logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Agama & Kepercayaan    Islam    Ilmuwan-Ilmuwan Islam

Jejak Sejarah Ilmuwan Islam di Dunia


Ilustrasi sejarah ilmuwan islam

Sejarah ilmuwan Islam menyisakan cerita perjalanan panjang para ilmuwan muslim dalam dunia keilmuan. Penelitian serta berbagai penemuan menjadi hal yang biasa dalam menghiasi perjalanan cerita sejarah ilmuwan Islam. Ilmu menjadi "santapan" para ilmuwan tersebut sehari-hari.

Sejak turun wahyu pertama pada 610 Masehi, Islam menunjukkan keberpihakannya pada ilmu pengetahuan. Wahyu tersebut, "Iqra bismirabbikalladzi khalaq," adalah dorongan kepada umat Islam untuk mendalami ilmu. Maka, berabad-abad setelahnya, dunia mencatat jejak-jejak sejarah ilmuwan Islam yang tak terhitung banyaknya.

Jejak ilmu pengetahuan memang tidak secara nyata mewarnai masa permulaan Islam, mengingat budaya masyarakat Arab masa itu begitu jauh dari ilmu. Bahkan, tenggelam pada kegelapan jahiliyah. Namun, Islam menyelusup dan pelan-pelan menyalakan kegairahan terhadap ilmu, merangsang elemen terpenting dari manusia, yakni pikiran. Dasar itulah yang sedikit banyak ikut menciptakan perjalanan sejarah ilmuwan Islam.

Ilmu pengetahuan nyalanya begitu kecil, namun tetap bertahan. Bahkan, bertambah terang sehingga di abad yang jauh, nyala itu mencapai puncaknya, begitu terang benderang. Sejarah ilmuwan Islam lah yang secara tidak langsung ikut menerangkan perjalanan ilmu pengetahuan di negara muslim hingga terang benderang.

Sejarah ilmuwan Islam meninggalkan jejak yang hingga kini masih bisa dideteksi oleh mereka para ahli sejarah. Jejak-jejak tersebut terasa dalam beberapa bidang keilmuan. Hasil pemikiran para ilmuwan Islam yang hidup di zaman dahulu nyatanya masih tetap abadi hingga kini.

Hal yang abadi dan susah untuk lekang oleh waktu kenyataannya memang ilmu pengetahuan. Ibaratnya, keilmuwan tersebut merupakan warisan yang tidak dapat dinilai oleh angka. Tidak ada yang bisa dihargakan.

Jejak Sejarah Ilmuwan Islam

1. Sejarah Ilmuwan Islam - Ilmu Geografi

Cerita sejarah Ilmuwan Islam meninggalkan jejak yang tegas, terutama pada dunia navigasi, geografi, dan peta dunia. Hal ini berkaitan dengan penemuan kompas oleh ilmuwan muslim pada abad ke-7. Mereka mengembangkan magnet yang dikenal di masyarakat China dan menciptakan kompas untuk keperluan navigasi.

Ilmu Geografi pada abad ke-8 berkembang pesat dengan banyaknya buku-buku yang ditulis para ilmuwan Islam. Sejarah ilmuwan Islam melahirkan buku-buku yang kebanyakan berupa kartografi, ensiklopedi geografi, almanak, dan peta-peta yang banyak membahas tentang Afrika, Asia, India, Cina dan orang-orang Indian. Bahkan, salah satu karya agung abad ke-14 yang berisi pandangan terperinci mengenai geografi dunia, ditulis oleh sarjana muslim bernama Ibnu Battutah.

2. Sejarah Ilmuwan Islam - Ilmu Kedokteran

Sejarah ilmuwan Islam melahirkan cerita-cerita membanggakan. Kegairahan terhadap ilmu, misalnya, ditunjukkan oleh Khalifah Abu Ja'far, yang pada 735 mempekerjakan penerjemah buku-buku kedokteran, ilmu pasti, dan filsafat dari Yunani, Parsi, dan Sanskrit. Kebijakan ini mengantarkan Baghdad, ibukota kekhalifahan masa itu, begitu menyilaukan berterangkan ilmu.

3. Sejarah Ilmuwan Islam - Ilmu Astronomi dan Ilmu Pasti

Ahli astronomi Islam membuat banyak perbaikan terhadap teori-teori Ptolemius. Merekalah yang pertama kali membuat teori garis orbit bumi berbentuk elips. Mereka membuat sejak abad ke-9. Mereka menulis ratusan tabel astronomikal dengan tingkat akurasi tinggi dan menjadi rujukan ilmu sampai sekarang. Penemuan dibidang astronomi tersebut melengkapi cerita sejarah ilmuwan Islam di dunia.

Berlanjut pada sejarah ilmuwan Islam yang berkecimpung di dunia eksak. Matematika menjadi cabang ilmu yang digandrungi pada abad ke-16. Hal ini tidak bisa dilepaskan dari jasa para matematikawan Islam yang menemukan aljabar dan memperkenalkan konsep penggunaan huruf untuk variable tak dikenal dalam persamaan sejak abad ke-9.

Sistem tersebut mampu memecahkan persamaan-persamaan kompleks. Thabit bin Qurrah, diikuti Abu Al-Wafa pada abad ke-10, telah menulis buku mengenai kegunaan aljabar untuk mengembangkan geometri menjadi eksak dan menyederhanakan sains. Sejarah ilmuwan Islam melahirkan para pemikir ilmu pasti yang menjanjikan bagi dunia keilmuan.

