghendaki traffic yang bagus dari blog atau situs yang Anda buat, tak ada salahnya bila Anda juga memahami sejarah html maupun bahasa html, meski secara umum.






