Sejarah Inggris: Penaklukan Inggris oleh Normandia
Salah satu pertempuran paling bersejarah di Inggris adalah pertempuran Hastings. Pertempuran ini terjadi pada tanggal 14 Oktober 1066. Pasukan Normandia dipimpin Duke William melawan tentara Inggris yang dipimpin Raja Harold II. Pertempuran ini berlangsung di bukit Senlac, sekitar 9 km arah barat laut Hastings. Sekarang lokasi itu sekitar Sussex timur.
William Sang Penakluk
William adalah anak hasil hubungan gelap Duke Normandia. Dia menghabiskan enam tahun pertamanya bersama ibunya di Falaise dan menerima kekuasan Normandia setelah kematian ayahnya pada tahun 1035. Dengan bantuan Raja Henry I dari Perancis dia berhasil memadamkan pemberontakan di wilayah timur. Berikutnya, William berkuasa menyatukan daerah kekuasaannya melalui perkawinan, diplomasi, perang dan intimidasi keras.
Latar Belakang Pertempuran
Edward Confessor, sepupunya dari Inggris, meminta bantuan Normandia saat berperang dengan ayah mertuanya, Earl Godwin. Dan untuk bantuannya, William dijanjikan tahta kerajaan Inggris. Hanya saja akhirnya Edward dan Godwin berdamai. Mereka sepakat Harold Godwinson yang akan memegang kekuasaan sebagai Raja.
Merasa dikhianati, William menyiapkan armadanya untuk berperang. Penyerangan pertama gagal karena selat Inggris tak bisa disebrangi gara-gara badai.
Penundaan itu ternyata menguntungkan. Inggris diserang dari utara oleh Harold Hardrada, Raja Norwegia dan Tostig Godwinson, kakak Harold. Pasukan Inggris menghancurkan serangan dari Norwegia tersebut dalam Pertempuran Stamford Bridge. Berselang dua minggu William mendarat di pantai selatan Inggris.
Kelelahan pasukan Inggris dimanfaatkan untuk menjarah daerah selatan dan memperkuat posisi pasukan Normandia. Kemudian serangan itu dilancarkan. Pasukan Inggris yang baru saja berperang tak kuasa menahan serangan William dan menyerah. Dalam legenda, Raja Harold diberitakan mati karena tertancap anak panah di matanya.
Para bangsawan dan kaum gereja menerima William sebagai Raja Inggris pertama yang berasal dari Normandia. William dimahkotai pada hari natal 1066. Terjadi beberapa pemberontakan, namun William bisa mengatasinya. Pada 1072 Inggris telah ditaklukkan sepenuhnya dan dipersatukan dalam di bawah satu bendera.
Perubahan di Tangan William
William berkuasa dengan membawa perubahan radikal pada perjalanan [kwd]sejarah Inggris[/kwd]. Dia mengganti hukum Anglo-Saxon dengan hukum adat masyarakat. Dia juga memberikan kekuasaan yang luas pada desa-desa di Inggris sebagai imbalan dukungan militer terhadap kerajaan yang dipimpinnya.
Dia juga mengubah kebijakan pajak yang lebih bersahabat. Dia juga memisahkan pengadilan biasa dengan pengadilan Gereja. William tak mau Gereja mendikte kebijakan pemerintahnya. Selain itu juga, karena Normandia berbahasa Perancis, banyak sekali kata-kata baru serapan dari bahasa Perancis yang memperkaya bahasa Inggris zaman sekarang. Dia pula yang menurunkan raja-raja Inggris berikutnya sampai sekarang.