4. Sejarah Ilmuwan Islam - Etnografi dan Trigonometri

Ilmu etnografi juga ikut mewarnai perjalanan sejarah ilmuwan Islam. Ilmu Etnografi dikembangkan sarjana-sarjana Islam dari abad ke-9 sampai abad ke-14. Mereka membuat klasifikasi berdasarkan ras-ras, mencatat dengan detail kebiasaan dan kebudayaan suatu masyarakat, dan membuat klasifikasi yang terperinci.

Dalam dunia teknologi, teknik kimia misalnya,sejarah ilmuwan Islam menorehkan cerita lain. Mereka menemukan cara menghasilkan kerosin (minyak tanah murni) melalui penyulingan produk minyak dan gas bumi pada abad ke-9.

Pada abad itu juga, telah dikenal teknologi pembuatan kertas, terbukti kertas tertua yang menjadi contoh untuk dicetak adalah naskah Arab berjudul Gharib Al-Hadist, bertanggal Dzulqaidah 252, sekitar November-Desember 866.

Pada abad ke-10, Al-Battani mengembangkan ilmu trigonometri dengan menguraikan fungsi sinus, kosinus, tangen, dan kotangen. Al Battani juga menetapkan tabel perhitungan trigonometri dari 0 hingga 90 derajat, dan berhasil menghitung satu tahun matahari dengan tepat, yaitu 365 hari 5 jam 46 menit dan 24 detik. Bayangkan, orang-orang pintar tersebut benar-benar menyuguhkan sebuah penemuan baru dalam perjalanan sejarah ilmuwan Islam.

5. Sejarah Ilmuwan Islam - Ilmu Pengetahuan Alam

Bentang terjadinya sejarah ilmuwan Islam sangat luas. Dalam Ilmu Pengetahuan Alam pun para ilmuwan Islam itu berkarya. Pada ilmu Biologi misalnya, abad ke-10, Ar-Razi menulis risalah mengenai pembuluh darah, dan diteruskan oleh Ibnu An-Nafs dan Ibnu Al-Quff (abad ke-13), yang berhasil mendokumentasikan secara tepat sirkulasi darah, ilmu urai tubuh dari jantung dan fungsi klep-klepnya.

Sejarah ilmuwan Islam yang terjadi pada 1050 dilakoni oleh Al-Biruni. Al Biruni mengemukakan konsep keterbatasan materi alam. Konsep ini menjelaskan mengenai wujud materi alam yang bisa berubah, namun massanya tetap. Sebagai contoh adalah air yang jika dipanaskan menguap, namun massa total tetap sama. Al-Biruni juga membuat teori pembentukan geologi lembah-lembah, bahwa lembah-lembah itu dibentuk oleh aliran udara dalam waktu yang sangat lama.

Al-Biruni meninggalkan banyak jejak referensi bagi ilmu pengetahuan dunia dengan eksperimen-eksperimen besar dan buku-buku literatur ilmiah berbagai bidang ilmu pengetahuan setebal 13.000 halaman lebih. Al Biruni adalah salah satu tokoh ilmuwan Islam yang mewarnai perjalanan panjang sejarah ilmuwan Islam.

Dunia keilmuan, terutama keilmuan yang bersifat eksak, rupanya menarik perhatian banyak ilmuwan Islam. Sejarah ilmuwan Islam pada akhirnya memang melahirkan banyak sekali ilmuwan-ilmuwan "canggih". Pada 1121, Al-Khazini, ilmuwan Muslim ahli astronomi, fisika, biologi, kimia, matematika serta filsafat, menulis kitab Mizan al-Hikmah atau Balance of Wisdom, yang mengungkapkan bagian penting fisika Islam.

Dalam buku itu, Al-Khazini menjelaskan teori keseimbangan hidrostatika, teori statika, dan gravitasi. Al-Khazini adalah peletak dasar ilmu gravitasi modern. Sejarah ilmuwan Islam berlanjut pada tahun-tahun 1140, matematikawan Islam memperkenalkan bilangan negatif dalam fungsi aritmatika. Angka tersebut adalah angka-angka di bawah nol.

Pada 1400-an, ahli matematika Islam, sebagai salah satu pelaku perjalanan sejarah ilmuwan Islam memperkenalkan penggunaan sistem desimal sebagai ganti bilangan pecahan secara besar-besaran. Buku Al-Kashi, berjudul "Kunci kepada Aritmatika", ditulis abad ke-15, menjadi semacam stimulus bagi perkembangan aplikasi desimal dalam ilmu matematika modern.

Sejarah ilmuwan Islam terjadi beberapa abad sebelumnya, yaitu pada abad ke-9. Cerita itu menyuguhkan perjalanan seorang Ibn Firnas yang berasal dari Andalusia dalam menemukan penentu waktu yang akurasinya tidak kalah dengan arloji. Jam tersebut menggunakan penalaan bintang dan matahari dan ini mendorong penelitian-penelitian berkaitan dengan ilmu astronomi (ilmu falak).

Tolong di SHARE :
Tweet
Artikel Terkait
  • Hikmah Keajaiban Penciptaan Manusia Harun Yahya
  • Para Ilmuwan Islam, Sang Penemu Angka Nol
  • Teori Evolusi Menurut Harun Yahya
  • Al-Khwarizmi, Salah Satu Tokoh Ilmuwan Islam
  • Misteri Penemuan Kapal Nabi Nuh di Turki
  • Artikel Harun Yahya yang Menggemparkan
  • Sumbangan Ilmu Tokoh-Tokoh Ilmuwan Islam
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Komp. Buah Batu Regency Blok A2 No.9
Bandung Jawa Barat - INDONESIA